TODDLER

Moms, Ini Cara Mengatasi Anak yang Suka Menggesekkan Kemaluannya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Moms, perilaku anak-anak sering kali menjadi tantangan yang memerlukan perhatian khusus orang tua, ya. Salah satu di antaranya adalah kebiasaan anak yang suka menggesekkan kemaluannya. Fenomena ini bisa menimbulkan kekhawatiran, tapi penting untuk diingat bahwa ini adalah bagian dari perkembangan anak yang wajar. Dengan pendekatan yang tepat, Moms bisa kok, membantu Si Kecil melewati fase ini dengan baik.

Kebiasaan anak yang sering menggesekkan kemaluannya adalah hal yang umum terjadi dan sering kali merupakan bagian dari eksplorasi diri Si Kecil, terutama pada masa kanak-kanak. Karena itu, penting untuk menyikapi perilaku ini dengan tenang dan bijaksana, serta memberikan edukasi yang tepat kepada anak.

Kenapa anak suka menggesekkan kemaluannya?

Ada beberapa alasan anak melakukan kebiasaan ini, Moms. Berikut ini beberapa penyebab umum yang perlu dipahami oleh orang tua.

1. Rasa penasaran

Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar, termasuk terhadap tubuh mereka sendiri. Ini adalah bagian dari proses Si Kecil mengenali dunia di sekitarnya dan dirinya sendiri.

2. Merasa tidak nyaman atau mengalami iritasi

Gesekan atau rasa gatal di area tertentu, misalnya akibat iritasi, penggunaan popok, atau infeksi ringan, bisa membuat anak mencoba menghilangkan rasa tidak nyaman dengan menggesekkan tubuhnya.

3. Untuk menenangkan diri

Beberapa anak mungkin menemukan bahwa tindakan ini bisa memberikan rasa nyaman, terutama ketika Si Kecil merasa cemas, lelah, atau bosan.

4. Perilaku alamiah di tahap tumbuh kembang anak

Ini adalah bagian wajar dari perkembangan anak, terutama pada balita dan usia prasekolah. Si Kecil belum memahami konteks sosial atau aturan yang berkaitan dengan perilaku tersebut.

Baca juga: Jangan Panik! Lakukan Hal Ini saat Anak Memainkan Penisnya

Cara mengatasi anak yang suka menggesekkan kemaluannya

Sebagai orang tua, penting untuk menanggapi masalah ini dengan kepala dingin, tanpa menyalahkan atau memarahi anak. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk membantu anak melewati fase ini, Moms.

1. Bersikap tenang

Jangan bereaksi berlebihan atau memarahi anak saat melihatnya menggesekkan kemaluan. Hal ini bisa membuat Si Kecil merasa takut dan bingung dengan apa yang ia lakukan, Moms.

2. Cari tahu penyebabnya

Coba tanyakan pada anak dengan bahasa yang sederhana dan mudah ia pahami, mengapa ia melakukan hal tersebut. Mungkin ada rasa gatal, tidak nyaman, atau hanya sekadar eksplorasi.

3. Berikan edukasi seksual sederhana

Gunakan bahasa yang tepat untuk menyebut bagian tubuh anak, termasuk alat kelamin Si Kecil. Jelaskan bahwa alat kelamin adalah bagian pribadi dan tidak boleh dipegang sembarangan di depan umum.

4. Batasi penggunaan gadget

Terlalu banyak menonton atau terpapar konten yang tidak sesuai usia juga bisa memicu perilaku ini lho, Moms. Jadi, sebaiknya batasi penggunaan gadget dan dampingi Si Kecil saat menggunakan gadget.

5. Berikan aktivitas pengganti

Jika anak sering melakukan ini saat ia merasa bosan, berikan aktivitas lain yang lebih menarik. Ini bisa menjadi cara efektif untuk mengalihkan kebiasaan ini. Dorong anak untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti bermain, menggambar, atau olahraga ringan.

6. Konsultasikan dengan Ahli Jika Diperlukan

Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari anak, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter anak atau psikolog anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Mereka bisa membantu menentukan apakah ada faktor lain yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

7. Ciptakan lingkungan yang aman

Pastikan anak merasa aman dan nyaman di rumah. Hindari memberi reaksi berlebihan yang bisa membuat Si Kecil merasa malu atau bersalah. Sebaliknya, gunakan pendekatan yang penuh kasih dan pengertian. Beri tahu anak tentang batasan pribadi dan ajarkan ia cara melaporkan jika ada orang yang menyentuhnya dengan tidak tepat.

Penting untuk diingat, perilaku ini biasanya akan berkurang seiring bertambahnya usia anak dan pemahaman Si Kecil tentang tubuhnya. Jangan ragu juga untuk mencari bantuan profesional jika diperlukan ya, Moms.

Baca juga: Anak Mengeluh Kemaluannya Sakit, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Itulah cara mengatasi anak yang suka menggesekkan kemaluannya. Menangani kebiasaan anak yang suka menggesekkan kemaluannya memerlukan pendekatan yang penuh pengertian dan kesabaran. Ingatlah bahwa ini adalah bagian normal dari tumbuh kembang Si Kecil, dan dengan dukungan yang tepat, anak Anda akan melewati fase ini dengan baik, Moms. (M&B/AY/SW/Foto: Rawpixel.com/Freepik)