Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Salah satu milestone penting dalam tumbuh kembang anak adalah keterampilan berbicara. Namun, jika anak Anda belum mulai berbicara sesuai usianya, wajar saja jika Moms merasa khawatir. Sebenarnya, ada banyak cara untuk membantu anak berbicara lebih cepat, termasuk dengan metode tradisional yang telah digunakan turun-temurun.
Kemampuan berbicara adalah bagian penting dari perkembangan anak secara keseluruhan. Meskipun begitu, setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda. Namun, jika Moms merasa Si Kecil belum lancar berbicara sesuai usianya, Anda bisa menstimulasinya dengan beberapa cara tradisional berikut ini.
Cara tradisional agar anak cepat bicara
1. Sering mengajak anak bicara
Komunikasi adalah kunci. Dalam budaya tradisional, orang tua perlu sering mengajak bayinya berbicara meskipun Si Kecil belum sepenuhnya mengerti atau mampu merespons. Moms bisa lakukan dengan bercerita tentang aktivitas yang sedang Anda lakukan kepada anak. Misalnya, “Mama sedang memasak sayur bayam. Ini makanan yang enak buat kamu.”
Jika anak mulai mengeluarkan suara seperti “Ba ba” atau “Da da”, Anda bisa merespons dengan menirukan suara tersebut dan menambahkannya, seperti “Ba-ba? Iya, ini bola untuk bermain.” Respons Moms akan mengajarkan anak bahwa komunikasi adalah kegiatan timbal balik.
Baca juga: Umur Berapa Anak Bisa Bicara? Ini Faktor yang Memengaruhinya
2. Pijat tradisional
Dalam tradisi masyarakat Indonesia, pijat bayi dipercaya bisa membantu melancarkan energi dan perkembangan tubuh anak, termasuk bagian yang mendukung kemampuan berbicaranya. Konsultasikan dengan ahli pijat bayi tradisional tepercaya untuk mempelajari teknik yang aman, misalnya pijat lembut di sekitar area wajah, seperti pipi atau rahang. Ini dipercaya dapat memperkuat otot-otot yang digunakan untuk berbicara.
3. Bernyanyi lagu anak-anak
Lagu-lagu tradisional atau lagu anak-anak merupakan cara sederhana tapi efektif untuk mengajarkan anak kata-kata baru. Cobalah menyanyikan lagu anak-anak seperti “Cicak-Cicak di Dinding” atau “Bintang Kecil”. Kombinasikan lagu dengan tepukan tangan atau gerakan tubuh untuk memperkuat koneksi antara lirik dan aktivitas fisik. Hal ini tidak hanya membantu Si Kecil memahami kata-kata, tapi juga memperkuat ingatannya.
4. Mendongeng
Mendongeng adalah tradisi lama yang memiliki banyak manfaat. Melalui cerita, Anda bisa mengenalkan anak pada kosakata baru sekaligus melatih imajinasinya. Pilih cerita sederhana dengan kalimat pendek yang mudah dipahami, seperti dongeng “Kancil dan Buaya” atau fabel lainnya. Gunakan ekspresi wajah, nada suara, dan gerakan tangan untuk membuat cerita lebih hidup. Dorong anak untuk meniru suara atau kata dari cerita untuk melatih kepercayaan dirinya.
5. Gunakan bahasa ibu
Bahasa ibu memiliki peranan penting dalam perkembangan kemampuan bicara. Jangan ragu untuk menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari. Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bilingual justru bisa membantu anak lebih peka terhadap pola bahasa, yang merupakan dasar penting dalam belajar berbicara.
6. Permainan tradisional interaktif
Permainan tradisional seperti “Cublak-Cublak Suweng” atau “Engklek” tidak hanya menyenangkan, tapi juga membantu melatih interaksi dan komunikasi. Ajak anak untuk mengikuti permainan yang melibatkan nyanyian, dialog, atau hitungan sederhana.
Berikan pujian setiap kali anak mencoba berbicara, bahkan jika kata-katanya masih belum sempurna. Dukungan positif Anda akan memperkuat rasa percaya diri Si Kecil.
7. Pemberian makanan lokal yang mendukung
Menurut kepercayaan tradisional, makanan tertentu bisa membantu melatih otot berbicara anak. Misalnya buah-buahan seperti pisang dan apel. Buah ini harus dikunyah, sehingga melatih kekuatan otot rahang anak dan membantu anak belajar mengatur gerak mulut dan lidah.
8. Konsisten dan sabar
Cara tradisional membutuhkan konsistensi dan kesabaran. Setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, jadi jangan merasa putus asa jika progresnya lambat ya, Moms. Berikan stimulasi rutin dan pastikan anak merasa didukung dan dicintai.
Namun, jika Anda merasa perkembangan kemampuan bicara anak jauh tertinggal dibandingkan anak seusianya, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan ahli seperti dokter anak atau terapis wicara. Deteksi dini bisa memberikan penanganan yang tepat untuk Si Kecil.
Baca juga: Ciri-Ciri Anak Terlambat Bicara, Apa yang Harus Orang Tua Lakukan?
Itulah beberapa cara tradisional untuk melatih anak agar cepat bicara. Pendekatan tradisional sering kali lebih efektif karena melibatkan interaksi alami dan kedekatan orang tua dengan anak. Selamat mencoba, Moms! (M&B/AY/SW/Foto: Freepic.diller/Freepik)