Type Keyword(s) to Search
BABY

Moms, Ini Penyebab Bayi Tidak BAB Seminggu Tapi Kentut Terus

Moms, Ini Penyebab Bayi Tidak BAB Seminggu Tapi Kentut Terus

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Dari sekian banyak tingkah lucu dan alami yang dilakukan bayi, momen Si Kecil buang gas atau kentut memang lucu dan menggemaskan ya, Moms. Ya, jika sesekali bayi kentut mungkin terdengar lucu. Namun, kalau sudah terlalu sering kentut, pasti Moms jadi mulai khawatir. Apalagi kalau ternyata bayi tidak buang air besar (BAB) selama seminggu tapi kentut terus.

Bayi yang tidak BAB selama seminggu, tapi sering kentut merupakan hal yang normal, terutama jika Si Kecil mendapat ASI eksklusif dan tampak nyaman. Namun, kondisi ini juga bisa menandakan adanya masalah sembelit atau gangguan pencernaan lain yang dialaminya.

Karena itu, penting untuk memperhatikan gejala lainnya, seperti perut kembung, rewel, atau sulit makan, dan jika ada kekhawatiran, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak.

Penyebab bayi tidak BAB tapi sering kentut

Berikut ini beberapa alasan di balik bayi tidak BAB seminggu tapi kentut terus, Moms.

1. ASI eksklusif. Bayi yang hanya mendapatkan ASI cenderung lebih jarang BAB karena ASI mudah dicerna dan diserap tubuh.

2. Perubahan pola makan. Bayi yang mulai makan makanan padat atau beralih susu formula mungkin mengalami perubahan frekuensi BAB-nya.

3. Dehidrasi. Penyebab bayi tidak BAB seminggu tapi kentut terus berikutnya adalah kemungkinan ia mengalami dehidarasi. Ya, kekurangan cairan bisa membuat tinja menjadi keras dan sulit untuk dikeluarkan.

4. Sembelit. Kondisi ini ditandai dengan tinja yang keras, sulit dikeluarkan, dan bayi mungkin tampak mengejan kesakitan.

5. Perut kembung. Udara yang tertelan saat menyusu atau menangis bisa menyebabkan perut kembung dan bayi pun akan sering kentut.

6. Alergi atau intoleransi makanan. Beberapa bayi mungkin alergi terhadap susu sapi atau makanan tertentu, yang bisa memengaruhi pencernaannya.

7. Kondisi medis. Dalam beberapa kasus, kondisi medis tertentu seperti gangguan pencernaan bawaan atau hipotiroid bisa menyebabkan masalah BAB pada bayi.

Baca juga: Kenapa Bayi Sering Kentut? Ternyata Ini Penjelasannya, Moms

Cara mengatasi bayi yang tidak BAB tapi sering kentut

1. Perhatikan asupan cairan. Pastikan bayi mendapatkan cukup cairan, terutama jika Si Kecil sudah mulai makan makanan padat.

2. Pijat perut bayi. Pijatan lembut pada perut bayi bisa membantu merangsang gerakan usus dan mengeluarkan gas di dalam perutnya.

3. Gerakkan kaki bayi. Menggerakkan kaki bayi seperti gerakan mengayuh sepeda bisa membantu meredakan perut kembung.

4. Perhatikan jenis makanannya. Jika bayi sudah mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI), perhatikan jenis makanan yang diberikan dan pastikan MPASI mengandung serat yang cukup untuk Si Kecil.

5. Konsultasi dengan dokter. Jika bayi tampak rewel, perut kembung, atau ada gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter anak.

Kapan mesti menghubungi dokter?

Meskipun jarang BAB tapi sering kentut pada bayi merupakan hal yang normal, ada beberapa situasi yang memerlukan perhatian medis dan Moms perlu berkonsultasi dengan dokter, yakni:

1. Bayi tampak kesakitan saat BAB. Bayi mungkin mengejan keras, menangis, atau perutnya tampak tegang.

2. Tinja bayi keras dan kering. Tinja yang sulit dikeluarkan dan tampak kering bisa menjadi tanda Si Kecil mengalami sembelit. 

3. Perut bayi kembung dan keras. Perut yang terus-menerus kembung dan keras bisa menandakan adanya masalah pencernaan. 

4. Bayi rewel, sulit makan, atau tidur. Gejala-gejala ini mungkin menandakan adanya masalah kesehatan yang mendasarinya. 

5. Bayi tidak BAB sama sekali selama beberapa hari. Jika Si Kecil tidak BAB selama beberapa hari dan tampak tidak nyaman, segera konsultasikan masalah ini dengan dokter, Moms.

Baca juga: Bahayakah Bayi Suka Kentut? Ini Tanda Kentut Bahaya!

Nah, itulah penjelasan mengenai bayi tidak BAB seminggu tapi kentut terus. Dengan mengetahui hal ini, Moms bisa mencegah lebih dini masalah yang dialami Si Kecil. (M&B/AY/SW/Foto: Freepik)