BABY

8 Tanda Bayi Tidak Suka MPASI dan Tips Mengatasinya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Moms, apakah Anda sudah tak sabar memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) pada Si Kecil? Tampaknya ini merupakan salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu, ya. Melihat Si Kecil mencoba rasa dan tekstur baru untuk pertama kalinya tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Namun, nyatanya tidak semua bayi langsung menyambut baik makanan padat pertamanya. Terkadang, bayi justru menunjukkan tanda-tanda penolakan yang menandakan tidak suka dengan MPASI. Apa saja tanda-tanda bayi tidak suka MPASI? Mengapa hal ini bisa terjadi? Bagaimana solusi mengatasi masalah ini? Simak pembahasan MB berikut ini, Moms!

Mengapa bayi tidak suka MPASI?

Saat bayi menolak diberikan MPASI, mungkin ada rasa kecewa dan khawatir dibenak Moms. Namun, perlu diketahui bahwa penolakan makanan pada bayi sering kali bukanlah tanda bahwa Si Kecil tidak akan pernah menyukai makanan tersebut. Sebaliknya, ini adalah bagian dari proses belajar dan adaptasinya. Selain sedang menghadapi masa adaptasi, berikut ini beberapa alasan bayi tidak suka MPASI, Moms.

1. Belum siap secara fisik:Bayi mungkin belum memiliki kontrol kepala dan leher yang baik atau refleks menjulurkan lidahnya masih kuat.

2. Rasa atau tekstur yang asing:Bayi terbiasa dengan rasa manis dari ASI atau susu formula. Rasa gurih, asam, atau pahit dari makanan bisa jadi mengejutkan baginya. Tekstur yang terlalu kental atau terlalu encer juga bisa jadi masalah.

3. Masalah kesehatan:Bayi mungkin sedang tumbuh gigi, sariawan, sembelit, atau merasa tidak enak badan, sehingga nafsu makannya menurun.

4. Waktu yang tidak tepat:Memberi makan saat bayi terlalu lelah atau terlalu lapar bisa membuatnya rewel dan tidak kooperatif. Pun saat Si Kecil merasa sudah kenyang, sehingga ia sudah tidak lapar lagi.

Tanda bayi tidak suka MPASI

Setiap bayi itu unik, dan cara Si Kecil berkomunikasi pun berbeda-beda. Namun, ada beberapa perilaku umum yang bisa menjadi petunjuk bahwa bayi tidak menikmati waktu makannya, yakni:

1. Melepeh atau menyemburkan makanan

Salah satu tanda paling jelas adalah ketika bayi secara konsisten melepeh atau menyemburkan makanan keluar dari mulutnya. Jika bayi sudah berusia di atas 6 bulan dan terus-menerus mendorong makanan keluar, ini bisa jadi tanda ia tidak menyukainya.

2. Mengatupkan mulut dengan rapat

Saat Moms menyodorkan sendok, Si Kecil justru mengatupkan mulutnya rapat-rapat. Perilaku ini adalah cara bayi memberi tahu bahwa ia tidak tertarik atau sudah merasa kenyang.

3. Memalingkan wajah

Ketika sendok mendekat, Si Kecil langsung memalingkan wajahnya ke kiri atau ke kanan. Ini adalah sinyal penolakan yang sangat kuat. Bayi menggunakan bahasa tubuh ini untuk menunjukkan bahwa ia tidak ingin makan saat itu.

Baca juga: Jangan Dipaksa, Ini Ciri-Ciri Bayi Belum Siap MPASI

4. Menangis atau rewel saat waktu makan

Jika waktu makan selalu diiringi tangisan atau rengekan, ini bisa menjadi tanda ada sesuatu yang tidak beres. Bayi mungkin merasa tidak nyaman, tidak suka dengan rasa atau tekstur makanan, atau mungkin ia sedang lelah atau sakit.

5. Bermain-main dengan makanan tanpa memakannya

Meskipun membiarkan bayi mengeksplorasi makanannya adalah hal yang baik, perhatikan jika ia hanya bermain-main tanpa benar-benar memasukkan makanan ke dalam mulut. Misalnya, ia hanya mengaduk-aduk makanan di nampan atau melemparnya ke lantai. Ini bisa jadi caranya untuk mengalihkan perhatian dari aktivitas makan itu sendiri.

6. Menunjukkan ekspresi wajah tidak suka

Wajah bayi sangat ekspresif. Jika ia mengerutkan dahi, mengangkat hidung, atau menunjukkan ekspresi jijik setelah mencicipi makanan, kemungkinan besar ia tidak menyukai rasanya. Ini adalah reaksi alami terhadap rasa yang baru dan asing baginya.

7. Kehilangan minat dengan cepat

Di awal sesi makan, Si Kecil mungkin tampak antusias. Namun, setelah satu atau dua suap, minatnya langsung hilang. Si Kecil mulai gelisah, mencoba turun dari kursi makannya, atau perhatiannya teralihkan ke hal lain. Ini menandakan bahwa ia sudah tidak tertarik lagi untuk melanjutkan makan.

8. Mendorong sendok atau tangan Anda

Tindakan fisik seperti mendorong sendok atau tangan Anda yang memegang makanan adalah cara komunikasi yang sangat jelas. Si Kecil secara aktif menolak apa yang Moms tawarkan. Ini adalah batas yang ia tetapkan, dan penting bagi kita untuk menghargainya.

Baca juga: 5 Ide Menu MPASI Sehat dan Lezat untuk Bayi Usia 12 Bulan

Tips mengatasi bayi yang tidak suka MPASI

Jika Moms dihadapkan dengan tantangan ini, berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi bayi yang tidak suka MPASI, Moms.

1. Ciptakan lingkungan makan yang menyenangkan

Jauhkan gangguan seperti televisi atau mainan saat waktu makan. Anda juga bisa mengajak Si Kecil makan bersama di meja makan. Penggunaan peralatan makan yang menarik juga bisa menjadi cara alternatif lainnya.

2. Tawarkan beragam pilihan makanan

Jangan hanya terpaku pada satu jenis makanan. Coba tawarkan berbagai rasa dan tekstur. Jika bayi menolak brokoli hari ini, coba lagi beberapa hari kemudian. Penelitian menunjukkan bahwa bayi mungkin perlu mencoba makanan baru hingga 10-15 kali sebelum ia bisa menerimanya.

3. Perhatikan waktu pemberian makan

Pastikan bayi tidak terlalu lelah atau terlalu kenyang. Beri jeda sekitar 1-2 jam setelah menyusu sebelum memberikan MPASI.

4. Ajak bayi mengeksplorasi makanan

Biarkan Si Kecil menyentuh, merasakan, dan bahkan sedikit bermain dengan makanannya (messy play). Ini adalah bagian dari proses belajar Si Kecil.

5. Libatkan bayi saat menyiapkan MPASI

Hal sederhana yang bisa Anda lakukan dengan menunjukkan bahan makanan yang akan dimasak atau biarkan ia memegang sendoknya sendiri. Ini dapat membangkitkan rasa penasarannya terhadap makanan.

Itulah beberapa tanda bayi tidak suka MPASI dan cara mengatasinya. Pastikan Moms tetap sabar, konsisten, dan menciptakan pengalaman makan yang positif untuk Si Kecil agar ia bisa menikmati makanannya. (MB/VN/Foto: Freepik)