Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Melihat perubahan drastis pada tinja Si Kecil saat mengganti popok atau menemaninya ke toilet tentu bisa membuat jantung berdebar ya, Moms. Mendapati BAB anak warna hitam sering kali memicu rasa panik bagi para orang tua. Kekhawatiran tersebut sangat wajar, mengingat warna kotoran kerap menjadi indikator utama kesehatan pencernaan Si Kecil.
Kabar baiknya, sebagian besar kasus perubahan warna tinja ini berkaitan langsung dengan apa yang masuk ke dalam perut anak. Sistem pencernaan anak masih terus berkembang dan asupan nutrisi sehari-hari memberikan pengaruh besar pada hasil akhirnya. Moms tidak perlu langsung panik ketika menghadapi situasi ini.
Penyebab BAB anak berwarna hitam
Warna kotoran manusia umumnya dipengaruhi oleh cairan empedu dan sisa makanan yang dicerna. Ketika kotoran berubah menjadi hitam, penyebabnya terbagi menjadi dua kategori utama: faktor asupan (makanan atau obat) dan faktor medis (masalah pada organ dalam). Mengetahui sumber utamanya adalah langkah pertama yang sangat penting.
Baca juga: Anti Sembelit, Ini Buah Pelancar BAB untuk Bayi 6 Bulan ke Atas
Makanan penyebab BAB warna hitam pada anak
Sering kali jawaban dari masalah ini ada pada makanan Si Kecil. Sistem pencernaan terkadang tidak menyerap pigmen warna gelap dari makanan secara sempurna. Menurut para ahli kesehatan anak, beberapa makanan dan minuman berikut ini dapat mengubah warna tinja menjadi sangat gelap atau hitam, yakni:
1. Buah-buahan berwarna gelap: Blueberry, anggur hitam, dan buah naga merah atau bit terkadang menghasilkan tinja berwarna hitam kemerahan.
2. Kue dan biskuit hitam: Biskuit cokelat pekat (seperti Oreo) atau kue dengan pewarna makanan hitam buatan.
3. Suplemen zat besi: Bayi atau anak yang mengonsumsi vitamin tambahan mengandung zat besi hampir selalu memiliki tinja berwarna hijau sangat tua atau hitam. Ini adalah proses pembuangan zat besi berlebih yang sepenuhnya normal.
4. Obat-obatan tertentu: Obat diare yang mengandung bismuth subsalicylate bereaksi dengan belerang di saluran pencernaan dan menciptakan warna hitam pada tinja.
Apakah BAB hitam pada anak merupakan tanda penyakit serius?
Jika Moms yakin anak tidak mengonsumsi makanan atau obat-obatan di atas, warna hitam tersebut bisa merujuk pada kondisi medis yang disebut melena. Melena terjadi ketika terdapat perdarahan di saluran pencernaan bagian atas, seperti kerongkongan, lambung, atau bagian awal usus halus.
Darah yang mengalir dari organ bagian atas ini akan bercampur dengan asam lambung dan enzim pencernaan. Proses kimiawi di dalam perut mengubah warna darah yang tadinya merah segar menjadi hitam pekat saat akhirnya keluar melalui anus.
Beberapa pemicu perdarahan ini meliputi iritasi lambung (gastritis), luka pada lapisan perut (tukak lambung), atau luka akibat asam lambung yang naik secara ekstrem. Kondisi medis ini memerlukan evaluasi langsung dari dokter anak untuk mencegah komplikasi seperti anemia atau syok akibat kehilangan darah.
Baca juga: 5 Cara Mengatasi Susah BAB pada Balita yang Efektif dan Aman
Bedanya BAB hitam normal dan berbahaya
Menentukan apakah kondisi Si Kecil aman atau berbahaya bisa dilakukan dengan memperhatikan karakteristik tinjanya. Pilihlah langkah observasi berikut ini jika kondisi fisik anak terlihat baik-baik saja.
1. Perhatikan teksturnya: BAB hitam akibat makanan biasanya memiliki tekstur dan kepadatan yang sama dengan tinja anak sehari-hari. Sebaliknya, tinja akibat perdarahan (melena) memiliki tekstur yang sangat lengket, kental, dan menyerupai aspal jalanan.
2. Kenali baunya: BAB anak akibat suplemen atau makanan memiliki aroma tinja pada umumnya. Namun, darah yang membusuk di saluran pencernaan menghasilkan bau yang sangat busuk, tajam, dan tidak wajar.
3. Cek riwayat makan 24-48 jam terakhir: Sistem pencernaan anak biasanya memproses makanan dalam waktu 1-2 hari. Jika Si Kecil baru saja makan sekotak blueberry kemarin sore, Moms sudah tahu penyebabnya.
Namun, jika Anda masih merasa ragu, kumpulkan sedikit sampel kotoran tersebut ke dalam wadah plastik bersih dan tertutup. Bawa sampel tersebut ke dokter anak atau laboratorium terdekat. Dokter dapat melakukan tes darah samar (Fecal Occult Blood Test) yang hanya memakan waktu beberapa menit untuk memastikan ada atau tidaknya darah pada tinja tersebut.
Kapan harus membawa anak dengan BAB hitam ke dokter?
Moms adalah orang yang paling mengenal kondisi tubuh Si Kecil. Jika insting keibuan Anda merasa ada yang tidak beres, jangan ragu untuk mencari bantuan medis. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan atau unit gawat darurat jika BAB hitam disertai dengan salah satu gejala penyerta berikut ini:
1. Anak muntah dan muntahannya terlihat seperti bubuk kopi hitam (ini adalah darah yang sudah bercampur asam lambung).
2. Kulit anak terlihat sangat pucat, dingin, atau berkeringat berlebih.
3. Si Kecil tampak sangat lemas, tidak merespons panggilan, atau mengantuk terus-menerus.
4. Anak mengeluhkan nyeri perut yang sangat tajam dan menangis tak tertahankan.
5. Ada darah merah segar yang menetes setelah BAB hitam keluar.
Itulah penjelasan mengenai BAB anak warna hitam. Menghadapi masalah kesehatan anak memang selalu menimbulkan kecemasan tersendiri. Namun, dengan mengamati asupan gizi harian dan mengenali tanda-tanda bahaya pada tinja anak, Moms sudah menjaga kesehatan anak. Teruslah memantau makanan yang dikonsumsi Si Kecil dan pastikan ia mendapatkan asupan serat yang cukup untuk mendukung kinerja usus ya, Moms. (MB/SW/RF/Foto: Freepik)
