BUMP TO BIRTH

Bahayakah Jika Jatuh saat Hamil Tapi Tidak Pendarahan? Ini Penjelasannya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Kehamilan adalah perjalanan yang penuh kebahagiaan sekaligus tantangan. Perubahan bentuk tubuh dan ketidaknyamanan, seperti mual muntah, menjadi risiko kehamilan yang sering dialami ibu hamil. Salah satu risiko yang juga menjadi kekhawatiran banyak bumil adalah terjatuh saat hamil, karena dapat menyebabkan pendarahan. Lalu, apa yang harus dilakukan jika bumil jatuh?

Kehamilan terkadang memang bisa memengaruhi keseimbangan bumil. Apalagi bila usia kehamilan sudah makin besar. Kurang berhati-hati bisa saja menyebabkan bumil jatuh. karena itu penting buat bumil untuk selalu berhati-hati, baik di dalam maupun di luar rumah guna mencegah risiko terjatuh.

Baca juga: Perut Tergencet saat Hamil, Bahaya Enggak sih buat Janin?

Bahayakah jatuh saat hamil?

Saat jatuh, bumil berisiko mengalami cedera baik pada dirinya sendiri maupun janin yang dikandungnya. Selain itu, jatuh bisa menyebabkan trauma fisik yang dapat memengaruhi kesehatan kehamilan secara keseluruhan.

Risiko cedera yang mungkin terjadi bila jatuh saat hamil di antaranya adalah keseleo, patah tulang, hingga masalah yang lebih serius, seperti gangguan pada plasenta. Kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi yang membahayakan kehamilan.

Jika Anda terjatuh selama trimester 1 atau awal trimester 2, segera periksakan kondisi tubuh Anda dengan dokter. Jelaskan mengapa Anda terjatuh dan gejala apa yang Anda alami ya, Moms.

Melansir Mayo Clinic, Anda sebaiknya segera ke rumah sakit bila mengalami hal-hal berikut ini setelah terjatuh.

  • Melihat darah atau cairan lain keluar dari vagina
  • Merasakan nyeri di dalam atau di sekitar rahim
  • Mengalami kontraksi
  • Tidak merasakan gerakan janin.

Sementara itu, jatuh yang terjadi di akhir trimester 2 dan trimester 3 bisa lebih berbahaya. Apalagi jika Anda jatuh dalam posisi tengkurap atau jika perut Anda terbentur sesuatu saat jatuh. Jatuh dalam kondisi seperti itu bisa menyebabkan kontraksi atau kehilangan cairan ketuban. Plasenta juga dapat terpisah dari dinding rahim. Kondisi ini disebut solusio plasenta yang bisa menyebabkan pendarahan hebat.

Jika mengalami kontraksi setelah terjatuh, Anda mungkin perlu dirawat di rumah sakit selama 24 jam. Hal ini dilakukan agar dokter dapat memastikan kondisi kesehatan Anda dan janin. Meskipun jarang terjadi, jika bumil terjatuh pada trimester 3 dan menyebabkan cedera serius, operasi caesar darurat dapat dipertimbangkan.

Baca juga: Bahayakah Pendarahan yang Muncul saat Hamil 9 Bulan? Ini Penjelasannya

Bagaimana jika jatuh saat hamil tapi tidak pendarahan?

Jika bumil jatuh, tapi tidak mengalami pendarahan, kondisi ini umumnya tidak berbahaya, terutama jika jatuhnya ringan dan tidak langsung mengenai area perut. Janin terlindungi dengan baik oleh rahim dan cairan ketuban, yang berfungsi sebagai peredam benturan.

Namun demikian, tetap penting untuk memantau kondisi tubuh dan gerakan janin, serta memperhatikan tanda-tanda seperti nyeri perut, kram, kontraksi, pusing, atau perubahan pada gerakan janin (jika usia kehamilan sudah memungkinkan merasakannya). Meskipun tidak ada pendarahan, konsultasi dengan dokter tetap disarankan, terutama jika bumil merasa tidak nyaman atau khawatir, guna memastikan tidak ada trauma tersembunyi pada kandungan.

Apa yang harus dilakukan jika ibu hamil terpeleset?

Jika bumil terpeleset, langkah pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan segera memeriksa kondisi tubuh, apakah ada rasa nyeri, perdarahan, atau luka yang serius. Jatuh ringan umumnya tidak membahayakan janin karena janin dilindungi oleh cairan ketuban dan dinding rahim, terutama di awal kehamilan.

Namun, jika terjadi perdarahan, nyeri perut, kontraksi, gerakan janin berkurang, atau jatuh mengenai perut secara langsung, segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi bumil dan janin tetap aman. Setelah kejadian, penting bagi bumil untuk beristirahat dan menghindari aktivitas berat agar tidak terjadi cedera berulang.

Baca juga: 5 Aktivitas Fisik Berat Penyebab Keguguran yang Harus Diwaspadai

Tips mencegah jatuh saat hamil

Mengingat bahaya yang bisa terjadi bila Anda jatuh saat hamil, Moms sebaiknya selalu waspada terhadap lingkungan sekitar. Beberapa cara mencegah jatuh saat hamil, yaitu:

  • Gunakan alas kaki yang nyaman
  • Hindari permukaan yang licin
  • Perhatikan langkah saat berjalan di tangga atau permukaan yang tidak rata
  • Menghindari lingkungan yang tidak aman, seperti tempat yang penuh sesak
  • Pastikan pencahayaan di rumah memadai
  • Singkirkan barang-barang yang berpotensi menyebabkan tersandung
  • Bergerak perlahan, terutama saat bangun dari posisi duduk atau tidur.

Nah, itulah penjelasan mengenai potensi bahaya bila bumil terjatuh tapi tidak ada pendarahan. Untuk itu, pastikan Moms selalu menjaga keselamatan diri Anda dan janin di dalam kandungan! (M&B/RF/Foto: Pexels)