Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Di tengah ramainya tren kuliner Jakarta yang silih berganti, ada satu tempat yang tak sekadar hadir lalu berlalu. Ia tumbuh pelan-pelan, memikat dengan caranya sendiri, dan kini menjadi salah satu destinasi makan paling eksklusif di Jakarta Selatan. Inilah 71st Omakase, restoran yang mengubah makan malam menjadi pengalaman multisensori yang utuh: memanjakan lidah, menggugah mata, dan menyentuh jiwa.
Tak heran, para penggemarnya menyebut tempat ini bukan sekadar restoran, tapi sebuah journey, perjalanan rasa yang berpadu dengan seni, keberlanjutan, dan hasrat terhadap kesempurnaan.
Filosofi farm-to-table yang autentik
Menu di 71st Omakase dirancang dengan pendekatan degustation, sebuah pengalaman bersantap berlapis yang menyajikan banyak hidangan kecil dengan urutan yang sudah dikurasi. Namun, yang membuatnya istimewa, setiap sajian di sini berakar pada bahan-bahan lokal Indonesia.
Sebagian besar bahan bahkan ditanam langsung di halaman belakang restoran. Ya, konsep farm-to-table di sini bukan sekadar jargon, tapi juga filosofi yang hidup. Dari daun, bunga, hingga rempah-rempah, semuanya digunakan secara berkelanjutan untuk menjaga rasa sekaligus bumi.
Setiap gigitan seolah menjadi pengingat bahwa cita rasa terbaik sering lahir dari kesederhanaan dan kepedulian.
Saat kuliner bertemu teater
Begitu masuk ke ruang utama, suasana intim langsung terasa. Konsep omakase (yang berarti “saya percayakan kepada chef”) ditampilkan dalam bentuk yang paling personal. Tamu duduk di depan meja koki, menyaksikan langsung bagaimana setiap hidangan disiapkan dengan ritme dan ketelitian seperti koreografi teater.
Setiap potongan, setiap hiasan di piring, hingga setiap aroma yang tercium, semuanya dipresentasikan tepat di puncak kesegarannya. Ini bukan sekadar makan malam, tetapi sebuah pertunjukan kuliner yang mengajak pancaindra terlibat penuh.
Zodiac, tema spesial tahun 2025
71st Omakase selalu punya cara unik untuk membuat pengunjungnya jatuh cinta lagi dan lagi. Tahun ini, mereka menghadirkan tema Zodiac, sebuah perjalanan multi-ruang yang dimulai bahkan sebelum tamu duduk di meja koki.
Setiap ruang mewakili simbol zodiak, lengkap dengan aktivitas kecil yang mengajak tamu untuk ikut berinteraksi. Di Capricorn Room, misalnya, tamu membuka bunga mekar dengan kunci simbolis untuk menemukan hidangan tersembunyi. Libra Room mengajak tamu menyeimbangkan timbangan untuk menemukan diorama mini. Sementara di Leo Room, tamu menyalakan sendiri sajian mereka, terinspirasi dari elemen api yang menjadi ciri khas zodiak Leo.
Setiap detailnya dibuat begitu personal, menciptakan pengalaman yang bukan hanya indah di lidah, tetapi juga di ingatan.
Sosok di balik 71st Omakase
Di balik setiap cerita besar, selalu ada sosok dengan mimpi dan keberanian. Untuk 71st Omakase, nama itu adalah Chef Fariz Setyadarma Priady, seorang koki sekaligus pemilik yang menempuh perjalanan hidup tak biasa.
Fariz memulai kariernya bukan di dapur, melainkan di dunia perbankan New York. Namun, di sela kesibukannya sebagai bankir, ia bekerja paruh waktu di restoran, mulai dari mencuci piring hingga perlahan menapaki dapur restoran bergengsi seperti Sushi Nakazawa, yang dipimpin oleh murid dari maestro sushi legendaris Jiro Ono (Jiro Dreams of Sushi).
Nama “71st” sendiri adalah bentuk penghormatan pada 71st Avenue di Queens, New York, tempat Fariz tinggal saat awal hidupnya di AS. Dari sinilah mimpi itu tumbuh, mimpi untuk menghadirkan pengalaman bersantap yang bukan sekadar lezat, tetapi juga penuh makna.
Desain yang punya cerita
Interior 71st Omakase bukan hanya cantik, tetapi juga penuh pesan. Dirancang oleh Nabil Alamudi dari Design Studio N/A (DSNA), ruang-ruangnya memadukan seni, alam, dan narasi dalam satu kesatuan yang harmonis.
Dengan kapasitas hanya 32 tamu per sesi, ruang makan utamanya terasa hangat dan eksklusif. Menariknya lagi, semua ruang bertema Zodiac dibangun dengan 100% material daur ulang dari limbah restoran sendiri, mulai dari botol plastik, kardus, kaleng, hingga sedotan. Hasilnya? Desain berkarakter yang tak hanya indah, tetapi juga ramah lingkungan.
Zodiac 2.0: Kisah yang lebih dalam
Awalnya, tema Zodiac hanya direncanakan untuk tiga bulan, sebagai permintaan khusus dari seorang tamu setia. Namun, karena antusiasme luar biasa, konsep ini berkembang menjadi Zodiac 2.0 versi lebih kaya, interaktif, dan penuh kejutan.
“Zodiac 2.0 menawarkan pengalaman yang lebih berlapis, lebih berkesan, dan membawa tamu lebih jauh menyelami simbolisme tiap zodiak,” ujar Chef Fariz.
Tak hanya itu, tamu juga bisa menambah pengalaman dengan wine pairing pilihan, disusun khusus agar setiap tegukan menyempurnakan cerita di balik hidangan.
Makan di 71st Omakase bukan sekadar soal rasa. Ini tentang perjalanan, interaksi, dan keintiman antara koki dan tamu.Setiap kunjungan menawarkan kejutan baru: bisa jadi dari cerita di balik hidangan, bisa juga dari cara penyajiannya yang teatrikal.
Bagi para pencinta kuliner yang mencari pengalaman berbeda di Jakarta Selatan, 71st Omakase adalah destinasi yang wajib dicoba, sebuah hidden gem yang menyatukan seni, rasa, dan cerita dalam satu ruang yang hangat dan penuh jiwa. (MB/TW/Foto: Dok. 71st Omakase)