Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Penggunaan alat kontrasepsi seperti IUD (Intrauterine Device) umumnya difokuskan pada wanita sebagai pemakainya. Namun, tidak sedikit pasangan yang bertanya-tanya mengenai efek KB IUD bagi suami, terutama terkait kenyamanan saat berhubungan intim maupun dampak psikologis dalam hubungan rumah tangga.
Meskipun IUD dipasang di dalam rahim wanita dan tidak mempengaruhi fungsi seksual pria secara langsung, pemahaman bersama tentang efek samping atau potensi ketidaknyamanan tetap penting untuk menjaga keharmonisan pasangan.
Dalam beberapa kasus, suami mungkin merasakan benang IUD saat berhubungan, meskipun hal ini jarang terjadi dan biasanya tidak menimbulkan masalah serius. Lebih dari sekadar aspek fisik, efek IUD terhadap suami juga bisa berkaitan dengan persepsi, kekhawatiran, atau kurangnya informasi tentang alat kontrasepsi ini. Karena itu, komunikasi terbuka serta edukasi menjadi kunci utama agar pasangan bisa merasa aman dan saling mendukung dalam penggunaan KB IUD.
Baca juga: 7 Tanda Anda Tidak Cocok Memakai IUD atau KB Spiral
Apa itu KB IUD?
KB IUD (Intrauterine Device) adalah alat kontrasepsi jangka panjang berbentuk kecil seperti huruf T yang dimasukkan ke dalam rahim wanita untuk mencegah kehamilan. Terdapat dua jenis IUD, yaitu IUD tembaga yang bekerja tanpa hormon dan IUD hormonal yang melepaskan hormon progestin untuk mencegah pembuahan.
Metode ini sangat efektif, dengan tingkat keberhasilan lebih dari 99%, dan dapat bertahan 5-10 tahun tergantung jenisnya. Salah satu keunggulan utama KB IUD adalah praktis karena tidak perlu diingat setiap hari seperti pil KB, serta bisa dilepas kapan saja bila pasangan ingin merencanakan kehamilan. Proses pemasangannya pun dilakukan tenaga medis profesional dan umumnya memerlukan waktu hanya beberapa menit.
Bagaimana cara kerja KB IUD?
KB IUD bekerja dengan cara mencegah kehamilan melalui dua mekanisme utama, tergantung jenisnya. Pada IUD tembaga, alat ini melepaskan ion tembaga yang bersifat spermisida, sehingga menciptakan lingkungan di dalam rahim yang tidak ramah bagi sperma dan menghambat pergerakannya menuju sel telur.
Sementara itu, IUD hormonal melepaskan hormon progestin secara perlahan yang berfungsi menebalkan lendir di leher rahim agar sperma sulit masuk, serta menipiskan lapisan rahim sehingga sel telur yang dibuahi tidak bisa menempel. Beberapa jenis IUD hormonal juga dapat menghentikan ovulasi. Kedua jenis IUD ini sangat efektif sebagai kontrasepsi jangka panjang dan tidak mengganggu kesuburan setelah dilepas.
Baca juga: Moms, Cara-Cara Berikut Ini bisa Menunda Kehamilan
5 efek KB IUD bagi suami
1. Akan terasa ada senar atau benang saat berhubungan seks
Dilansir dari Health, salah satu efek KB IUD bagi suami adalah kemungkinan besar akan terasa ada senar atau benang saat berhubungan seks. Senar atau benang ini memiliki tekstur yang tipis tapi panjang. Senar atau benang ini merupakan bagian dari alat KB IUD, bukan alat KB spiral utama. Bagi sebagian laki-laki, hal tersebut mungkin bisa menyebabkan rasa tidak nyaman jika bersentuhan secara langsung dengan penis.
2. Butuh waktu untuk beradaptasi
KB IUD dipasang untuk mencegah kehamilan, di mana alat berbentuk huruf T ini akan dipasangkan ke dalam rahim. Memasukkan benda asing ke dalam rahim tentu membuat tubuh Moms terasa tidak nyaman. Namun, tak hanya Anda, Dads juga butuh waktu untuk beradaptasi, sampai hubungan seks kembali terasa nyaman.
3. Bisa menurunkan kepuasan seksual
Adanya KB IUD juga bisa menurunkan kepuasan seksual suami. Kondisi ini bisa terjadi karena KB IUD yang terpasang di dalam rahim mungkin saja akan terasa cukup mengganggu, terutama saat hubungan seks berlangsung, sehingga kepuasan seksual pasangan Anda bisa saja menurun.
4. Bisa melakukan hubungan seks secara spontan
Tak selalu berdampak negatif, KB IUD bagi sebagian orang justru dianggap tidak merepotkan, terutama jika dibandingkan dengan KB suntik atau KB pil. Dengan begitu, Moms dan Dads bisa melakukan hubungan seks kapan saja tanpa takut hamil, karena KB IUD sudah terpasang di dalam tubuh.
5. Merasa tenang dalam segi psikologis
Menggunakan KB IUD bisa menurunkan peluang kehamilan. Pasalnya, alat ini akan mencegah sekaligus mengubah cara sperma bergerak, sehingga kemampuan untuk meraih sel telur pun akan menurun. Dari sisi psikologis, hal ini bisa membuat suami merasa tenang, karena bisa melakukan hubungan seks tanpa khawatir akan terjadi pembuahan atau kehamilan.
Baca juga: Kapan Boleh KB Setelah Operasi Caesar? Sesuaikan dengan Jenis KB-nya, Moms!
Bagaimana agar IUD tidak mengganggu hubungan seks?
Moms dan Dads mungkin bertanya-tanya, bagaimana cara agar KB IUD tidak mengganggu hubungan seks. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai langkah pencegahannya.
1. Sebelum menggunakan KB IUD, ukur panjang rahim terlebih dahulu. Jika rongga rahim kurang dari 6 cm atau lebih dari 9 cm, sebaiknya pilih alat kontrasepsi lainnya, agar senar atau benang IUD tidak mengganggu saat berhubungan seks.
2. Apabila senar IUD terasa mengganggu, lakukan kontrol dan mintalah dokter untuk memotong senar tersebut.
3. Lakukan kontrol rutin ke dokter 3 bulan hingga 1 tahun sekali. Ini bertujuan agar hubungan seks Anda tidak terkendala.
Itulah penjelasan mengenai efek KB IUD bagi suami. Komunikasi terbuka serta edukasi menjadi kunci utama agar Anda dan pasangan bisa merasa aman dan saling mendukung dalam penggunaan KB IUD. (M&B/Ayu/SW/Foto: Reproductive Health Supplies Coalition/Unsplash)