BUMP TO BIRTH

Serba-Serbi Inseminasi Buatan yang Perlu Anda Tahu!



Dengan semakin berkembangnya zaman, ada semakin banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hambatan memiliki keturunan, salah satunya adalah dengan inseminasi buatan. Inseminasi buatan termasuk prosedur sederhana dengan risiko yang rendah, sehingga metode ini makin populer belakangan ini.

Inseminasi buatan dilakukan dengan memasukkan sperma langsung pada serviks, tuba falopi, atau rahim. Hmmm… Lalu bagaimana metode dan biayanya? Yuk, ketahui lebih lanjut di penjelasan berikut ini, Moms!

Siapa yang bisa melakukan program ini?

Melansir WebMD, inseminasi buatan dapat dilakukan untuk membantu berbagai macam masalah fertilitas. Inseminasi buatan bisa membantu mengatasi masalah infertilitas laki-laki, mulai dari kurangnya kuantitas dan kualitas sperma hingga sperma yang tak cukup kuat untuk mencapai rahim.

Selain itu, inseminasi buatan juga bisa membantu para perempuan yang memiliki masalah infertilitas, seperti endometriosis atau pola menstruasi yang tidak teratur. Dokter juga biasanya akan merekomendasikan inseminasi buatan ketika ia tidak menemukan sebab masalah infertilitas pada sebuah pasangan.

Kapan bisa melakukannya?

Biasanya dokter akan menetapkan jadwal eksekusi inseminasi buatan berdasarkan siklus menstruasi ibu. Tingkat kesuksesan akan meningkat seiring dengan terjadinya ovulasi, yang terjadi ketika ovarium melepaskan sel telur yang matang 14 hari sebelum terjadinya haid.

Berbagai jenis inseminasi buatan

Prosedur inseminasi buatan akan disesuaikan dengan jenis metode yang digunakan. Ada beberapa jenis inseminasi buatan, dan yang paling umum direkomendasikan adalah Intrauterine Insemination (IUI) dan Intracervical Insemination (ICI).

Intrauterine Insemination (IUI)

IUI biasa dilakukan bila ditemukan masalah infertilitas pada pihak laki-laki, penyebab pasti infertilitas belum diketahui, lendir serviks terlalu banyak, dan endometriosis. Prosedur dimulai dengan ibu mengonsumsi medikasi untuk meningkatkan kesuburan.

Kemudian dokter akan menyiapkan sampel air mani dari pasangan atau donor, dan memisahkan sperma dari cairan sperma yang bisa menghambat proses inseminasi. Tahapan ini sering disebut sebagai pencucian sperma. Selanjutnya, dokter akan mencampur sperma dengan cairan khusus dan dialirkan dengan kateter melalui vagina langsung ke rahim.

Karena sperma dimasukkan langsung menuju rahim, sperma berjalan lebih singkat untuk dapat bertemu sel telur, sehingga meningkatkan risiko keberhasilan pembuahan.

Intracervical Insemination (ICI)

Dibandingkan dengan IUI, metode ICI lebih sederhana. Air mani yang tidak dicuci akan dimasukan ke dalam penyuntik atau penyemprot yang didesain khusus untuk ICI. Penyuntik ini kemudian dimasukkan ke dalam vagina dan mengalirkan air mani ke serviks. Selama proses ini dilakukan, ibu dalam posisi tiduran telentang hingga setengah jam proses selesai dilakukan. Tujuannya, agar sperma bisa bergerak dari serviks ke rahim. Bila lancar, sperma akan sukses menuju tuba falopi dan membentuk kehamilan.

Risiko keberhasilan

Melansir Parents, Dr. Tanmoy Mukherjee, M.D., board-certified gynecologist and reproductive endocrinologist dan co-director Reproductive Medicine Associates of New York, menjabarkan risiko keberhasilan inseminasi buatan berdasarkan metode dan masalah infertilitas yang terjadi.

• Tingkat kesuksesan IUI pada kasus infertilitas laki-laki sebanyak 8-10%

• Tingkat kesuksesan IUI pada kasus infertilitas faktor tuba falopi sebanyak 5%

• Tingkat kesuksesan IUI pada kasus infertilitas tanpa penyebab jelas sebanyak 18-20%

• Tingkat kesuksesan ICI sebanyak 5-30%.

Estimasi Dana

Biaya yang diperlukan untuk melakukan inseminasi buatan dapat sangat bervariasi, sesuai dengan penyedia layanan kesehatan dan metode yang dipilih. Namun begitu, secara umum inseminasi buatan memerlukan biaya yang lebih terjangkau bila dibandingkan dengan program bayi tabung. Secara umum, perkiraan dana yang perlu dikeluarkan untuk inseminasi buatan berkisar Rp 5.000.000 hingga Rp 10.000.000.

Demikian info seputar inseminasi buatan yang perlu Anda tahu. Selain itu, Moms juga bisa simak penjelasan tentang serba-serbi inseminasi buatan di YouTube Mother&Baby juga, lho! (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)