BABY

Kenapa Bayi 10 Bulan Belum Tumbuh Gigi? Ini Penjelasannya, Moms


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Moms mungkin akan merasa sedikit cemas ketika melihat bayi lain sudah tumbuh gigi, sementara bayi Anda yang berusia 10 bulan masih tersenyum tanpa satu pun gigi kecil muncul? Anda mungkin bertanya-tanya, “Kenapa bayi 10 bulan belum tumbuh gigi?” Tak perlu khawatir berlebihan, Moms. Setiap anak memang punya jadwal tumbuh kembangnya sendiri.

Nah, agar Anda bisa memahami alasan kenapa bayi 10 bulan belum tumbuh gigi, simak penjelasan mengenai penyebabnya, tanda-tanda yang masih tergolong normal, hingga kapan Moms sebaiknya perlu berkonsultasi dengan dokter.

Normalkah bayi umur 10 bulan belum tumbuh gigi?

Bayi yang belum mengalami pertumbuhan gigi walaupun sudah berusia 10 bulan adalah hal yang normal ya, Moms.

Banyak panduan menyebut bahwa gigi pertama pada bayi biasanya muncul antara usia 6-12 bulan. Namun, yang dimaksud dengan “rentang normal” itu cukup luas, Moms. Ada bayi yang mulai tumbuh gigi lebih awal, dan ada juga yang lebih lambat.

Namun, jika gigi bayi belum muncul sama sekali hingga usia sekitar 15-18 bulan (tergantung panduan), Anda baru disarankan untuk konsultasi dengan dokter atau dokter gigi anak guna memastikan tidak ada kelainan.

Baca juga: 10 Mitos Seputar Gigi Bayi yang perlu Moms Tahu Kebenarannya

Apa penyebab bayi lambat tumbuh gigi?

Sebelum Moms panik, penting untuk tahu bahwa keterlambatan tumbuh gigi adalah sesuatu yang umum terjadi. Banyak faktor dapat memengaruhi cepat atau lambatnya kemunculan gigi pertama. Dengan memahami penyebabnya, Moms bisa lebih tenang sekaligus tahu apa yang perlu dipantau dari Si Kecil.

1. Faktor genetik

Faktor keturunan punya peran besar dalam waktu tumbuh gigi bayi. Jika Moms atau Dads dulu mengalami tumbuh gigi yang lebih lambat, besar kemungkinan Si Kecil mengikuti pola yang sama. Ini sepenuhnya normal dan tidak mengganggu perkembangan lainnya.

2. Kondisi nutrisi

Asupan nutrisi seperti kalsium, fosfor, dan vitamin D sangat penting untuk membentuk gigi dan tulang yang kuat. Jika kebutuhan nutrisi ini belum optimal, proses tumbuh gigi bisa memerlukan waktu lebih lama. Namun, selama bayi tumbuh dengan baik dan mendapat MPASI seimbang, biasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

3. Kelahiran prematur

Bayi yang lahir prematur memang cenderung mengalami keterlambatan pada beberapa tahap tumbuh kembang, termasuk dalam hal tumbuh gigi. Hal ini terjadi karena ia membutuhkan waktu tambahan untuk mengejar perkembangan yang seharusnya terjadi di akhir trimester kehamilan. Biasanya seiring bertambahnya usia, perkembangan giginya akan menyusul.

4. Variasi perkembangan normal

Setiap bayi benar-benar unik, termasuk dalam hal teething. Ada bayi yang langsung tumbuh gigi dalam jumlah banyak sekaligus, ada pula yang baru menunjukkan tanda-tanda di usia mendekati 1 tahun. Selama bayi Anda aktif, sehat, dan tumbuh sesuai kurva, keterlambatan ini biasanya bukan masalah medis.

Baca juga: Tanda Bayi Tumbuh Gigi dan Cara Mengatasi saat Ia Rewel

Bagaimana cara agar bayi 10 bulan cepat tumbuh gigi?

Perlu Moms ingat, tumbuh gigi adalah proses alami yang sangat dipengaruhi genetik dan perkembangan individual. Tidak ada cara yang bisa “memaksa” gigi muncul lebih cepat. Namun, ada beberapa langkah yang mendukung dan merangsang pertumbuhan gigi pada bayi agar berjalan optimal.

1. Pastikan nutrisi yang mendukung pembentukan gigi terpenuhi

Nutrisi tertentu sangat penting untuk perkembangan tulang dan gigi. Dengan nutrisi yang terpenuhi, proses mineralisasi gigi di bawah gusi dapat berjalan dengan baik. Moms bisa mendapatkan asupan nutrisi dari:

  • Kalsium yang bisa didapatkan dari yoghurt, keju, salmon, ASI atau susu
  • Vitamin D seperti paparan sinar matahari pagi
  • Fosfor yang bisa ditemukan pada telur, ikan, daging.

2. Rutin berikan teether

Mengunyah teether dapat memberikan stimulasi pada gusi sehingga memicu gigi lebih cepat menembus permukaan. Berikut ini beberapa tips yang bisa Moms terapkan, yaitu:

  • Pilih teether bertekstur lembut
  • Bisa didinginkan di kulkas untuk meredakan ketidaknyamanan gusi
  • Berikan selama bayi bermain agar gusi aktif terstimulasi.

3. Berikan makanan bernutrisi yang butuh dikunyah

Moms bisa berikan MPASI dengan tekstur lebih padat seperti finger food untuk membantu melatih gusi. Beberapa makanan seperti potongan pisang, roti lembut, hingga sayur kukus dari brokoli dan wortel juga bisa membantu. Hal ini penting, karena gerakan mengunyah merangsang area gusi tempat gigi akan keluar.

4. Jaga kesehatan gusi bayi

Membersihkan gusi membantu menjaga kesehatan rongga mulut agar proses tumbuh gigi tidak terhambat. Ini cara membersihkan gusi praktis dan aman yang bisa Moms terapkan di rumah.

  • Gunakan kain kasa lembut yang dibasahi air hangat
  • Usapkan secara perlahan pada gusi 1-2 kali sehari.

5. Cukupi paparan sinar matahari

Vitamin D dari sinar matahari membantu penyerapan kalsium yang merupakan kombinasi ideal untuk pertumbuhan gigi dan tulang bayi. Pastikan Moms mengajak Si Kecil berjemur pada waktu terbaik, yaitu 10-15 menit di pagi hari sebelum jam 9.

6. Konsultasi jika gigi tak muncul sampai usia 15-18 bulan

Menurut pedoman medis, gigi pertama biasanya muncul di usia 6-12 bulan. Jika belum muncul setelah 15-18 bulan, sebaiknya periksa ke dokter anak atau dokter gigi anak untuk memastikan tidak ada kondisi seperti defisiensi nutrisi berat, kelainan gigi bawaan, hingga masalah perkembangan.

Setiap bayi memiliki ritme tumbuh kembangnya sendiri, termasuk dalam hal tumbuh gigi. Jadi, jika bayi 10 bulan belum tumbuh gigi, Moms tidak perlu langsung cemas. Namun, tetap penting bagi Anda untuk memantau dan memberikan dukungan terbaik melalui nutrisi yang tepat, stimulasi gusi, serta kebiasaan menjaga kesehatan mulut sejak dini. Jangan ragu juga untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau dokter gigi anak guna mendapat evaluasi menyeluruh. (MB/YE/SW/Foto: Freepik)