Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Buat Moms yang menjalani persalinan pervaginam atau persalinan normal, robekan pada area perineum (area antara vagina dan anus) adalah hal yang sangat umum terjadi. Robekan ini, baik yang terjadi secara alami maupun melalui tindakan episiotomi, memerlukan jahitan agar jaringan dapat menyatu dan pulih kembali. Wajar jika Moms sedikit cemas atau bahkan bingung memikirkan seperti apa bentuk miss v setelah dijahit.
Secara umum, bentuk miss V setelah dijahit (episiotomi) umumnya akan terlihat kemerahan, bengkak, dan terasa nyeri pada awalnya. Seiring berjalannya waktu (sekitar 6-12 minggu), jaringan akan pulih, bengkak berkurang, dan bentuknya akan mendekati kondisi semula. Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai bentuk jahitan vagina setelah melahirkan normal.
Bentuk jahitan vagina setelah melahirkan normal
Saat membayangkan bentuk jahitan pada area sensitif, wajar jika muncul rasa ngeri atau khawatir. Sebenarnya, bentuk jahitan vagina setelah melahirkan normal sangat bergantung pada tingkat keparahan robekan. Dokter atau bidan biasanya menggunakan benang jahit yang dapat menyerap sendiri (dissolvable stitches), sehingga Moms tidak perlu kembali ke rumah sakit khusus untuk melepas benang tersebut.
Pada hari-hari pertama setelah persalinan, area jahitan akan terlihat membengkak dan kemerahan. Jika Moms mencoba menyentuhnya secara perlahan saat membersihkan diri, area tersebut mungkin terasa sedikit menonjol, bergelombang, atau kencang. Benang jahitan juga bisa terasa sedikit kasar jika tersentuh. Pembengkakan ini adalah respons alami tubuh yang sedang mengalirkan darah ekstra ke area tersebut untuk memperbaiki jaringan yang terluka.
Seiring berjalannya waktu, pembengkakan akan mereda. Jaringan yang tadinya terasa kaku akan mulai melunak dan menyatu kembali dengan kulit sekitarnya. Bekas luka mungkin akan menyisakan sedikit tekstur yang berbeda dibandingkan kulit aslinya, tetapi hal ini sangat normal. Tubuh Anda telah melakukan keajaiban dengan melahirkan kehidupan baru, dan bekas luka ini hanyalah tanda kecil dari kekuatan luar biasa tersebut.
Berapa lama jahitan di vagina sembuh?
Setiap perempuan memiliki kondisi tubuh yang unik, sehingga waktu pemulihan bisa berbeda-beda. Namun, secara umum, rasa nyeri dan pembengkakan paling parah akan berangsur membaik dalam waktu 7-10 hari pertama setelah persalinan.
Jaringan kulit luar biasanya akan menyatu dan sembuh dalam waktu 2-3 minggu. Sementara itu, benang jahit yang digunakan akan larut dengan sendirinya dalam waktu 1-2 bulan. Beberapa perempuan mungkin menemukan serpihan kecil benang di pakaian dalam atau pembalut nifas mereka pada minggu-minggu pertama; ini adalah proses pelarutan yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan.
Penyembuhan total pada jaringan otot dan lapisan yang lebih dalam bisa memakan waktu hingga beberapa bulan. Penting buat Moms untuk mendengarkan sinyal tubuh Anda. Jika tubuh meminta istirahat, jangan memaksakan diri untuk langsung kembali ke rutinitas yang padat.
Baca juga: Kapan Jahitan Setelah Melahirkan Normal Sembuh Total?
Faktor yang memengaruhi kecepatan pemulihan
Kecepatan penyembuhan jahitan sangat dipengaruhi oleh gaya hidup dan perawatan harian Moms. Nutrisi yang baik, hidrasi yang cukup, dan tingkat stres yang terkelola dengan baik berperan penting. Pastikan Moms mengonsumsi makanan kaya protein, vitamin C, dan zinc untuk membantu pembentukan jaringan baru.
Selain itu, ada beberapa langkah yang bisa Moms lakukan di rumah untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan area jahitan, yakni:
1. Menjaga kebersihan area intim
Bilas area kewanitaan menggunakan air hangat atau cairan antiseptik ringan yang disarankan dokter setiap kali selesai buang air kecil atau besar. Keringkan dengan cara menepuk-nepuk lembut menggunakan handuk bersih atau tisu berbahan lembut, dari arah depan ke belakang. Hindari menggosok area jahitan agar tidak memicu iritasi.
2. Rutin mengganti pembalut nifas
Gantilah pembalut nifas setiap 3-4 jam sekali, atau lebih sering jika darah nifas sedang banyak. Lingkungan yang lembap dapat memperlambat penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi.
3. Mencegah sembelit
Rasa takut saat buang air besar pertama kali setelah melahirkan adalah hal yang sering dikeluhkan banyak perempuan. Untuk mencegah sembelit dan mengurangi tekanan pada jahitan saat mengejan, perbanyak konsumsi makanan berserat seperti pepaya, sayuran hijau, dan gandum utuh. Minum air putih minimal dua liter sehari juga sangat membantu.
Baca juga: Begini Cara Mengeringkan Luka Jahitan setelah Melahirkan dengan Aman
Waspada tanda-tanda infeksi
Terkadang jahitan bisa mengalami infeksi. Moms perlu segera berkonsultasi dengan dokter jika menemukan tanda-tanda berikut ini.
- Rasa nyeri yang justru makin memburuk dari hari ke hari, bukan mereda
- Muncul bau yang sangat menyengat dan tidak sedap dari area vagina
- Adanya nanah atau cairan berwarna hijau/kekuningan dari bekas jahitan
- Demam menggigil atau suhu tubuh meningkat drastis
- Jahitan terasa terbuka atau robek kembali.
Itulah penjelasan mengenai bagaimana bentuk miss v setelah dijahit saat melahirkan normal. Menjalani peran baru sebagai seorang ibu sekaligus memulihkan diri secara fisik memang bukan hal yang mudah. Namun, tak usah risau. Nikmati momen bonding bersama buah hati sambil tetap menjaga kesehatan Anda, Moms. (MB/SW/RF/Foto: Freepik)
