Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Ketika mendengar istilah darah manis, sebagian dari kita mungkin membayangkan istilah ini hanya sekadar mitos atau buah bibir masyarakat. Namun, darah manis pada anak merupakan kondisi nyata yang memengaruhi kesehatan kulit Si Kecil.
Istilah darah manis pada anak merujuk pada kondisi di mana anak cenderung lebih sering digigit serangga dan reaksinya pada gigitan bisa lebih parah dibandingkan orang lain.Yuk, pahami lebih jauh terkait darah manis pada anak berkut ini, Moms!
Apa itu darah manis pada anak?
Darah manis secara medis tidak memiliki definisi yang baku karena istilah ini lebih populer dalam masyarakat dibandingkan di ranah medis. Namun, istilah ini umumnya menggambarkan kondisi kulit anak yang sensitif terhadap gigitan serangga.
Anak dengan kondisi ini sering kali mengalami bekas gigitan yang membengkak, berwarna merah, serta gatal yang terasa lebih lama dibandingkan anak lainnya.
Selain itu, reaksi kulit yang berlebihan ini sering dikaitkan dengan pembengkakan yang mungkin terinfeksi jika digaruk. Beberapa orang percaya bahwa darah manis pada anak dipicu oleh faktor tertentu, seperti komposisi tubuh yang lebih “disukai” serangga.
Meski darah manis biasanya tidak berbahaya, kondisi ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan, terutama bagi anak yang mungkin sulit menahan diri untuk tidak menggaruk area gigitan. Dalam beberapa kasus, luka akibat gigitan bahkan bisa menyebabkan infeksi kulit yang memerlukan penanganan medis.
Baca juga: 5 Penyakit Akibat Gigitan Kutu Binatang pada Anak
Penyebab darah manis pada anak
Beberapa faktor dikenal memicu darah manis pada anak. Berikut ini beberapa penyebab utamanya, Moms.
1. Kulit yang sensitif
Anak dengan kulit yang sensitif memiliki reaksi lebih besar terhadap protein yang disuntikkan serangga ketika menggigit. Protein ini dapat memicu respons imun tubuh, yang mengakibatkan peradangan dan rasa gatal.
2. Kondisi lingkungan
Serangga, seperti nyamuk, umumnya lebih tertarik pada lingkungan yang lembap atau hangat. Jika seorang anak sering bermain di luar ruangan atau tinggal di area beriklim tropis, risiko gigitan serangga juga meningkat.
3. Faktor genetik
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas terhadap gigitan serangga dapat diwariskan. Jika orang tua memiliki riwayat reaksi kulit yang lebih sensitif terhadap gigitan, kemungkinan anak juga mengalaminya.
Baca juga: 5 Tips Memilih Baju Bayi untuk Kulit Sensitif
4. Kondisi kulit yang memikat serangga
Serangga cenderung lebih tertarik pada aroma tertentu yang dihasilkan kulit, seperti keringat. Selain itu, warna pakaian yang cerah diketahui dapat menarik perhatian serangga.
5. Faktor metabolisme
Keberadaan karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan tubuh juga bisa menarik serangga, terutama ketika anak aktif atau bermain. Metabolisme yang cepat sering kali membuat anak memproduksi lebih banyak CO2.
Gejala darah manis pada anak
Identifikasi dini adalah langkah penting untuk mengelola darah manis pada anak. Ini beberapa gejala umum darah manis pada anak yang dapat dikenali.
- Bekas gigitan membesar: Area gigitan serangga lebih besar daripada biasanya, sering kali disertai dengan pembengkakan.
- Kemerahan dan gatal berlebih: Gigitan menyebabkan kulit jadi sangat merah, terasa panas, dan gatal yang sulit diabaikan.
- Bekas luka yang sulit hilang: Setelah gigitan sembuh, bekas kehitaman atau kemerahan sering kali tertinggal pada kulit anak.
- Infeksi sekunder: Jika anak terus menggaruk bekas gigitan, risiko infeksi kulit seperti impetigo jadi lebih tinggi.
- Ruam pada area tubuh lain: Kadang-kadang, ruam lain muncul di area tubuh yang tidak terkena gigitan, terutama jika anak memiliki alergi terhadap gigitan serangga.
Baca juga: 6 Cara Mengatasi Ruam pada Kulit Bayi dengan Aman
Cara mengatasi darah manis pada anak
Meskipun tidak ada pengobatan spesifik untuk darah manis, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengurangi risiko gigitan dan meredakan gejalanya.
1. Gunakan losion atau krim antiserangga
Aplikasikan losion antiserangga berbahan alami atau sesuai anjuran dokter untuk melindungi kulit anak ketika sedang bermain di luar. Pastikan Moms memilih produk yang aman untuk anak dan efektif menghalau serangga.
2. Berikan pakaian pelindung
Berikan anak pakaian berlengan panjang dan celana panjang saat bermain di area yang banyak serangga. Bahkan, kaus kaki juga bisa membantu mengurangi gigitan di area kaki.
3. Bersihkan lingkungan rumah
Pastikan lingkungan sekitar anak tetap bersih dan bebas genangan air. Genangan adalah tempat ideal nyamuk untuk berkembang biak.
4. Hindari menggaruk gigitan
Ajarkan anak untuk tidak menggaruk area gigitan agar terhindar dari infeksi. Jika gatal sulit ditahan, cobalah gunakan kompres dingin untuk meredakannya.
5. Gunakan obat gatal yang aman
Jika gatal makin parah, gunakan salep antihistamin atau krim hydrocortisone sesuai saran dokter untuk mengurangi peradangan dan rasa gatal. Gunakan salep sesuai anjuran penggunaan ya, Moms.
6. Konsultasikan dengan dokter
Jika gejala makin berat, seperti muncul tanda infeksi (nanah atau demam), segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Itulah informasi terkait darah manis pada anak yang perlu Moms ketahui. Meski terkesan sepele, masalah kulit ini perlu diatasi dengan tepat agar tidak menimbulkan masalah kesehatan lebih serius. (M&B/AY/RF/Foto: Freepik)