Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Sebagai orang tua, kita sering kali merasa takjub saat Si Kecil belajar menggenggam, menyusun balok, atau menggambar garis pertamanya. Aktivitas-aktivitas sederhana ini sebenarnya adalah bagian penting dari perkembangan motorik halus anak yang memainkan peran vital dalam tumbuh kembang Si Kecil.
Perkembangan motorik halus anak mengacu pada keterampilan melakukan gerakan kecil yang melibatkan koordinasi antara otot-otot kecil, seperti jari, tangan, dan pergelangan tangan anak. Kemampuan ini penting untuk aktivitas sehari-hari seperti menulis, mengancingkan baju, atau bahkan makan dengan sendok.
Nah, berikut ini tahapan perkembangan motorik halus anak dan cara sederhana yang bisa Moms lakukan untuk membantu Si Kecil. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, Moms!
Tahapan perkembangan motorik halus anak
1. Usia 0-6 bulan
Pada tahap ini, anak mulai menguasai refleks dasar seperti menggenggam serta koordinasi tangan dan mulut. Di tahap ini, Si Kecil sudah mulai mencoba memahami apa yang ada di sekitarnya.
2. Usia 6-12 bulan
Di usia ini, perkembangan motorik halus Si Kecil mulai lebih terlihat dan terarah. Beberapa pencapaian yang muncul misalnya adalah memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya, menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk menjepit benda kecil, dan Si Kecil mulai menepuk tangan atau melambai.
Baca juga: Perkembangan Motorik Halus Bayi 0-12 Bulan
3. Usia 1-3 tahun
Di usia 1-3 tahun, Si Kecil akan lebih mandiri dalam bereksplorasi. Ia mulai melakukan aktivitas seperti membalik halaman buku satu per satu, membangun menara balok, maupun menggambar garis dengan pensil atau krayon.
4. Usia 3-5 tahun
Fase ini sering kali melibatkan peningkatan kemampuan koordinasi mata dan tangan yang lebih kompleks, contohnya merobek kertas, mengancingkan baju, dan menulis huruf maupun angka.
Cara mendukung perkembangan motorik halus anak
Untuk menstimulasi perkembangan motorik halus Si Kecil, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut ini, Moms.
1. Bermain dengan mainan bertekstur berbeda
Mainan seperti balok kayu, lilin mainan, atau pasir kinetik bisa membantu memperkuat otot-otot tangan anak. Selain itu, mainan yang memiliki tekstur yang berbeda bisa memberikan stimulasi sensorik Si Kecil.
Baca juga: 5 Pilihan Mainan Terbaik untuk Stimulasi Motorik Bayi
2. Gunakan aktivitas seni dan kerajinan tangan
Mengajak anak untuk menggambar, mewarnai, atau membuat kolase dari potongan kertas membantu Si Kecil untuk mengembangkan koordinasi mata dan tangan.
3. Libatkan anak dalam aktivitas harian
Kegiatan sehari-hari di rumah adalah cara yang luar biasa untuk melatih motorik halus anak, seperti memasukkan kancing ke lubangnya, merobek atau memotong sayuran, dan menuang air ke dalam gelas.
4. Permainan yang mengasah koordinasi tangan dan mata
Permainan seperti menyusun puzzle, bermain Lego, atau menyusun menara balok bisa membantu anak meningkatkan ketepatan tangannya.
5. Bacakan buku dan biarkan anak membalik halamannya
Meskipun terdengar sederhana, membalik halaman buku adalah latihan yang sangat baik untuk mengembangkan kekuatan jari dan koordinasi Si Kecil.
6. Bermain dengan pinset atau jepitan
Gunakan pinset atau jepitan besar untuk mengambil manik-manik atau benda kecil lainnya. Aktivitas ini bisa membantu memperkuat otot-otot kecil di tangan.
Itulah tahapan perkembangan motorik halus anak dan beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mendukungnya. Yang perlu diingat, setiap anak berkembang dengan kecepatannya masing-masing. Jadi, bersabarlah dalam membantunya dan nikmati prosesnya hingga anak sukses melakukannya, Moms. (M&B/AY/GP/Foto: Freepik)