BUMP TO BIRTH

Hati-hati, Kosmetik Bumil Bisa Berdampak pada Berat Lahir Anak



Setiap perempuan tentunya ingin selalu terlihat cantik dan tampil dengan versi terbaik dari dirinya. Salah satu cara untuk terlihat cantik tentu saja dengan menggunakan kosmetik atau riasan wajah. Karena itu, tak heran jika kosmetik menjadi salah satu teman terbaik bagi perempuan. Hal yang sama juga berlaku bagi perempuan yang sedang hamil.

Namun, bolehkah ibu hamil memakai kosmetik? Banyak pendapat yang mengatakan bahwa ibu hamil sebaiknya tidak memakai kosmetik, karena hal tersebut dikhawatirkan bisa berdampak pada perkembangan janin. Tetapi apakah pedapat itu benar?

Penggunaan Kosmetik pada Ibu Hamil Menurut Penelitian

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Helmhotz Research Institute di Leipzig, Jerman, menemukan bahwa ibu hamil yang menggunakan makeup cenderung melahirkan anak dengan berat badan berlebih. Anak akan cenderung mengalami obesitas di 8 tahun awal kehidupannya. Penelitian ini juga menyatakan bahwa hal ini cenderung terjadi pada anak perempuan.

Penyebabnya, bahan kimia tertentu, yakni butyl paraben (BuP), pada kosmetik ternyata bisa melewati rahim. BuP bisa meresap ke dalam tubuh melalui kulit, lalu melewati plasenta dan meningkatkan risiko berbahaya pada perkembangan janin di dalam kandungan.

BuP merupakan bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet karena kemampuannya untuk mencegah bakteri dan jamur berkembang biak. Bahan kimia ini sering ditemukan pada makeup yang tahan lama, seperti foundation maupun lipstick. Selain itu, BuP juga bisa kita temukan pada berbagai produk lain, seperti pelembap kulit, sampo, dan produk makanan.

Penelitian yang dimuat pada jurnal Nature Communication ini meneliti kehamilan 629 ibu yang terjadi pada rentang waktu 2006-2008. Kemudian para peneliti memeriksa tinggi dan berat badan anak setelah lahir hingga usianya mencapai 8 tahun. Hasilnya, ibu yang menggunakan kosmetik mengandung BuP memiliki anak yang cenderung berlebihan berat badan di awal kehidupannya, dengan tren yang lebih kuat pada anak perempuan.

Pada studi lanjutan yang dilakukan pada tikus, para peneliti juga menemukan bahwa anak tikus yang terpapar BuP cenderung memiliki lebih banyak lemak tubuh, daripada yang tidak. Menurut para peneliti studi ini, janin yang terpapar paraben secara berlebihan berisiko untuk mengalami obesitas ketika sudah melewati masa balita.

Paraben dapat memengaruhi kinerja gen yang mengatur asupan makan di otak. Pada kondisi normal, leptin (gen pengontrol asupan makan) mampu meregulasi berat badan dengan menyeimbangkan makan. Paparan paraben dapat merusak fungsi leptin, sehingga membuat kesulitan untuk berhenti makan.

Yang perlu Moms Perhatikan saat Menggunakan Kosmetik

Saat membeli atau menggunakan kosmetik, Moms perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:

• Kosmetik tidak mengandung bahan-bahan kimia berbahaya, seperti paraben dan lain sebagainya.

• Beli kosmetik di departement store atau toko yang memang biasa menjual produk kosmetik asli.

• Jangan menggunakan produk kosmetik atau perawatan wajah yang tidak jelas mereknya.

• Jangan tergiur hasil yang instan atau berlebihan, misalnya bisa membuat kulit wajah sangat putih hanya dalam beberapa hari saja.

• Cek tanggal kedaluwarsa kosmetik.

• Simpan kosmetik dengan wadah yang tertutup rapat dan di tempat dengan suhu yang tepat agar komposisinya tidak rusak.(Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)