Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Kemampuan bicara dan bahasa adalah keterampilan dasar yang penting untuk membantu anak dalam bersosialisasi, mengekspresikan diri, dan memahami lingkungan di sekitarnya. Namun, tidak semua anak berkembang dengan kecepatan yang sama dalam hal ini. Ada sejumlah tanda anak membutuhkan intervensi terapi bicara.
Dengan mengetahui tanda-tandanya, Moms bisa segera mencari solusi untuk mengatasi permasalahan bicara tersebut sehingga tumbuh kembang anak tetap berjalan optimal. Yuk, simak artikel ini sampai habis ya, Moms!
Tanda-tanda anak membutuhkan intervensi terapi bicara
Berikut ini beberapa indikasi anak mungkin memerlukan intervensi terapi bicara. Penting untuk diperhatikan bahwa perkembangan setiap anak berbeda-beda, tetapi jika Anda melihat tanda-tanda ini berlangsung lama, konsultasi dengan dokter anak dapat menjadi langkah bijak.
1. Kesulitan mengucapkan kata
Anak mungkin sulit mengucapkan kata-kata sederhana dengan benar sesuai usianya, misalnya:
- Di usia 2 tahun, anak hanya dapat mengucapkan beberapa kata yang bisa dipahami, meskipun umumnya ia sudah mulai mampu menggabungkan 2-3 kata menjadi kalimat sederhana.
- Anak sering mengganti atau menghilangkan huruf tertentu dalam kata, meskipun teman sebayanya sudah lebih akurat dalam bicara.
2. Tidak merespons instruksi sederhana atau saat namanya dipanggil
Jika anak sering kali tidak merespons saat namanya dipanggil atau menunjukkan kesulitan memahami instruksi sederhana, ini bisa menjadi tanda adanya keterlambatan dalam aspek bahasa reseptif.
3. Minim kosakata
Kosakata anak berkembang pesat seiring rentang usia tahun-tahun awalnya. Misalnya, seorang anak usia 18 bulan biasanya memiliki sekitar 50 kata aktif, sedangkan anak usia 24 bulan memiliki lebih dari 200 kata. Jika anak Anda tampak memiliki kosakata yang jauh lebih sedikit dari ini, hal tersebut mungkin memerlukan perhatian.
Baca juga: Tahapan Perkembangan Bicara Anak 1 Sampai 5 Tahun
4. Gangguan berbicara yang tidak wajar
Tanda anak butuh intervensi terapi bicara berikutnya adalah alur bicara anak terdengar aneh, tidak lancar, atau cadel secara berlebihan. Hal ini mungkin mengindikasikan adanya gangguan fonologis atau masalah lain yang lebih serius.
5. Ketidakmampuan membentuk kalimat
Di usia 3 tahun, anak biasanya sudah dapat menyusun kalimat sederhana seperti “Aku mau makan” atau “Itu bola biru.” Jika seorang anak hanya menggunakan kata tunggal atau tidak mampu menyusun kalimat sama sekali, ini bisa menjadi tanda keterlambatan bahasa ekspresif.
6. Masalah interaksi sosial
Masalah dalam bicara sering tumpang tindih dengan masalah interaksi sosial. Anak yang menghindari kontak mata, tidak terlibat dalam permainan bersama, atau terlihat kesulitan memahami konteks sosial mungkin memerlukan evaluasi menyeluruh yang mencakup kemampuan bicara dan komunikasi sosialnya.
Baca juga: Sebelum Terlambat, Ketahui Gejala Perilaku Antisosial Anak
7. Mengulang kata atau frasa (echolalia)
Jika anak cenderung mengulang kata atau frasa yang didengarnya, alih-alih membuat pernyataan sendiri, hal ini bisa menjadi tanda masalah komunikasi. Dalam beberapa kasus, ini mungkin terkait dengan gangguan perkembangan lainnya, seperti autisme.
Langkah yang harus dilakukan selanjutnya
Jika Anda mendeteksi salah satu atau beberapa tanda tersebut pada anak Anda, penting untuk segera mengambil tindakan, Moms. Berikut ini langkah-langkah yang dapat Anda lakukan.
1. Konsultasi dengan dokter anak atau terapis
Dokter anak dapat mengidentifikasi apakah anak membutuhkan evaluasi lebih lanjut. Mereka mungkin merujuk Si Kecil ke terapis bicara profesional atau spesialis tumbuh kembang anak.
Baca juga: Cara Memilih Dokter Anak yang Tepat untuk Keluarga Anda
2. Evaluasi menyeluruh
Seorang terapis bicara akan melakukan evaluasi mendalam untuk menentukan tingkat keterlambatan atau gangguan yang dialami Si Kecil. Ini mencakup observasi pengucapan, pemahaman bahasa, serta interaksi sosial anak.
3. Ikut serta dalam rencana terapi
Jika anak Anda direkomendasikan mengikuti terapi bicara, pastikan Moms memahami rencana yang dibuat oleh terapis. Dukung juga perkembangan anak di rumah dengan melibatkan aktivitas-aktivitas yang membantunya berbicara, seperti membaca bersama atau bernyanyi.
4. Bergabung dengan komunitas
Menghadapi tantangan ini bisa lebih mudah jika Moms terhubung dengan komunitas orang tua lain yang memiliki pengalaman serupa. Anda bisa saling berbagi cerita, bertukar tips, dan mendapatkan dukungan emosional.
Itulah beberapa tanda anak membutuhkan intervensi terapi bicara dan langkah yang harus dilakukan saat Si Kecil mengalaminya. Pastikan Moms segera berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan tumbuh kembang Si Kecil agar segala gangguan bicara pada anak bisa terdeteksi dini dan diatasi dengan tepat. (M&B/AY/RF/Foto: Denafi Sy/Pexels)