FAMILY & LIFESTYLE

Gaya Bersin Bisa Menandakan Kepribadian, Ini 8 Jenisnya!



Menurut American Lung Association, bersin dan batuk adalah cara tubuh mengeluarkan iritan yang ada pada hidung dan paru-paru. Para peneliti dari University of Bristol, Inggris, menemukan bahwa rata-rata bersin atau batuk bisa menyebarkan 100.000 kuman dengan kecepatan 100 mil per jam.

Kuman bisa terdiri dari berbagai jenis virus dan bakteri yang bisa menyebabkan penyakit. Maka dari itu, beretika dalam bersin sangatlah penting, terlebih lagi selama pandemi ini.

Akan tetapi, tahukah Moms bahwa gaya bersin seseorang dapat menunjukkan kepribadiannya? Ya Moms, seperti yang dinyatakan oleh Robin Kermode, ahli bahasa tubuh, pelatih komunikasi, serta penulis buku Speak So Your Audience Will Listen. Dilansir dari Daily Mail, berikut ini beberapa gaya bersin dan tandanya tentang kepribadian menurut Robin Kermode.

Si Peminta Maaf

"Ia adalah orang yang tidak ingin terlalu memengaruhi hidup orang lain," kata Robin. Seseorang yang meminta maaf sebelum dan setelah bersin dapat memiliki kepribadian yang sopan dan pendiam. "Anda mungkin dapat melihat penderitaan di wajahnya saat ia berusaha menahan bersin yang pasti akan keluar," tutur Robin. Orang dengan gaya bersin ini juga dapat memiliki rasa percaya diri yang rendah.

Si Keras dan Lantang

Jika Anda selalu bersin dengan keras dan lantang, maka ini dapat menandakan bahwa Anda adalah sosok alfa dan dominan. "Mereka cenderung yakin bahwa bersin yang keras adalah sebuah konfirmasi atas pentingnya diri mereka, dan sering kali kurang perhatian dengan lingkungan," ujar Robin.

Si Tenang

Ada beberapa orang yang bersin dengan menutup hidung mereka atau mencoba sebisa mungkin agar tidak mengeluarkan suara. Robin berkata, "Ini adalah tipe orang yang tidak ingin menarik perhatian. Ia dapat kurang percaya diri atau memang tidak ingin keributan, tapi ia juga tetap dapat mengutarakan opininya kepada orang lain."

Si "Achu!"

Pernahkah Anda mendapati seseorang bersin dengan vokalisasi yang jelas, bahkan seakan berkata "Achu!"? "Gaya bersin ini biasanya dilakukan oleh orang yang merasa berhak untuk bersin namun tetap melakukannya dengan sopan," kata Robin. Menurut Robin, orang yang memiliki gaya bersin ini adalah orang yang percaya diri dan fleksibel, tetapi juga sadar diri dan terkontrol.

Si Berusaha-Tidak-Bersin

Mulai dari menjepit hidung dengan jari hingga menahan napas, orang dengan gaya bersin ini berusaha keras untuk tidak bersin. "Ini adalah contoh orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain," kata Robin. Ia menyatakan bahwa seseorang dengan gaya bersin ini tidak mau membuat keributan dan sangat mudah dipengaruhi.

Si Siku

Berdasarkan panduan kesehatan COVID-19 oleh WHO, bersin dengan gaya menutup mulut dan hidung dengan melipat siku adalah cara paling higienis untuk bersin, jika Anda tidak memiliki tisu. Menurut Robin, seseorang dengan gaya bersin ini gemar mematuhi aturan, sadar diri, dan peka terhadap lingkungannya. "Namun, orang ini juga dapat kurang cermat," kata Robin.

Si Bersin Berulang

Menurut Robin, bersin berulang umumnya dilakukan oleh orang-orang yang ingin menjadi pusat perhatian. "Saya memiliki paman yang bersin dengan keras berulang. Dengan jeda 11 detik, ia bersin seakan bangga dengan bersin keduanya," kata Robin. Meskipun begitu, ia juga menyatakan bahwa banyak orang juga memiliki pola bersin alami yang berulang, antara 2 hingga 5 kali, dengan pengulangan bersin tak dilakukan dengan keras dan eksentrik.

Si Tutup Mulut

Gaya bersin ini meliputi gerakan menutup mulut dengan tangan, tanpa tisu maupun sapu tangan. Menurut Robin, seseorang yang melakukan bersin seperti ini termasuk orang yang kurang persiapan. Robin juga menyatakan bahwa sering kali orang yang melakukan gaya ini berusaha untuk tidak terlihat bersin, sehingga dapat berpura-pura mengusap wajahnya atau hal lainnya.

Nah, Anda sendiri termasuk ke dalam gaya bersin yang mana, Moms? (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)