Type Keyword(s) to Search
BABY

7 Penyebab Bayi Sering BAB Sedikit-Sedikit

7 Penyebab Bayi Sering BAB Sedikit-Sedikit

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Setiap bayi memiliki pola buang air besar (BAB) yang berbeda-beda, tergantung usia, pola makan, dan kondisi kesehatannya. Namun, jika bayi sering BAB sedikit-sedikit, hal ini bisa membuat orang tua khawatir, terutama jika kondisi ini disertai dengan perubahan tekstur, warna, atau frekuensi feses.

Dalam dunia medis, BAB yang terlalu sering tapi hanya sedikit-sedikit bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari proses pencernaan yang normal hingga tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan bayi. Perubahan ini tidak selalu berbahaya, tapi penting bagi Moms untuk memahami penyebabnya, agar bisa mengambil langkah yang tepat.

Yuk, cari tahu selengkapnya penyebab bayi sering BAB sedikit-sedikit, ciri-ciri yang perlu diperhatikan, dan kapan harus segera berkonsultasi dengan dokter. Dengan memahami penyebabnya, Moms bisa lebih tenang dan sigap menjaga kesehatan Si Kecil.

Baca juga: Moms, Ini Penyebab Bayi Tidak BAB Seminggu Tapi Kentut Terus

Penyebab bayi sering BAB sedikit-sedikit

1. Sistem pencernaan bayi belum matang

Pada bayi baru lahir hingga usia beberapa bulan, sistem pencernaannya masih berkembang. Hal ini membuat gerakan usus lebih sering, sehingga bayi dapat BAB sedikit-sedikit meski tidak selalu disertai rasa sakit. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kondisi ini umumnya normal dan akan membaik seiring bertambahnya usia.

2. Respons terhadap ASI atau susu formula

Perubahan komposisi ASI (misalnya setelah Moms mengonsumsi makanan tertentu) atau kandungan susu formula bisa memengaruhi tekstur dan frekuensi BAB bayi. Beberapa bayi sensitif terhadap protein susu sapi, sehingga mengalami BAB lebih sering dalam jumlah sedikit.

3. Infeksi saluran pencernaan

Jika BAB sedikit-sedikit disertai dengan lendir, darah, atau demam, bisa jadi penyebabnya adalah infeksi bakteri atau virus, seperti rotavirus. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), infeksi ini membuat usus mengalami peradangan, sehingga frekuensi BAB meningkat, tapi volumenya sedikit. Infeksi ini perlu ditangani segera agar tidak menyebabkan dehidrasi.

4. Sembelit tersembunyi (encopresis)

Moms perlu tahu bahwa sembelit bisa menjadi salah satu penyebab bayi sering BAB sedikit-sedikit. Pada beberapa kasus, feses keras yang tertahan di usus dapat membuat feses cair keluar sedikit demi sedikit di sela-sela. Kondisi ini disebut encopresis. Kondisi tersebut membuat bayi terlihat sering BAB, tapi sebenarnya ususnya penuh feses yang mengeras.

Baca juga: 9 Makanan Penyebab Sembelit pada Bayi

5. Alergi atau intoleransi makanan

Bayi yang mulai MPASI mungkin mengalami BAB sedikit-sedikit akibat alergi atau intoleransi makanan tertentu, seperti telur, gandum, atau kedelai. Gejala ini sering disertai ruam, kembung, atau rewel setelah makan. Moms bisa coba identifikasi makanan pemicunya, serta hindari pemberiannya pada bayi di kemudian hari.

6. Perubahan pola makan atau MPASI

Memperkenalkan makanan padat bisa mengubah frekuensi dan volume BAB pada bayi. Di awal MPASI, bayi mungkin sering BAB sedikit-sedikit, karena tubuhnya beradaptasi dengan tekstur makanan baru. Proses ini biasanya sementara, Moms, dan akan membaik setelah sistem pencernaan Si Kecil mulai terbiasa.

7. Masalah pada anus atau otot pencernaan

Kondisi seperti robekan kecil di area anus bisa membuat bayi enggan BAB banyak karena nyeri, sehingga ia mengeluarkan feses sedikit demi sedikit. Kondisi nyeri yang timbul saat BAB, bisa menyebabkan bayi menahan feses dan memicu pola BAB tidak normal.

Baca juga: Pup Bayi Berwarna Hijau dan Berlendir, Ketahui Penyebabnya, Moms!

Nah, Moms, itulah penyebab bayi sering BAB sedikit-sedikit. Bayi yang sering BAB sedikit-sedikit tidak selalu mengalami masalah serius, tapi penting untuk memperhatikan tanda penyerta seperti demam, darah pada feses, atau perubahan perilaku. Jika gejala tersebut muncul, segera konsultasikan ke dokter anak untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat. (M&B/AY/SW/Foto: Pvproductions/Freepik)