FAMILY & LIFESTYLE

Benarkah Menyusui Bisa Menyebabkan Osteoporosis pada Ibu?



ASI merupakan sumber makanan utama bagi bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan. Semua nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi secara optimal bisa diperoleh dari ASI, karena ASI dibuat dari beragam nutrisi yang ada pada tubuh ibu.

Salah satu nutrisi yang diperlukan untuk bahan pembuat ASI adalah kalsium yang berasal dari tulang ibu. Mineral ini penting dalam menjaga kepadatan tulang. Jika kepadatan tulang seseorang menurun, ia berisiko menderita osteoporosis di masa tuanya. Lantas, apakah benar menyusui bayi bisa membuat seorang ibu rentan mengalami osteoporosis?

Penyebab Ibu Menyusui Rentan Mengalami Osteoporosis

Faktanya, menyusui memang bisa berpengaruh pada kondisi kesehatan tulang Anda, Moms. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa selama menyusui, seorang ibu akan kehilangan massa tulangnya. Pasalnya, kebutuhan bayi akan kalsium diperoleh dari tulang ibu.

Saat menyusui, Moms butuh asupan kalsium lebih tinggi karena Anda memerlukan nutrisi tersebut untuk membuat ASI. Jika kebutuhan kalsium Anda tidak dapat dipenuhi dari makanan maupun suplemen, maka kalsium akan diambil dari tulang. Dan apabila hal ini dibiarkan terus-menerus, cadangan kalsium yang ada di dalam tulang akan semakin berkurang dan ini bisa membuat ibu menyusui kehilangan massa tulangnya, sehingga berisiko besar menderita osteoporosis di kemudian hari.

Selain itu, jumlah hormon estrogen yang menurun saat menyusui turut memperburuk kesehatan tulang Anda. Salah satu fungsi hormon estrogen adalah melindungi tulang. "Tidak adanya perlindungan tambahan dari estrogen yang melindungi tulang membuat ibu kehilangan 5-10 persen massa tulang dalam waktu enam bulan sejak mulai menyusui," kata Mara Horwitz, M.D., profesor di University of Pittsburgh.

Mencegah Osteoporosis pada Ibu Menyusui

Nah, agar tubuh tidak mengambil kalsium dari tulang, ibu menyusui perlu mencukupi kebutuhan kalsiumnya dari luar, baik dari makanan maupun dari suplemen yang mengandung kaya kalsium. Dengan mencukupi kebutuhan kalsium selama masa menyusui, tubuh Anda tentu tidak akan mengambil persediaan kalsium yang ada di tulang, sehingga kepadatan tulang akan tetap terjaga.

Adapun jumlah kalsium yang Moms perlukan saat menyusui tergantung dari jumlah ASI yang diproduksi dan berapa lama Anda menyusui Si Kecil. Semakin banyak jumlah ASI yang diproduksi dan semakin lama Anda menyusui Si Kecil, maka semakin banyak pula massa tulang Anda yang berkurang.

Walaupun begitu, kepadatan tulang ibu menyusui akan kembali lagi setelah sang anak disapih atau diberikan makanan padat. Ya, massa tulang Anda dapat dipulihkan kembali dengan konsumsi kalsium yang cukup setelah berhenti menyusui. Karena itu, memenuhi kebutuhan kalsium selama menyusui dan sesudah menyusui sangat penting untuk Anda lakukan ya, Moms, agar terhindar dari ancaman bahaya osteoporosis di kemudian hari.

Mengonsumsi makanan berkalsium tinggi merupakan cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian Anda, Moms. Selain susu dan produk olahan susu seperti keju dan yoghurt, berikut ini beberapa makanan yang kaya kandungan kalsium, yakni:

• Sayuran hijau, seperti bayam, brokoli, sawi, dan bok choy

• Ikan laut, seperti salmon, sarden, dan tongkol

• Biji-bijian dan kacang-kacangan, seperti lentil, chia seed, wijen, dan almond.

Moms juga bisa mengonsumsi suplemen kalsium sebagai tambahan jika dirasakan perlu. Untuk itu, berkonsultasilah dengan dokter mengenai hal ini. Selain itu, penting untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, karena vitamin ini akan membantu penyerapan kalsium yang optimal. (M&B/SW/Dok. Freepik)