BABY

Jangan Dipaksa, Ini Ciri-Ciri Bayi Belum Siap MPASI


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Saat usia Si Kecil menjelang 6 bulan, Moms pastinya sudah mulai mempersiapkan makanan pendamping ASI (MPASI) untuknya. Rasanya, pasti tak sabar melihat reaksi bayi saat mencicipi makanan padat pertamanya. Namun, jangan terlalu terburu-buru Moms, perhatikan juga ciri-ciri bayi belum siap MPASI.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan WHO memang merekomendasikan bayi untuk memulai MPASI di usia 6 bulan. Akan tetapi, perkembangan setiap anak bisa berbeda. Jadi kesiapan MPASI bukan hanya berdasarkan usia, melainkan juga fisik dan psikologis Si Kecil.

Mengapa tak boleh memaksa MPASI?

Sebagai orang tua, wajar jika Moms merasa khawatir jika anak orang lain terlihat lebih lahap makan dibandingkan Si Kecil. Namun, perlu diingat, tumbuh kembang setiap anak berbeda-beda.

Selain itu, sistem pencernaan bayi adalah organ yang sedang berkembang. Memberikan makanan padat sebelum sistem pencernaan bayi matang dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, seperti sembelit atau diare.

Risiko tersedak juga menjadi jauh lebih tinggi jika keterampilan motorik oral bayi belum memadai. Karena itu, memperhatikan sinyal yang diberikan oleh tubuh bayi jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti tren atau tekanan lingkungan.

Baca juga: Seperti Apa Tekstur MPASI 6 Bulan yang Tepat? Ini Panduannya, Moms

Berikut ini beberapa ciri utama yang menunjukkan bayi mungkin belum siap memulai MPASI.

1. Refleks menjulurkan lidah masih sangat kuat

Pernahkah Moms mencoba menempelkan sesuatu ke bibir bayi dan ia otomatis menjulurkan lidahnya keluar? Ini disebut refleks ekstrusi atau tongue-thrust reflex. Ini adalah mekanisme alami bayi untuk melindungi dirinya dari tersedak benda asing, dan refleks ini sangat berguna saat ia menyusu.

Jika bayi belum siap MPASI:

  • Lidahnya akan terus-menerus mendorong keluar makanan yang Moms berikan.
  • Ia tampak seolah-olah "melepeh" makanan tersebut, padahal itu adalah gerakan refleks yang tidak disengaja.

Biasanya, refleks ini akan mulai menghilang atau berkurang signifikan saat bayi mendekati usia 4-6 bulan. Jika setiap kali Moms menyodorkan sendok, lidahnya langsung mendorongnya keluar, ini adalah tanda jelas bahwa ia belum siap menelan makanan yang lebih padat dari cairan susu.

2. Leher dan kepala belum tegak stabil

Kemampuan mengontrol kepala adalah salah satu syarat mutlak keselamatan dalam pemberian makan. Untuk bisa menelan makanan dengan aman dan menghindari risiko tersedak, bayi harus bisa menegakkan kepalanya sendiri tanpa bantuan.

Perhatikan postur tubuh Si Kecil saat digendong dalam posisi duduk atau didudukkan di kursi makan (high chair):

  • Apakah kepalanya masih sering terkulai ke samping atau ke depan?
  • Apakah ia tampak kesulitan mempertahankan posisi kepalanya agar tetap tegak?

Jika jawabannya ya, maka otot lehernya belum cukup kuat. Sebaiknya tunda dulu pemberian makanan padat sampai ia bisa menahan kepalanya dengan stabil dan kokoh.

3. Belum mampu duduk tegak (meski dengan bantuan)

Bayi tidak harus bisa duduk sendiri secara sempurna tanpa sandaran sama sekali, tetapi ia harus bisa duduk tegak dengan sedikit bantuan atau sandaran di punggung bawah. Posisi duduk yang tegak sangat penting untuk membantu makanan turun ke saluran pencernaan dengan lancar berkat bantuan gravitasi.

Jika Si Kecil masih merosot jatuh saat didudukkan di kursi makan atau tubuhnya terlalu lemas untuk mempertahankan posisi duduk, ini adalah indikasi fisik bahwa kesiapan motorik kasarnya belum matang untuk proses makan. Memaksa bayi makan dalam posisi setengah berbaring atau merosot sangat berbahaya karena meningkatkan risiko makanan masuk ke saluran napas.

4. Tidak tertarik pada apa yang dimakan orang di sekitar

Bayi adalah peniru ulung dan pengamat yang jeli. Salah satu tanda kesiapan psikologis untuk makan adalah adanya rasa ingin tahu (curiosity). Biasanya, bayi yang siap MPASI akan mulai memperhatikan saat orang tuanya makan. Matanya akan mengikuti gerakan sendok Moms dari piring ke mulut, atau bahkan tangannya mencoba meraih makanan yang ada di depannya.

Sebaliknya, bayi yang belum siap biasanya akan terlihat tak acuh. Jika Moms makan di depannya dan ia asyik sendiri dengan mainannya tanpa menoleh sedikit pun ke arah piring Anda, kemungkinan besar minat makannya belum tumbuh. Minat ini penting karena proses makan haruslah menyenangkan, bukan sekadar memberikan nutrisi. Tanpa minat, sesi makan bisa berubah menjadi momen penuh tangisan dan penolakan.

Baca juga: Pilihan Buah Sehat untuk MPASI Bayi 6 Bulan

5. Koordinasi tangan ke mulut belum lancar

Meskipun pada awal MPASI, Moms yang akan lebih banyak menyuapi, kemampuan koordinasi mata, tangan, dan mulut tetap menjadi indikator perkembangan saraf yang penting. Bayi yang siap makan biasanya sudah bisa melihat objek (makanan atau mainan), meraihnya, dan mencoba memasukkannya ke dalam mulut secara akurat.

Jika Si Kecil masih kesulitan mengarahkan tangannya ke mulut atau genggamannya masih sangat lemah, ini bisa menjadi tanda bahwa sistem saraf motorik halusnya masih perlu waktu untuk berkembang sebelum ia siap berkenalan dengan tekstur makanan.

Bahaya memulai MPASI terlalu dini

Tak sedikit orang yang menganggap bahwa usia merupakan satu-satunya patokan untuk memberikan MPASI kepada Si Kecil. Namun, sesungguhnya ada beberapa risiko kesehatan yang perlu diperhatikan jika Moms memulai MPASI terlalu dini, antara lain:

1. Masalah pencernaan: Enzim pencernaan bayi mungkin belum cukup untuk memecah zat makanan selain susu, yang bisa menyebabkan perut kembung, sakit perut, hingga gangguan buang air besar.

2. Risiko obesitas: Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara pemberian MPASI dini dengan risiko kelebihan berat badan di kemudian hari.

3. Produksi ASI menurun: Jika bayi kenyang oleh makanan padat yang nutrisinya belum bisa ia serap maksimal, ia akan lebih jarang menyusu. Padahal, di usia ini, ASI masih menjadi sumber nutrisi utama yang paling lengkap.

Itulah ciri-ciri bayi belum siap MPASI. Moms, setiap anak itu unik dan istimewa. Jadi, jangan langsung panik saat Si Kecil belum menunjukkan tanda-tanda kesiapan MPASI meski usianya sudah mendekati 6 bulan. Anda tak perlu terburu-buru memberikan makanan padat jika Si Kecil menunjukkan ciri-ciri tersebut.

Meski begitu, Moms tetap harus memperhatikan tumbuh kembang Si Kecil. Jika diperlukan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai kesiapan anak untuk mendapatkan MPASI. (MB/WR/Foto: Freepik)