BUMP TO BIRTH

Tak Usah Khawatir! Ini Cara Mengatasi Stretch Mark Selama Kehamilan


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Salah satu masalah umum yang sering dihadapi ibu hamil adalah stretch mark. Garis-garis yang muncul ini memang tidak berbahaya, tapi bisa membuat sebagian besar Moms merasa kurang nyaman. Mau tahu cara mengatasinya?

Stretch mark, atau dalam bahasa medis disebut striae gravidarum, adalah guratan-guratan yang biasanya muncul di permukaan kulit akibat peregangan mendadak. Warna dari stretch mark umumnya bervariasi, mulai dari ungu, merah muda, hingga putih, tergantung pada warna kulit dan tahap perkembangannya. Stretch mark paling sering muncul di area tubuh, seperti perut, paha, pinggul, payudara, dan lengan.

Pada kehamilan, stretch mark menjadi hal yang sangat umum. Penelitian menunjukkan bahwa hingga 90% bumil mengalami stretch mark, biasanya pada trimester kedua dan ketiga.

Penyebab stretch mark selama kehamilan

Stretch mark terbentuk ketika kulit meregang lebih cepat daripada kemampuan alaminya untuk menyesuaikan diri. Saat kulit meregang, lapisan tengah kulit (dermis) bisa mengalami robekan kecil, sehingga memperlihatkan jaringan di bawahnya. Berikut ini beberapa faktor yang bisa menyebabkan stretch mark selama kehamilan.

1. Perubahan berat badan

Selama kehamilan, kenaikan berat badan yang cepat membuat kulit harus meregang lebih cepat daripada biasanya. Ini menjadi salah satu pemicu utama stretch mark.

2. Perubahan hormon

Hormon kehamilan, seperti kortisol, bisa memengaruhi elastisitas kulit, sehingga kulit jadi lebih rentan mengalami kerusakan saat meregang.

3. Genetika

Faktor genetik juga memainkan peran penting. Jika ibu Anda mengalami stretch mark selama kehamilan, maka kemungkinan besar Anda juga bisa mengalaminya, Moms.

4. Jenis kulit

Kulit yang lebih kering atau kurang elastis cenderung lebih mudah mengalami stretch mark dibandingkan kulit yang terhidrasi dengan baik.

Cara mencegah stretch mark

Walau stretch mark sering kali sulit dihindari sepenuhnya, ada beberapa cara yang bisa membantu mengurangi risiko atau keparahan guratan yang muncul, yaitu:

1. Rutin melembapkan kulit

Gunakan pelembap atau minyak yang kaya vitamin E dan shea butter secara rutin. Pelembap membantu menjaga elastisitas kulit dan mencegah kekeringan yang bisa memperburuk stretch mark. Bumil bisa aplikasikan pelembap setelah mandi saat kulit masih lembap untuk hasil yang lebih optimal.

2. Jaga pola makan sehat

Konsumsi makanan kaya vitamin C (seperti jeruk dan brokoli), vitamin E, zinc, dan protein. Nutrisi ini membantu memperkuat kolagen kulit dan mendukung regenerasi kulit. Beberapa contoh asupan sehat, misalnya alpukat, kacang-kacangan, ikan berlemak, dan bayam.

3. Minum air yang cukup

Jaga agar tubuh Anda tetap terhidrasi, Moms! Kulit yang terhidrasi dengan baik lebih elastis dan kurang rentan terhadap kerusakan. Usahakan untuk minum setidaknya 8 gelas air setiap hari.

4. Olahraga ringan

Aktivitas fisik ringan, seperti yoga prenatal atau jalan santai, tidak hanya membantu sirkulasi darah, tapi juga mendukung elastisitas kulit Anda.

5. Kontrol berat badan

Kenaikan berat badan selama kehamilan adalah hal yang normal, tapi usahakan agar kenaikannya stabil sesuai rekomendasi dokter untuk mencegah peregangan kulit yang berlebihan.

Mengurangi tampilan stretch mark

Jika stretch mark sudah muncul, jangan khawatir, Moms! Berikut ini beberapa cara yang bisa membantu mengurangi tampilannya.

1. Krim dan gel pengurang stretch mark

Banyak produk di pasaran yang diformulasikan khusus untuk memudarkan stretch mark. Pilihlah produk yang mengandung retinoid, asam hialuronat, atau Centella asiatica untuk membantu regenerasi kulit. Namun, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan krim retinoid jika Anda sedang menyusui, Moms.

2. Perawatan dermatologi

Jika Moms mencari solusi yang lebih intensif, beberapa perawatan dermatologi seperti terapi laser, mikrodermabrasi, atau microneedling bisa membantu meningkatkan tekstur kulit dan memudarkan stretch mark.

3. Minyak alami

Penggunaan minyak alami seperti minyak argan, minyak kelapa, atau minyak zaitun juga bisa membantu melembapkan dan memperbaiki kondisi kulit secara bertahap.

Baca juga: Manfaat Minyak Zaitun untuk Stretch Mark dan Cara Menggunakannya yang Tepat

4. Eksfoliasi secara rutin

Mengangkat sel-sel kulit mati melalui eksfoliasi dapat meningkatkan proses regenerasi kulit. Gunakan scrub ringan yang aman untuk kulit selama kehamilan.

Baca juga: Cuma Bisa Pudar, Ini Perbedaan Stretch Mark Merah dan Putih

Stretch mark selama kehamilan adalah hal wajar dan sering kali tidak bisa sepenuhnya dicegah. Namun, dengan perawatan kulit yang tepat, makanan bergizi, dan hidrasi yang cukup, Moms bisa tetap menjaga kesehatan kulit Anda sepanjang kehamilan. (M&B/AY/WR/Foto: Pch.vector/Freepik)