BUMP TO BIRTH

Fakta Penting Soal Persalinan Prematur yang Moms Perlu Tahu



Persalinan prematur merupakan salah satu kondisi yang dikhawatirkan para Moms saat proses melahirkan. Pasalnya, persalinan prematur terjadi sebelum bayi dianggap cukup bulan untuk dilahirkan, yaitu di bawah 37 minggu, dan kondisi organnya pun belum tumbuh secara sempurna, sehingga berisiko mengalami sejumlah masalah kesehatan ketika lahir.

Meskipun begitu, masih banyak ibu hamil yang mungkin belum terlalu paham dengan persalinan prematur. Nah, untuk meningkatkan kewaspadaan Anda akan kelahiran prematur, ketahui beberapa fakta penting mengenai persalinan prematur berikut ini, Moms.

1. Penyebab Kematian Nomor 1 pada Bayi Baru Lahir

Kelahiran prematur merupakan penyebab kematian tertinggi pada bayi baru lahir. Berdasarkan data laporan "Born Too Soon" milik The Global Action Report on Preterm Birth dari WHO, ada 10 negara yang menyumbang sekitar 60 persen kelahiran prematur di dunia dan Indonesia menduduki peringkat kelima.

2. Faktor Pemicu Kelahiran Prematur

Menurut American Pregnancy Association, kelahiran prematur terjadi pada sekitar 12 persen jumlah seluruh kehamilan. Ada beberapa faktor risiko yang bisa memicu persalinan prematur, antara lain usia ibu terlalu muda saat hamil, hamil dengan bayi kembar, punya masalah medis kronis seperti diabetes, adanya infeksi kehamilan, serta kurangnya nutrisi saat hamil dan gaya hidup yang tidak sehat.

3. Infeksi Saluran Kemih Bisa Sebabkan Persalinan Prematur

Infeksi saluran kemih ternyata bisa menyebabkan terjadinya kelahiran prematur lho, Moms. Gangguan ini merupakan salah satu masalah yang bisa membuat Anda melakukan persalinan prematur. Gangguan lainnya antara lain infeksi vagina, infeksi air ketuban, ketuban pecah dini, inkompetensi serviks, preeklampsia, dan kelainan uterus.

4. Bayi Prematur Berisiko Mengalami Masalah Kesehatan

Bayi yang terlahir prematur tidak hanya berukuran kecil karena ia dilahirkan lebih cepat daripada perkiraan, tetapi juga rentan mengalami berbagai masalah pada kesehatannya. Ya, bayi prematur berisiko tinggi mengalami komplikasi, seperti asma, dan masalah penglihatan, pendengaran, pencernaan, hingga Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Untuk itu, penting dilakukan skrining pada bayi prematur guna mengetahui sejak dini, apakah ada masalah kesehatan pada Si Kecil yang terlahir prematur.

5. Bayi Prematur Rentan Mengalami Hipotermia

Kelahiran prematur rentan menyebabkan bayi mengalami hipotermia. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi yang lahir prematur memang mudah mengalami penurunan suhu di bawah normal, hingga kurang dari 36,5 derajat Celsius. Penurunan suhu ini dapat mengakibatkan bayi mengalami sesak napas, lemah, pucat, atau tubuh berwarna biru karena kekurangan oksigen. Jika tidak segera diatasi, ini dapat mengakibatkan kematian pada bayi.

6. Skin-to-skin Contact Penting untuk Bayi Prematur

Bayi prematur yang sering mendapatkan kontak kulit (skin-to-skin contact) dengan ibunya mengalami pertambahan berat badan yang lebih banyak, mempunyai regulasi nadi dan pernapasan lebih baik, serta distribusi oksigen di dalam tubuh lebih efektif. Hal ini juga akan berdampak dengan perkembangan kognitif dan motorik yang lebih baik saat bayi berusia 6 bulan. Yang penting, selalu jaga kebersihan dan higienitas sebelum memegang Si Kecil.

7. Bayi Prematur akan Mengalami Keterlambatan Tumbuh Kembang

Bayi yang lahir secara prematur berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang. Hal tersebut umumnya terjadi karena pertumbuhan dan perkembangan organ-organ yang dimilikinya memang belum sempurna. Umumnya, bayi yang lahir prematur mencapai tahap perkembangan lebih lambat daripada bayi seusianya yang lahir normal. Namun Moms tidak perlu khawatir karena setiap bayi memiliki tumbuh kembang yang berbeda.

Kelahiran prematur juga tidak menjadi halangan bagi anak untuk bisa meraih kesuksesan di masa depan. Ada banyak contoh anak yang terlahir prematur namun mereka bisa sangat sukses dan terkenal, misalnya Isaac Newton, Johannes Kepler, dan Albert Einstein. Yang penting, penuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil dengan sebaik-baiknya untuk tumbuh kembang optimal ya, Moms.

8. Kelahiran Prematur Bisa Dideteksi dan Dicegah

Meskipun kelahiran prematur bisa berisiko bagi ibu dan bayi, Moms tidak perlu cemas ataupun merasa ketakutan. Kelahiran prematur bisa dideteksi secara dini dan dicegah. Ibu hamil sangat dianjurkan untuk rutin melakukan kontrol kehamilan agar dapat mendeteksi penyakit kronis yang diderita dan membahayakan kondisi Anda juga bayi dalam kandungan. Penyakit kronis seperti hipertensi kehamilan, diabetes melitus, dan infeksi, dapat dideteksi dari pemeriksaan rutin saat kontrol kandungan. (M&B/SW/Dok. Freepik)