BABY

Bayi Sering Tersedak Saat Menyusu? Ini Penyebab, Cara Mengatasi, dan Tanda Bahayanya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Moms mungkin pernah mengalami momen mendebarkan ketika bayi Anda tiba-tiba batuk, tersedak, atau tampak “kaget” saat sedang menyusu. Momen seperti ini bisa bikin panik, walaupun setelahnya bayi kembali tenang. Faktanya, bayi sering tersedak saat menyusu adalah salah satu kekhawatiran paling umum di usia awal kehidupan Si Kecil.

Namun, sebelum panik, penting untuk memahami dulu apakah ini termasuk bagian dari proses belajar bayi dalam mengoordinasikan napas dan menelan, atau justru tanda bahwa ada sesuatu yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

Apakah berbahaya jika bayi sering tersedak saat menyusu?

Bayi yang sesekali tersedak saat menyusu adalah hal yang umum dan biasanya tidak berbahaya. Namun, Moms perlu waspada jika:

  • Bayi tampak kesulitan bernapas setiap kali menyusu
  • Tersedak disertai wajah kebiruan
  • Berat badan bayi sulit naik
  • Terjadi batuk berkepanjangan setelah menyusu
  • Bayi tampak cemas, rewel, atau menolak menyusu
  • Tersedak terjadi hampir setiap sesi menyusu.

Menurut Cleveland Clinic, tersedak yang berulang dapat mengindikasikan adanya masalah koordinasi oral atau kondisi medis tertentu sehingga memerlukan evaluasi profesional.

Baca juga: Cegah Si Kecil Tersedak, Ini Cara Menyusui Bayi dengan Botol yang Benar

Mengapa bayi sering tersedak saat menyusu?

Tersedak sebenarnya bisa menjadi respons tubuh bayi untuk melindungi jalan napas ketika ada aliran susu yang terlalu cepat atau posisi menyusu yang kurang mendukung. Namun, jika terjadi terlalu sering, Moms perlu memperhatikan beberapa kemungkinan penyebab berikut:

1. Aliran ASI terlalu deras.Pada beberapa ibu, refleks let-down yang terlalu kuat membuat ASI mengalir cepat sehingga bayi kewalahan mengoordinasikan mengisap, menelan, dan bernapas. Bayi biasanya akan batuk, melepas payudara secara tiba-tiba, atau tampak tersedak.

2. Posisi menyusu kurang tepat.Posisi bayi yang terlalu mendatar saat menyusu bisa memudahkan susu “mengalir” ke belakang tenggorokan tanpa kontrol yang baik, sehingga risiko tersedak meningkat.

3. Bayi masih belajar mengatur ritme menyusu.Pada bayi baru lahir hingga usia 2-3 bulan, koordinasi oral-motor belum matang sepenuhnya. Tubuhnya masih “belajar” menyesuaikan ritme isap–telan–napas.

4. Gumoh yang berulang.Jika bayi gumoh dan langsung ingin menyusu lagi, aliran susu tambahan dapat meningkatkan risiko tersedak.

5. Masalah anatomis atau medis (jarang terjadi).Walaupun jarang, kondisi seperti tongue-tie, laryngomalacia, atau reflux berat dapat membuat bayi lebih sering tersedak. Jika Moms merasa tersedaknya sangat sering dan tampak mengganggu, ini bisa menjadi pertimbangan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Baca juga: Ini Penyebab Hiperlaktasi pada Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Bagaimana cara agar bayi tidak tersedak saat menyusu?

Coba lakukan beberapa cara di bawah ini untuk mengatasi masalah bayi sering tersedak saat menyusu:

1. Atur posisi menyusu agar sedikit lebih tegak.Posisi semi-upright sangat membantu bayi mengontrol aliran susu. Kepala sebaiknya lebih tinggi dibandingkan tubuhnya agar proses menelan lebih stabil.

2. Perbaiki perlekatan (latch).Latch yang lebih dalam membuat bayi dapat mengontrol aliran ASI lebih baik dan mengurangi risiko tersedak. Moms bisa mencoba posisi laid-back, side-lying, atau upright breastfeeding.

3. Berhenti sejenak ketika bayi mulai “kewalahan”.Jika bayi tampak batuk atau tersedak, berhentilah sebentar. Biarkan ia menelan atau bernapas dulu sebelum melanjutkan.

4. Keluarkan let-down pertama jika terlalu kuat.Jika Moms sering mengalami let-down deras, coba pompa sedikit ASI sebelum menyusui. Ini membantu menurunkan tekanan dan membuat bayi lebih nyaman.

5. Jangan buru-buru menyodorkan payudara setelah bayi gumoh.Berikan waktu 5-10 menit agar bayi meredakan sensasi di tenggorokannya sebelum kembali menyusu.

6. Pastikan bayi sendawa dengan baik.Sendawa membantu mengurangi udara di perut yang bisa memicu gumoh atau tersedak.

Baca juga: 12 Makanan yang Bisa Berisiko Membuat Anak Tersedak

Kapan harus membawa bayi ke dokter?

Segera konsultasikan Si Kecil ke dokter jika:

  • Tersedak terjadi pada setiap sesi menyusu
  • Bayi tampak kesulitan bernapas atau sering batuk setelah menyusu
  • Berat badan bayi stagnan atau menurun
  • Ada suara napas mengi atau suara ngik-ngik, serak, atau napas tersengal
  • Terdapat tanda infeksi atau kondisi medis lain yang membuat bayi mudah lelah saat menyusu.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan mulut, tenggorokan, atau menilai fungsi oral-motor untuk memastikan tidak ada kondisi yang mengganggu proses menyusu.

Bayi yang sering tersedak saat menyusu memang membuat Moms cemas, tetapi tidak selalu menjadi tanda bahaya. Banyak bayi mengalami fase ini karena sistem tubuh mereka masih berkembang dan belajar mengoordinasikan proses minum. Meski begitu, memahami penyebab, memperbaiki teknik menyusui, serta mengenali tanda bahaya sangat penting agar menyusu tetap menjadi momen nyaman bagi Moms dan Si Kecil.

Jika tersedak terjadi terlalu sering atau disertai gejala lain, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan semuanya aman. (MB/AY/TW/Foto: Canva)