BUMP TO BIRTH

Deteksi Kehamilan dengan Aplikasi Ponsel



Setiap calon Ibu pasti menginginkan yang terbaik bagi kesehatan janin dan dirinya. Hanya saja, di Indonesia, kurangnya tenaga medis dan sulitnya transportasi yang tersedia bagi ibu hamil yang tinggal di pelosok daerah menjadi kendala besar untuk melakukan pemeriksaan kehamilan yang rutin. Akibatnya, banyak di antara mereka yang enggan memeriksakan kandungannya. Hal tersebut memicu tingginya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia.

Untuk menekan tingkat AKI di Indonesia, PT Philips Indonesia berkolaborasi dengan grup rumah sakit Bundamedik meluncurkan sebuah program percontohan yang bertujuan untuk membantu deteksi dini kehamilan berisiko tinggi. Mobile obstetrical monitoring (MoM) adalah sebuah platform prototipe telehealth yang bisa diadaptasi sesuai dengan kebutuhan spesifik daerah pedesaan maupun perkotaan dengan memanfaatkan aplikasi ponsel. Dengan aplikasi ini, seorang bidan bisa membuat profil kesehatan ibu hamil yang relevan melalui pengumpulan data yang didapat dari pemeriksaan fisik serta tes yang dilakukan di puskesmas setempat atau di rumah Sang Bumil. Dengan memadukan panduan lokal angka risiko dalam solusi ini, spesialis kebidanan atau dokter kandungan bisa menentukan apakah sebuah kehamilan berisiko tinggi, sehingga bisa segera memberikan pertolongan yang memadai.

Program ini sejalan dengan usaha pemerintah Kota Padang serta Kementerian Kesehatan RI untuk menjawab masalah keprihatinan terhadap tingkat AKI di Indonesia. Menurut data statistik, AKI (2007) sebanyak 228 per 100.000 kelahiran hidup. Aplikasi MoM ini berjangka waktu 1 tahun, yang telah dimulai pada Desember 2013. Sejak 3 bulan pertama aplikasi ini berjalan, dari 500 bumil yang diperiksa, telah terdeteksi lebih dari 60 bumil dengan kehamilan berisiko tinggi. Hal ini dapat dicapai dengan melibatkan 12 tenaga bidan dari 6 puskesmas setempat.

"Kami berkeinginan untuk menjawab permasalahan kematian ibu pada masa kehamilan. Hal ini merupakan bagian dari visi besar kami untuk senantiasa memanfaatkan solusi teknologi inovatif demi memperluas akses terhadap layanan kesehatan,” ujar Ronald de Jong, Chief Market Leader Royal Philips.

Sementara, menurut dr. Ivan Sini, Sp.OG, Ketua Indonesian Reproductive Science Institute (IRSI), AKI yang masih tinggi adalah salah satu tantangan terbesar bagi sistem layanan kesehatan di Indonesia, dengan kurangnya akses terhadap layanan kesehatan serta tenaga medis profesional, seperti dokter ahli maupun bidan, yang menjadi faktor kunci. “Aplikasi MoM dari Philips merupakan contoh baik sebuah kolaborasi strategis antara sektor swasta dan pemerintah yang dibangun untuk meningkatkan akses publik terhadap layanan kesehatan bagi ibu dan anak," ungkap dr. Ivan, yang juga Komisaris PT Bundamedik, Jakarta. (Tammy/DMO/Dok. M&B)