Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Menemukan benjolan di leher anak tentu membuat orang tua khawatir. Apalagi kalau benjolan itu tidak kunjung hilang atau terasa sakit saat disentuh. Namun, sebelum buru-buru panik, yuk, kenali dulu penyebabnya, bagaimana cara mengobati benjolan di leher anak, dan kapan sebaiknya segera dibawa ke dokter.
Benjolan di leher anak umumnya muncul karena pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati. Kelenjar ini berfungsi sebagai bagian dari sistem imun tubuh, membantu melawan infeksi. Saat tubuh melawan virus atau bakteri, kelenjar getah bening bisa membesar sebagai respons imun.
Benjolan ini biasanya muncul di bawah rahang, belakang telinga, atau sisi leher. Sebagian besar kasus benjolan di leher anak tidak berbahaya dan akan membaik dalam beberapa hari atau minggu.
Penyebab umum benjolan di leher anak
Berikut ini beberapa penyebab benjolan di leher anak yang perlu Anda ketahui, Moms.
1. Pembengkakan kelenjar getah bening
Penyebab paling umum benjolan di leher anak adalah pembengkakan kelenjar getah bening. Kelenjar ini berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh dan dapat membengkak ketika melawan infeksi.
Pembengkakan kelenjar getah bening biasanya terjadi karena:
- Infeksi virus seperti flu atau pilek
- Infeksi bakteri pada tenggorokan
- Infeksi gigi atau gusi
- Luka atau iritasi di area kepala dan leher.
Baca juga: Penyebab Benjolan di Leher yang Perlu Diwaspadai
2. Kista dan lipoma
Kista adalah kantong berisi cairan yang bisa muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk leher, sementara lipoma adalah benjolan lemak yang umumnya tidak berbahaya dan bergerak ketika ditekan.
3. Infeksi kulit
Infeksi pada kulit atau folikel rambut bisa menyebabkan benjolan yang terasa nyeri dan kemerahan di sekitar area leher.
4. Limfoma atau leukemia
Meski sangat jarang, benjolan bisa menjadi tanda limfoma atau leukemia. Jika dicurigai, dokter akan merujuk ke onkologi anak untuk pemeriksaan lanjutan.
5. Infeksi saluran pernapasan akut
Infeksi saluran pernapasan akut seperti flu, batuk pilek, radang tenggorokan bisa menyebabkan benjolan di leher anak karena infeksi ini memicu pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di area leher, bawah rahang, dan belakang telinga.
Cara mengobati benjolan di leher anak
Untuk benjolan yang disebabkan oleh infeksi ringan atau pembengkakan kelenjar getah bening, beberapa perawatan rumahan bisa membantu meredakan gejala.
1. Kompres hangat. Kompres hangat adalah metode paling sederhana yang efektif untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri. Cara melakukannya adalah dengan merendam handuk bersih dalam air hangat, peras hingga tidak terlalu basah, tempelkan di area benjolan selama 10-15 menit, lalu ulangi 3-4 kali sehari.
2. Beri pijatan lembut. Pijatan ringan bisa membantu melancarkan aliran getah bening dan mengurangi pembengkakan. Gunakan ujung jari untuk memijat area sekitar benjolan dengan gerakan melingkar yang lembut.
3. Pastikan anak cukup istirahat. Ini sangat penting untuk membantu sistem kekebalan tubuh anak melawan infeksi. Pastikan anak tidur setidaknya 8-10 jam setiap malam.
4. Berikan makanan bergizi untuk memperkuat imunitas. Si Kecil perlu mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C, zinc, dan antioksidan seperti jeruk, sayuran hijau, yoghurt, bawang putih, dan jahe.
Baca juga: Waspada Ruam Leher Bayi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Pengobatan medis untuk benjolan di leher anak
Jika benjolan tidak membaik dengan perawatan rumahan atau menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan, dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan medis, seperti:
1. Antibiotik. Untuk infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik yang sesuai dengan jenis infeksi dan usia anak. Penting untuk menghabiskan seluruh dosis antibiotik meskipun gejala sudah membaik.
2. Obat pereda nyeri. Parasetamol atau ibuprofen dapat diberikan untuk mengurangi nyeri dan demam. Pastikan dosis untuk anak sesuai dengan petunjuk dokter atau yang tertera pada kemasan ya, Moms.
Baca juga: Moms, Ini Aturan Memberikan Dosis Parasetamol pada Anak
Benjolan di leher anak, kapan harus ke dokter?
Meskipun sebagian besar benjolan di leher anak tidak berbahaya, ada beberapa situasi yang memerlukan perhatian medis segera. Kenali tanda-tanda darurat berikut ini, Moms!
- Anak kesulitan bernapas atau menelan
- Demam tinggi yang tidak turun dengan obat
- Benjolan bertambah besar dengan cepat
- Kulit di sekitar benjolan berubah warna menjadi merah atau ungu
- Anak tampak sangat lemas atau tidak responsif.
Waspadai juga gejala penyerta seperti batuk yang tak kunjung sembuh, suara serak yang berkepanjangan, nyeri telinga terus-menerus, pembengkakan di bagian tubuh lain.
Itulah penjelasan mengenai penyebab benjolan di leher anak dan cara mengobatinya. Penting untuk diingat bahwa diagnosis dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk kesehatan anak Anda, Moms. (M&B/AY/TW/Foto: Satjawat/Canva)