BABY

Bayi Usia 0-6 Bulan Sembelit? Ini Solusi Obat Sembelit yang Aman


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Tak ada yang lebih mengkhawatirkan bagi orang tua selain melihat bayinya rewel akibat sembelit dan sulit buang air besar (BAB). Apalagi saat Si Kecil mengejan keras, menangis, atau perutnya tampak kembung. Tenang Moms, Anda tidak sendiri. Banyak orang tua yang mengalami hal sama, dan kabar baiknya ada solusi buat obat sembelit untuk bayi 0-6 bulan.

Yuk, simak selengkapnya di artikel ini apa saja penyebab sembelit pada bayi baru lahir, tanda-tandanya, serta yang paling penting obat sembelit yang aman untuk bayi usia 0-6 bulan.

Penyebab sembelit pada bayi baru lahir

Bagi orang tua, penting untuk mengenali penyebab sembelit pada bayi lebih awal agar bisa menentukan penanganan yang paling tepat, aman, dan tidak tergesa-gesa menggunakan obat. Berikut ini beberapa penyebab sembelit pada bayi.

1. Pola menyusu: ASI vs susu formula

Bayi yang diberi susu formula lebih rentan mengalami sembelit dibandingkan bayi yang mengonsumsi ASI. Hal ini dikarenakan susu formula lebih sulit dicerna dan sehingga akan membuat feses bayi lebih keras.

2. Transisi pola makan atau jenis susu

Perubahan jenis susu formula atau peralihan dari ASI ke susu formula juga bisa memengaruhi sistem pencernaan bayi dan akhirnya menyebabkannya mengalami sembelit. Namun, kondisi ini cenderung bersifat sementara.

3. Kurangnya cairan (dehidrasi ringan)

Meskipun jarang, dehidrasi bisa menjadi penyebab sembelit pada bayi. Hal ini bisa terjadi jika Si Kecil tidak mendapatkan cukup asupan cairan, terutama saat ia sakit atau cuaca sangat panas.

4. Kondisi medis tertentu

Kondisi ini memang jarang terjadi, tapi sembelit bisa menjadi gejala kondisi medis seperti Hirschsprung disease, hipotiroidisme kongenital, atau gangguan metabolik.

5. Perkembangan sistem pencernaan

Bayi yang baru lahir masih menjalani proses adaptasi dengan fungsi usus dan pencernaannya. Karena itu, proses BAB-nya belum teratur dan reflek mengejan pun belum sempurna. Kondisi ini menyebabkan beberapa bayi tampak mengejan kuat meski fesesnya masih lunak. Dalam dunia medis, hal ini dikenal dengan istilah infant dyschezia.

Tanda-tanda bayi mengalami sembelit

Berikut ini beberapa ciri umum bayi yang mengalami sembelit.

  • Frekuensi BAB berkurang secara signifikan
  • Tinja keras, kering, atau seperti kelereng
  • Bayi mengejan atau menangis saat BAB
  • Perut Si Kecil kembung atau terasa keras
  • Bayi mudah rewel dan menangis.

Baca juga: 9 Cara Ampuh untuk Mengatasi Sembelit pada Bayi

Obat sembelit untuk bayi 0-6 bulan

Menangani sembelit pada bayi usia 0-6 bulan tidak bisa dilakukan sembarangan. Karena sistem pencernaan Si Kecil masih sangat sensitif, pemberian obat, baik alami maupun medis, harus berdasarkan anjuran dokter.

Berikut ini beberapa opsi penanganan sembelit pada bayi 0-6 bulan, Moms.

1. Pemberian ASI secara eksklusif dan cukup

ASI adalah pencahar alami terbaik bagi bayi baru lahir. Menyusui lebih sering bisa membantu melunakkan feses dan mempercepat pergerakan usus.

2. Melakukan pijatan lembut dan gerakan kaki seperti mengayuh sepeda

Moms bisa membantu Si Kecil dengan cara memijat perutnya secara perlahan. Menggerakkan kaki bayi seperti sedang mengayuh sepeda juga bisa membantu merangsang ususnya dan mengurangi sembelit.

3. Penggunaan glycerin suppository (hanya dengan resep dokter)

Pada kasus tertentu, dokter anak dapat merekomendasikan penggunaan supositoria gliserin (dimasukkan lewat anus) untuk melunakkan tinja. Namun, kondisi ini hanya boleh digunakan atas instruksi dokter ya, Moms.

Baca juga: Obat Tradisional Batuk Pilek untuk Bayi 0-6 Bulan yang Aman dan Alami

Itulah beberapa opsi obat sembelit untuk bayi 0-6 bulan. Sembelit pada bayi usia 0-6 bulan memang bisa membuat orang tua khawatir. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua kasus membutuhkan obat, apalagi obat bebas yang dijual di pasaran. Jangan ragu juga untuk berkonsultasi dengan dokter anak segera ya Moms, untuk mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat buat bayi Anda. (M&B/YE/SW/Foto: Freepik)