Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Talenan kayu sering dipandang sebagai alat dapur tradisional yang dianggap kuno dan rentan terhadap bakteri. Padahal, anggapan ini ternyata keliru lho, Moms. Sebuah studi terkini dari University of Wisconsin menunjukkan bahwa 99% bakteri pada talenan kayu mati hanya dalam waktu tiga menit.
Hasil studi ini menegaskan bahwa talenan kayu bukanlah media ideal bagi pertumbuhan bakteri, asalkan dirawat dengan benar. Ini tentu temuan yang penting ya, Moms, terlebih setiap tahunnya ada sekitar 600 juta kasus penyakit akibat makanan (foodborne illness) terjadi di seluruh dunia. Dalam konteks ini, praktik penanganan makanan yang tepat sangat penting untuk menjamin keamanan pangan dan mengurangi risiko penyakit akibat makanan di lingkungan rumah tangga.
Seperti yang Moms ketahui, kontaminasi silang merupakan faktor utama dalam penularan penyakit akibat makanan, lho. Ini terjadi ketika mikroorganisme berpindah dari sumber yang terkontaminasi, seperti daging mentah, permukaan talenan, peralatan, kemasan, atau tangan, ke makanan lain. Mau tahu lebih jauh mengenai studi ini? Let’s read on!
Baca juga: Bersih dan Tertata, Ini Tips Menata Dapur Kecil agar Selalu Rapi
Hasil studi tentang talenan kayu dan talenan plastik
Penelitian dari University of Wisconsin membuktikan bahwa talenan kayu lebih aman dan bisa diandalkan dibandingkan talenan plastik. Disebutkan bahwa 99% bakteri yang ada pada talenan kayu mati dalam 3 menit setelah dicuci bersih. Secara spesifik disebutkan bakteri yang dimaksud adalah Salmonella, Listeria, dan E. Coli, beberapa bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi pencernaan.Lalu, kenapa bakteri cepat mati di kayu? Ini penjelasannya, Moms.
1. Serat kayu bersifat meresap
Struktur kayu memungkinkan bakteri untuk tertahan di pori-porinya, tapi kelembapan yang terkunci justru menciptakan lingkungan kurang ramah bagi kelangsungan hidup mikroorganisme.
2. Sifat antibakteri alami
Kayu memiliki senyawa fenolik dan tanin, sejenis zat antimikroba alami yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Meskipun efektivitasnya bervariasi tergantung jenis kayu, efeknya sudah cukup signifikan.
3. Proses dehidrasi cepat
Kayu relatif cepat mengering setelah digunakan, sehingga kelembapan yang dibutuhkan bakteri untuk berkembang berkurang, seperti halnya jika Anda menjemurnya setelah mencuci.
Apa arti hasil studi ini bagi Moms?
1. Pilihan yang lebih sehat
Buat Moms, bukan cuma bahan makanan yang harus berkualitas dan sudah dipastikan bersih, segala alat pendukung proses memasak juga harus berkualitas dan higienis, dong. Ini alasan tepat untuk memilih talenan kayu sebagai alas memotong bahan masakan, karena talenan kayu yang dirawat dengan benar ternyata lebih “less germ” dibandingkan talenan plastik.
2. Perlu tidaknya disinfeksi kimia yang berlebihan?
Dengan bukti ilmiah ini, penggunaan detergen ringan dan air hangat sudah cukup untuk membersihkan talenan kayu secara efektif. Dengan begitu, Moms enggak perlu terlalu sering deep-cleaning talenan kayu menggunakan pemutih atau antiseptik kimia yang sifatnya keras. Sedikit sabun dan air hangat saja ternyata sudah ampuh membersihkan talenan kayu lho, Moms.
Penggunaan air panas dalam dishwasher mungkin membantu membunuh bakteri. Namun, jika dilakukan setiap pemakaian, tentu saja bisa merusak talenan ya, Moms.
Baca juga: Tips Menjaga Keamanan di Dapur untuk Balita
Tips merawat talenan kayu agar tetap higienis
1. Cuci segera setelah dipakai. Gunakan sabun ringan dan air hangat, kemudian sikat permukaannya secara menyeluruh. Hindari merendam terlalu lama.
2. Keringkan dengan saksama. Tempatkan di area dengan sirkulasi udara baik, atau jemur sejenak. Pastikan benar-benar kering sebelum disimpan.
3. Olesi minyak mineral food-grade secara rutin. Ini membantu menjaga tekstur kayu, mencegah retak, serta memperpanjang umur talenan. Lakukan seminggu sekali atau sesuai frekuensi penggunaan.
4. Ganti jika permukaannya sudah rusak. Jika sudah banyak retak atau bekas sayatan dalam, segera ganti talenan. Celah seperti ini bisa menjadi sarang bakteri yang sulit untuk dibersihkan.
So, Moms tim talenan kayu atau talenan plastik, nih? Apa pun pilihan Anda, jangan lupa cuci bersih dan keringkan dengan sempurna, ya. (M&B/TW/Foto: Kaspars/Canva)