TODDLER

Moms, Ini Aturan Memberikan Dosis Parasetamol pada Anak


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Kesehatan anak merupakan prioritas utama bagi setiap orang tua. Ketika Si Kecil mengalami demam, nyeri, atau tidak merasa nyaman, parasetamol sering kali menjadi pilihan untuk meredakan gejala tersebut. Namun, Moms perlu tahu aturan memberikan dosis parasetamol yang tepat pada anak agar obat ini bekerja efektif sekaligus tetap aman untuk Si Kecil.

Parasetamol sendiri termasuk obat yang aman dan efektif jika digunakan sesuai dengan anjurannya. Namun, penggunaan yang tidak tepat, seperti overdosis atau underdosis, bisa berisiko bagi kesehatan anak. Dosis yang terlalu rendah mungkin tidak cukup untuk meredakan demam atau nyeri. Sebaliknya, memberikan dosis yang terlalu tinggi dapat membahayakan organ hati anak. Adapun parasetamol yang diberikan sesuai dosis umumnya aman dan minim efek samping.

Bagaimana memberikan dosis parasetamol yang tepat pada anak?

Saat memberikan parasetamol pada anak, berat badan anak sering kali menjadi patokan yang lebih akurat dibandingkan usianya. Dosis umum parasetamol untuk anak adalah 10-15 mg per kilogram berat badan setiap 4-6 jam, dengan maksimal 4 kali pemberian dalam sehari.

Contohnya, anak dengan berat 10 kg bisa diberikan dosis antara 100-150 mg per kali pemberian. Sedangkan anak dengan berat 20 kg bisa diberikan dosis antara 200-300 mg per kali pemberian.

Selain menggunakan berat badan anak, Anda dapat menggunakan panduan umum berikut berdasarkan usia, yakni:

  • Usia 0-3 bulan (berat 4-6 kg): 40-60 mg
  • Usia 4-11 bulan (berat 7-10 kg): 80-120 mg
  • Usia 1-2 tahun (berat 10-12 kg): 120-160 mg
  • Usia 2-3 tahun (berat 13-15 kg): 160-240 mg
  • Usia 4-5 tahun (berat 16-20 kg): 240-320 mg.

Namun, perlu diingat, Moms, setiap anak bisa memiliki kebutuhan spesifik, dan menggunakan berat badan adalah cara terbaik untuk menghitung dosis yang lebih akurat.

Baca juga: 7 Cara Ampuh yang Bisa Dicoba saat Anak Menolak Minum Obat

Parasetamol dalam berbagai bentuk sediaan

Parasetamol tersedia dalam berbagai bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan anak Anda, misalnya:

1. Sirup: Ini merupakan pilihan yang sangat populer untuk anak-anak, karena rasanya yang lebih disukai. Moms sebaiknya perhatikan konsentrasi parasetamol pada sirup (umumnya 120 mg/5 ml atau 250 mg/5 ml) saat menghitung dosis.

2. Tablet atau kapsul: Ini lebih cocok untuk anak yang lebih besar. Meskipun begitu, pastikan dosis satu tablet sesuai dengan kebutuhan anak ya, Moms.

3. Supositoria: Ini merupakan alternatif yang baik jika anak muntah atau mengalami kesulitan menelan.

Penting untuk diingat, selalu baca label pada kemasan untuk memastikan konsentrasi parasetamol dan gunakan alat takar seperti pipet atau sendok khusus (jangan gunakan sendok makan biasa) untuk menghindari dosis yang salah.

Tips memberikan parasetamol kepada anak

1. Ikuti petunjuk dokter atau label obat. Selalu prioritaskan rekomendasi dari dokter anak, terutama jika anak memiliki kondisi kesehatan tertentu.

2. Perhatikan waktu pemberian. Berikan dosis berikutnya minimal setelah 4-6 jam dari dosis sebelumnya.

3. Jangan campur dengan obat lain. Pastikan obat lain yang Anda berikan kepada anak tidak mengandung parasetamol. Hal ini untuk menghindari risiko overdosis.

4. Simpan di tempat yang aman. Jauhkan parasetamol dari jangkauan anak-anak untuk mencegah konsumsi yang tidak disengaja.

Kapan mesti ke dokter?

Meskipun parasetamol adalah obat yang umum digunakan, ada beberapa situasi di mana Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter, yakni:

  • Demam anak tidak turun setelah 3 hari pemberian parasetamol.
  • Anak mengalami reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, atau pembengkakan setelah minum parasetamol.
  • Anak menunjukkan gejala yang makin memburuk.
  • Anda tidak yakin dosis yang tepat untuk anak Anda.

Baca juga: 7 Makanan dan Minuman yang Bantu Turunkan Demam Anak

Itulah penjelasan mengenai dosis parasetamol anak. Selalu berikan obat ini sesuai dengan dosisnya agar aman dan minim efek samping, Moms. (M&B/AY/SW/Foto: User18526052/Freepik)