Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Makanan merupakan salah satu sumber utama nutrisi bagi anak. Namun, bagi sebagian orang tua, memilih makanan yang aman untuk anak bisa menjadi sebuah tantangan, terutama jika anak memiliki alergi makanan. Reaksi alergi bisa bervariasi dari yang ringan hingga serius, sehingga penting untuk Anda memilih makanan yang rendah alergen untuk Si Kecil.
Makanan rendah alergen adalah jenis makanan yang memiliki risiko rendah memicu reaksi alergi. Makanan ini biasanya mencakup bahan-bahan yang tidak mengandung alergen umum, seperti susu sapi, kacang, telur, gandum, ikan, kerang, dan kedelai. Mengetahui jenis makanan rendah alergen untuk anak bisa membantu Anda memilih yang lebih aman buat Si Kecil yang mungkin punya alergi makanan.
Manfaat memilih makanan rendah alergen untuk anak
Berikut ini beberapa manfaat memilih makanan rendah alergen buat anak Anda, Moms.
1. Mengurangi risiko reaksi alergi: Dengan menghindari bahan-bahan yang memicu alergi, Moms bisa mengurangi risiko gejala seperti ruam, sesak napas, atau gangguan pencernaan pada anak.
2. Mendukung pertumbuhan yang optimal: Pilihan makanan yang aman dan bernutrisi memastikan anak Anda tetap mendapatkan kebutuhan gizi yang penting tanpa berisiko terhadap kesehatan Si Kecil.
3. Meningkatkan rasa aman pada orang tua: Saat Anda tahu makanan tersebut aman, Anda tentunya bisa merasa lebih tenang saat Si Kecil makan ya, Moms.
Baca juga: Kenali Perbedaan Antara Pilek Infeksi dan Pilek Alergi
Tips memilih makanan rendah alergen untuk anak
1. Periksa label bahan makanan
Saat membeli makanan kemasan, baca labelnya dengan seksama. Berdasarkan peraturan kebijakan pangan, banyak produsen makanan mencantumkan informasi tentang alergen utama seperti susu, kacang, atau gandum di kemasannya. Carilah label seperti “Bebas alergi” atau “Free from” untuk memudahkan pencarian.
Hindari membeli produk tanpa daftar bahan lengkap. Pahami juga istilah atau nama alternatif bahan seperti casein untuk susu atau albumin untuk telur.
2. Mulailah dengan makanan sederhana
Jika Moms baru mulai memperkenalkan makanan baru untuk anak, pilihlah makanan yang sederhana dan alami. Buah-buahan dan sayuran segar, beras, atau daging tanpa bumbu merupakan pilihan aman yang jarang menyebabkan alergi pada anak.
Jika Anda mengenalkan makanan baru kepada Si Kecil, berilah jeda 3-5 hari. Ini bisa membantu Anda memantau apakah ada reaksi alergi yang dialami anak. Catat juga setiap jenis makanan yang diberikan dan efeknya pada anak.
3. Konsultasikan dengan dokter
Jika Moms khawatir Si Kecil memiliki risiko alergi makanan, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi. Mereka dapat memberikan saran berdasarkan riwayat kesehatan keluarga dan kebutuhan nutrisi Si Kecil. Tes alergi juga bisa dilakukan untuk mengetahui makanan apa saja yang perlu dihindari anak.
4. Gunakan bahan pengganti yang aman
Jika anak alergi terhadap salah satu makanan tertentu, pertimbangkan bahan pengganti yang lebih aman. Misalnya, Moms bisa ganti susu sapi dengan susu nabati seperti almond atau santan (pastikan anak tidak alergi kacang).
5. Masak sendiri di rumah
Memasak makanan sendiri bisa membantu Anda memastikan bahan-bahan yang digunakan. Hindari makanan instan atau restoran yang sering kali sulit untuk dipastikan bebas alergen. Pastikan juga Anda menyimpan bahan makanan rendah alergen secara terpisah dari bahan-bahan lainnya.
6. Informasikan kepada keluarga atau pengasuh
Bukan hanya Moms, anggota keluarga lain atau pengasuh perlu memahami tentang sensitivitas makanan anak Anda. Informasikan kepada mereka tentang daftar makanan yang harus dihindari dan tanda-tanda reaksi alergi untuk berjaga-jaga.
Baca juga: 7 Tips Penting Memilih Susu Formula untuk Bayi Alergi
Itulah penjelasan mengenai tips memilih makanan rendah alergen untuk anak. Dengan melakukan tips tersebut, Moms tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi anak, tapi juga memastikan Si Kecil tetap sehat. (M&B/AY/SW/Foto: Freepik)