Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Menjalani peran dalam keluarga setiap hari sering kali membuat Moms merasa lelah, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental. Mengurus anak, merapikan rumah, hingga menyelesaikan pekerjaan kantor menuntut perhatian penuh sepanjang waktu. Anda jadi sering lupa, tidak fokus, dan otak seakan lambat dalam berpikir atau sering disebut dengan istilah lemot. Namun sesungguhnya, apa penyebab otak lemot?
Moms mungkin pernah berjalan ke sebuah ruangan, lalu tiba-tiba lupa apa yang ingin Anda ambil. Atau, Anda merasa sangat kesulitan untuk sekadar fokus pada satu pekerjaan sederhana. Kondisi seperti ini disebut dengan istilah "otak lemot" atau brain fog.
Meski terdengar sepele, penurunan daya ingat dan konsentrasi yang terjadi terus-menerus bisa sangat mengganggu rutinitas harian Anda dan keluarga. Anda mungkin merasa bersalah karena kurang tanggap saat anak bercerita, atau merasa cemas karena pekerjaan tidak kunjung selesai.
Penurunan fungsi kognitif sementara ini adalah sinyal dari tubuh bahwa Anda membutuhkan sedikit jeda dan perawatan ekstra. Memahami akar masalahnya adalah langkah pertama yang penuh kasih untuk kembali menemukan kejernihan pikiran Anda.
Penyebab otak lemot dan sulit berkonsentrasi
Pikiran yang terasa berkabut jarang terjadi tanpa alasan. Berikut adalah beberapa faktor utama yang sering menjadi penyebab otak lambat dalam memproses informasi:
1. Kurang waktu dan kualitas tidur
Tidur adalah waktu bagi otak untuk menyusun kembali memori. Bagi parents yang sering terbangun di malam hari, kurang tidur kronis adalah hal yang lumrah. Menurut National Sleep Foundation, orang dewasa membutuhkan 7 hingga 9 jam tidur setiap malam. Bila kurang dari itu, otak akan kesulitan memproses informasi baru, menurunkan kewaspadaan, dan memperlambat respons.
2. Stres dan kelelahan mental (burnout)
Menanggung terlalu banyak beban pikiran secara bersamaan akan meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh. Hormon stres yang terlalu tinggi dapat mengganggu fungsi otak, terutama pada bagian yang mengatur memori dan emosi. Ketika Anda kelelahan secara emosional, otak akan secara alami mengurangi kemampuannya untuk fokus pada tugas-tugas detail.
3. Dehidrasi dan kekurangan nutrisi
Otak manusia terdiri dari sekitar 75% air. Kehilangan cairan tubuh bahkan hanya sebanyak 2% saja sudah cukup untuk mengganggu fungsi kognitif dan memicu sakit kepala. Selain itu, pola makan tinggi gula dan rendah nutrisi membuat otak tidak mendapatkan "bahan bakar" yang cukup untuk bekerja optimal.
Baca juga: Ini Beda Fungsi Otak Kanan dan Kiri yang Perlu Anda Tahu
Cara mengatasi otak lemot secara alami
Anda bisa memulihkan kembali ketajaman pikiran dengan beberapa penyesuaian gaya hidup yang sederhana namun konsisten:
1. Menerapkan jadwal tidur yang teratur
Cobalah untuk tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan. Ciptakan rutinitas malam yang menenangkan, seperti relaksasi atau mendengarkan musik lembut, untuk memberi sinyal pada tubuh bahwa sudah waktunya beristirahat. Hindari penggunaan ponsel setidaknya satu jam sebelum tidur agar paparan cahaya biru tidak mengganggu produksi hormon melatonin.
2. Meluangkan waktu untuk diri sendiri
Jangan ragu untuk meminta bantuan pasangan atau keluarga saat Anda merasa kewalahan. Luangkan waktu 10 hingga 15 menit setiap hari untuk duduk tenang, menarik napas dalam, atau melakukan meditasi ringan. Mengambil jeda bukan berarti Anda egois, melainkan langkah penting agar Anda bisa hadir secara utuh untuk keluarga.
3. Memastikan tubuh selalu terhidrasi
Bawalah botol air minum ke mana pun Anda pergi, termasuk saat Anda hanya berada di rumah untuk menemani anak bermain. Biasakan meminum segelas air putih segera setelah bangun tidur untuk menggantikan cairan yang hilang sepanjang malam.
Baca juga: 7 Jenis Makanan yang Baik untuk Meningkatkan Kesehatan Otak
Makanan penambah daya ingat dan konsentrasi terbaik
Asupan gizi yang baik adalah fondasi utama bagi otak yang cemerlang. Beberapa jenis makanan di bawah ini sangat direkomendasikan untuk mendukung fungsi kognitif Anda:
1. Ikan berlemak yang kaya omega-3
Ikan salmon, sarden, dan tuna mengandung asam lemak omega-3 yang sangat tinggi. Kandungan ini adalah komponen utama pembangun sel-sel otak dan saraf, yang sangat penting untuk proses belajar dan daya ingat.
2. Kacang-kacangan dan biji-bijian
Kacang kenari (walnut), almond, dan biji labu adalah camilan sehat yang kaya akan vitamin E dan antioksidan. Vitamin E melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat stres oksidatif seiring bertambahnya usia.
3. Sayuran berwarna hijau gelap
Bayam, brokoli, dan kale mengandung nutrisi penting seperti vitamin K, lutein, dan beta karoten. Nutrisi ini terbukti secara klinis dapat membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif. Cobalah untuk menyisipkan sayuran ini ke dalam menu harian keluarga Anda.
Olahraga yang bisa menyegarkan otak kembali
Aktivitas fisik tidak hanya baik untuk mengontrol berat badan, tetapi juga sangat krusial untuk melancarkan sirkulasi darah ke otak.
1. Jalan kaki santai di pagi hari
Berjalan kaki selama 20 hingga 30 menit setiap hari sudah cukup untuk meningkatkan detak jantung dan memompa oksigen ke otak. Anda bisa melakukannya sambil mendorong stroller bayi atau sekadar berkeliling taman di kompleks perumahan. Udara pagi dan paparan sinar matahari akan langsung memperbaiki suasana hati Anda.
2. Yoga dan peregangan
Gerakan yoga yang dipadukan dengan pernapasan dalam sangat efektif untuk menurunkan tingkat stres. Pose-pose yoga tertentu dapat membantu melepaskan ketegangan di leher dan bahu, area yang sering kali menegang akibat kelelahan bekerja atau menggendong anak.
Kapan harus ke dokter karena otak lemot?
Walaupun sering kali disebabkan oleh faktor kelelahan, ada saatnya keluhan ini membutuhkan perhatian medis profesional. Segera jadwalkan konsultasi dengan dokter jika kondisi otak lemot yang Anda alami disertai dengan tanda-tanda berikut:
- Gejala tidak kunjung membaik meski Anda sudah cukup tidur dan beristirahat selama beberapa minggu.
- Anda mengalami kesulitan yang sangat parah dalam mengingat aktivitas yang baru saja terjadi.
- Disertai keluhan fisik lain seperti sakit kepala hebat, kelemahan pada satu sisi tubuh, atau perubahan penglihatan.
- Sangat mengganggu kemampuan Anda dalam melakukan tugas dasar sehari-hari.
Mengalami otak lemot adalah teguran lembut dari tubuh agar Anda sedikit melambat. Dengan mengetahui penyebab otak lemot, Anda bisa mengambil tindakan mulai dari memperbaiki pola hidup, asupan makanan, jadwal olahraga, atau sekadar beristirahat sejenak.
Jangan biarkan otak lemot mengganggu aktivitas Anda. Segera berkonsultasi dengan dokter atau ahlinya, jika Anda merasa kondisi tak membaik untuk periode yang lama. (MB/WR/RF/Foto: Stockking/Freepik)
