BABY

Bayi Baru Lahir Mendengkur saat Tidur, Bahayakah?



Melihat bayi tertidur lelap memang pemandangan yang sangat menenangkan ya, Moms. Namun, bagaimana jika bayi baru lahir atau newborn mendengkur atau ngorok saat tidur? Apakah ini tanda tidurnya terlalu lelap atau tanda ada masalah dengan saluran pernapasannya? Nah, untuk menjawabnya, simak penjelasan berikut ini, Moms.

Normalkah bayi mendengkur saat tidur?

Mendengkur saat tidur memang lebih sering dialami orang dewasa, tapi bukan berarti bayi baru lahir tidak bisa mengalaminya. Bayi baru lahir sering membuat suara-suara bernapas, terutama ketika sedang tidur. Suara bernapas ini bisa terdengar seperti suara dengkuran.

Tak perlu panik, Moms! Mengutip Healthline, dalam kebanyakan kasus, bayi mendengkur bukanlah tanda bahaya kesehatan. Moms perlu ingat kalau saluran napas Si Kecil tentu saja sangat kecil dan sempit. Karena itu, sedikit saja ada sumbatan atau lendir di hidungnya, hal ini bisa membuat bayi mendengkur atau mengeluarkan suara napas saat tidur.

Umumnya, masalah bayi mendengkur akan membaik seiring bertambahnya usia Si Kecil. Namun, jika mendengkur selalu terjadi dan disertai gejala-gejala masalah pernapasan lainnya, sebaiknya Moms segera berkonsultasi dengan dokter anak.

Baca juga: Mengenal Sleep Regression, Gangguan Tidur pada Bayi

Penyebab bayi mendengkur saat tidur

Walau umumnya mendengkur tidaklah berbahaya, ada beberapa masalah kesehatan yang meningkatkan risiko bayi mendengkur, yaitu:

1. Hidung mampet

Jawaban ini mungkin terdengar sederhana banget ya, Moms. Namun, faktanya memang hidung mampet menjadi penyebab utama bayi mendengkur. Ini karena lubang hidung bayi baru lahir sangat kecil. Maka, sedikit saja sumbatan pasti langsung mengganggu kelancarannya bernapas.

Untuk mengatasi ini, Kerrin Edmond, seorang dokter spesialis tidur anak, menyarankan untuk memberikan saline drops sesuai arahan dokter. Namun, jika masalah ini tidak membaik, maka ia merekomendasikan untuk merekam suara mendengkur Si Kecil dan menyerahkan rekaman tersebut ke dokter anak untuk diberikan solusi terbaik.

2. Deviasi septum nasal

Ini adalah kondisi yang terjadi ketika dinding yang membagi rongga hidung menjadi dua (septum nasal) bergeser dari garis tengah. Masalah ini bisa menyebabkan penderitanya mengeluarkan suara seperti mendengkur saat tidur.

Mengutip Healthline, deviasi septum nasal umum terjadi dalam beberapa hari setelah bayi lahir, dan sebuah studi menyebutkan ini terjadi pada hampir 20 persen bayi baru lahir di Amerika Serikat.

3. Sleep apnea

Bayi baru lahir juga bisa mengalami sleep apneadan masalah ini bisa membuat bayi mendengkur saat tidur. Walau banyak anak yang mendengkur saat tidur, faktanya hanya 1 sampai 3 persen anak mengalami sleep apnea, itu pun mayoritasnya berusia 3-6 tahun.

4. Laryngomalacia

Ini adalah kondisi melembutnya sel-sel di pita suara atau biasa disebut laring. Struktur laring ini melembut ketika tidur yang menyebabkannya bisa terjatuh menutup saluran napas dan menghasilkan suara dengkuran ketika dilewati udara. Sekitar 90 persen anak terbebas dari laryngomalacia tanpa pengobatan, tepatnya di usia 18-20 bulan.

5. Adenoid

Ini lebih dikenal dengan radang tonsil atau pembengkakan kelenjar amandel yang sangat umum menyebabkan bayi mendengkur saat tidur. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri, dengan gejala bayi demam, tidak mau menyusu, dan rewel.

Baca juga: Hati-hati Menidurkan Bayi! Ini Posisi Tidur yang Berbahaya bagi Si Kecil

(M&B/Tiffany Warrantyasri/SW/Foto: Freepik)