TODDLER

Bahayakah Anak Tidak BAB Seminggu? Ini Penjelasannya, Moms


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Setiap orang tua pasti pernah mengalami kekhawatiran ketika anak mereka tidak buang air besar (BAB) dalam waktu yang lama, apalagi jika anak tidak BAB selama seminggu. Kondisi ini tentunya bisa menghantui pikiran Moms, terutama yang baru pertama kali menghadapi situasi ini.

Anak yang kesulitan BAB akibat mengalami konstipasi atau sembelit memang bukan hal yang jarang terjadi. Namun, ketika kondisi ini berlangsung hingga seminggu, wajar jika Moms merasa cemas dan bertanya-tanya, apakah ini berbahaya bagi kesehatan Si Kecil?

Frekuensi BAB normal pada anak

Pada anak-anak, pola BAB yang normal sangat bervariasi, tergantung pada usia dan kondisi mereka. Berikut ini frekuensi BAB normal berdasarkan usia anak, Moms.

  • Bayi baru lahir hingga 6 bulan: Bayi yang minum ASI: 1-7 kali sehari, sedangkan bayi yang minum susu formula: 1-4 kali sehari
  • Anak 6 bulan-2 tahun: Minimal 3 kali seminggu hingga 3 kali sehari
  • Anak di atas 2 tahun: Minimal 3 kali seminggu.

Saat anak tidak BAB selama seminggu, kondisi ini sudah masuk kategori konstipasi atau sembelit berat yang memerlukan pemeriksaan secara medis, Moms.

Baca juga: 7 Penyebab Bayi Sering BAB Sedikit-Sedikit

Penyebab anak tidak BAB seminggu

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan konstipasi berkepanjangan pada anak sehingga ia tidak BAB selama seminggu, antara lain:

1. Faktor pola makan

Asupan makanan berperan sangat penting dalam kelancaran pencernaan anak. Pola makan yang tidak seimbang sering menjadi penyebab utama konstipasi, Moms. Makanan rendah serat seperti produk olahan, makanan cepat saji, dan minuman bersoda dapat memperlambat gerakan usus. Kurangnya asupan buah, sayuran, dan biji-bijian juga bisa membuat feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

2. Kurangnya asupan cairan

Dehidrasi atau kurangnya asupan cairan membuat feses menjadi kering dan keras. Anak-anak sering kali lupa minum air putih yang cukup, terutama saat bermain atau beraktivitas. Jadi, pastikan asupan cairan untuk Si Kecil selalu cukup ya, Moms.

3. Kurang aktivitas fisik

Gaya hidup yang kurang aktivitas fisik dapat memperlambat gerakan usus. Anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar gadget cenderung mengalami masalah pencernaan dibandingkan anak-anak yang aktif.

4. Faktor psikologis

Stres, perubahan rutinitas, atau trauma tertentu dapat memengaruhi pola BAB anak. Beberapa anak menahan BAB karena takut sakit atau tidak nyaman dengan toilet tertentu.

5. Kondisi medis

Beberapa kondisi medis seperti hipotiroid, diabetes, atau kelainan anatomi sistem pencernaan bisa menyebabkan konstipasi kronis.

Cara mengatasi anak yang tidak BAB seminggu

Untuk mengatasi masalah ini, ada beberapa langkah yang bisa Moms lakukan untuk membantu melancarkan BAB Si Kecil, yakni:

1. Perbaikan pola makan

Tingkatkan asupan makanan berserat tinggi seperti buah-buahan, sayuran hijau, dan biji-bijian utuh. Kurangi makanan olahan dan berikan porsi yang sesuai dengan usia Si Kecil.

2. Optimalisasi asupan cairan

Pastikan anak minum air putih yang cukup sesuai kebutuhan hariannya. Hindari minuman manis berlebihan yang dapat memperburuk konstipasi.

3. Aktivitas fisik teratur

Dorong anak untuk bergerak aktif melalui bermain di luar rumah, bersepeda, atau aktivitas fisik lain yang menyenangkan.

4. Teknik pijat perut

Lakukan pijatan lembut pada perut anak dengan gerakan melingkar searah jarum jam. Teknik ini bisa membantu merangsang gerakan usus Si Kecil.

Baca juga: Balita Susah BAB? Ini 7 Obat Tradisional yang Bisa Dicoba di Rumah

Kapan harus segera ke dokter?

Konstipasi yang berlangsung selama seminggu memerlukan pemeriksaan medis profesional. Jangan menunda berkonsultasi dengan dokter jika Si Kecil sudah mengalami kondisi berikut ini, Moms.

  • Tidak BAB lebih dari 7 hari
  • Nyeri perut yang hebat dan berkelanjutan
  • Muntah berulang
  • Demam tinggi
  • Darah dalam feses
  • Penurunan nafsu makan drastis
  • Anak tampak sangat lemah atau dehidrasi.

Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mungkin memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Si Kecil.

Jadi, bahayakah anak tidak BAB seminggu? Jawabannya, tentu saja berbahaya, Moms, karena konstipasi pada Si Kecil merupakan sinyal bahwa kesehatannya sedang tidak baik. Untuk itu, Moms sebaiknya segeramenerapkan perubahan gaya hidup yang lebih baik untuk meminimalisir konstipasi pada anak.

Dengan menerapkan pola hidup sehat dan tidak ragu untuk berkonsultasi dengan dokter ketika diperlukan, Moms bisa memastikan kesehatan pencernaan anak tetap optimal. (M&B/AY/GP/Foto: Freepik)