Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Selama masa kehamilan bayi di dalam kandungan mengalami tumbuh kembang yang pesat, termasuk dengan otak dan sistem sarafnya. Di masa ini, mungkin banyak bumil yang bertanya-tanya, adakah cara yang bisa dilakukan untuk mendukung perkembangan kecerdasan bayi sehingga ia punya IQ tinggi, bahkan sejak dalam kandungan?
Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan berikut mengenai cara praktis yang bisa Anda terapkan untuk mendukung perkembangan otak bayi dan meningkatkan potensi IQ-nya sejak dalam kandungan, Moms
Bisakah kecerdasan anak dibentuk sejak dalam kandungan?
Jawabannya bisa, Moms. Meskipun faktor genetik memainkan peran besar, penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan anak dapat dioptimalkan sejak dalam kandungan melalui pemberian nutrisi yang tepat, stimulasi (seperti berbicara, membaca, dan sentuhan), serta gaya hidup sehat (olahraga dan tidak stres).
Perkembangan otak janin dimulai sejak awal kehamilan dan mencapai puncaknya di trimester kedua, sehingga dengan memberikan nutrisi yang tepat dan stimulasi yang positif, bumil bisa membantu mengoptimalkan potensi kecerdasan bayi sejak dalam kandungan.
Di usia berapa otak janin mulai berkembang?
Otak janin mulai berkembang pada usia kandungan 3 minggu, ketika lempeng saraf terbentuk dan akan menjadi tabung saraf. Perkembangan selanjutnya terjadi pada minggu-minggu berikutnya, dengan pembentukan berbagai bagian otak pada minggu ke-6 dan sel-sel saraf yang mulai terbentuk dan saling terhubung pada akhir trimester pertama. Di trimester kedua, bagian-bagian otak utama terus berkembang dan sel saraf mulai terbentuk.
Cara agar bayi punya IQ tinggi sejak dalam kandungan
Berikut ini beberapa kebiasaan baik yang bisa bumil terapkan di masa kehamilan untuk meningkatkan IQ bayi sejak dalam kandungan.
1. Memenuhi kebutuhan asam folat dan omega-3
Nutrisi adalah kunci utama. Asam folat sangat penting untuk mencegah cacat tabung saraf dan mendukung pembentukan sel otak. Bumil bisa mendapatkannya dari sayuran hijau seperti bayam dan brokoli, serta sereal yang difortifikasi.
Selain itu, omega-3, terutama DHA (Docosahexaenoic Acid), adalah komponen vital pembangun membran sel otak. Mengonsumsi ikan berlemak seperti salmon (pastikan dimasak hingga matang), telur yang diperkaya DHA, dan kacang-kacangan bisa membantu memenuhi kebutuhan ini.
Baca juga: Makanan yang Perlu Dikonsumsi Bumil agar Bayi Lahir Cerdas
2. Mengajak janin berbicara
Di usia kehamilan sekitar 25 minggu, telinga janin sudah cukup berkembang untuk mendengar suara dari luar rahim. Suara yang paling jelas ia dengar tentunya adalah suara ibunya. Mengajak janin berbicara secara rutin atau menyanyikan lagu pengantar tidur tidak hanya akan membentuk bonding kuat antara Anda dan Si Kecil, tetapi juga membantu perkembangan area otak yang terkait dengan bahasa pada janin.
3. Mengelola stres
Stres yang dialami bumil akan melepaskan hormon kortisol berlebihan yang berpotensi memengaruhi perkembangan otak janin. Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi, yoga prenatal, atau sekadar meluangkan waktu untuk melakukan hobi Anda untuk mengelola stres. Mandi air hangat atau berjalan-jalan santai di pagi hari juga bisa menjadi cara efektif untuk menenangkan pikiran.
4. Rutin berolahraga ringan
Olahraga selama kehamilan tidak hanya baik untuk kesehatan fisik bumil, tetapi juga untuk janin. Aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, berenang, atau senam hamil, dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke plasenta. Aliran darah yang lancar berarti pasokan oksigen dan nutrisi ke janin juga lebih optimal. Selain itu, olahraga juga dikenal sebagai pereda stres yang ampuh.
Baca juga: Ini Manfaat Olahraga Ringan untuk Ibu Hamil
5. Membacakan buku untuk janin
Membacakan buku dengan suara jelas bisa menjadi cara untuk menstimulasi pendengaran dan membantu perkembangan area otak yang terkait dengan bahasa pada janin. Pilihlah buku cerita anak-anak dengan kalimat yang sederhana dan intonasi yang menyenangkan. Aktivitas ini bisa menjadi ritual menenangkan sebelum tidur, baik untuk bumil maupun untuk Si Kecil.
6. Berjemur di bawah sinar matahari pagi
Sinar matahari pagi adalah sumber vitamin D alami terbaik. Vitamin D berperan penting dalam perkembangan tulang yang sehat dan juga berkontribusi pada perkembangan otak janin. Cukup berjemur selama 10-15 menit beberapa kali seminggu sudah bisa membantu memenuhi kebutuhan vitamin D Anda. Namun, selalu gunakan tabir surya untuk melindungi kulit Anda ya, Moms.
7. Memberikan sentuhan lembut di perut
Janin dapat merasakan sentuhan dari luar rahim. Mengelus perut dengan lembut sambil berbicara atau bersenandung bisa menjadi bentuk stimulasi yang menenangkan. Aktivitas ini mengirimkan sinyal rasa aman dan nyaman kepada janin, sekaligus memperkuat bonding Anda berdua. Dads juga bisa lho, dilibatkan dalam ritual ini untuk membangun koneksi dengan Si Kecil.
Itulah cara agar bayi punya IQ tinggi sejak dalam kandungan. Dengan menerapkan kebiasaan sehat dan memberikan stimulasi positif selama kehamilan, Anda juga membantu meningkatkan IQ bayi sejak dalam kandungan, Moms. (MB/AY/SW/Foto: Senivpetro/Freepik)