TODDLER

Demam Anak Naik Turun Selama 3 Hari, Ini Penyebab dan Cara Penanganannya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Melihat Si Kecil mengalami demam tentu membuat Moms merasa khawatir. Apalagi jika suhu tubuhnya tampak tidak stabil. Turun saat diberi obat, tetapi kembali melonjak beberapa jam kemudian, lalu terus begitu selama berhari-hari. Fenomena demam naik turun selama 3 hari adalah salah satu keluhan yang paling sering dibawa orang tua ke dokter anak.

Meskipun sebenarnya demam adalah tanda tubuh sedang melawan infeksi, orang tua perlu tetap waspada untuk membedakan mana demam biasa dan mana yang memerlukan intervensi medis segera. Berikut ini penjelasan lengkap soal demam naik turun pada anak selama 3 hari.

Kenapa sudah 3 hari panas anak naik turun?

Kondisi demam yang fluktuatif (naik turun) selama beberapa hari biasanya disebabkan oleh beberapa faktor utama, antara lain:

1. Siklus infeksi virus

Sebagian besar demam pada anak disebabkan oleh infeksi virus (seperti flu atau ISPA). Virus memiliki masa inkubasi dan masa aktif tertentu. Selama virus masih bereplikasi atau berkembang biak di dalam tubuh, maka suhu tubuh akan terus naik turun sebagai respons perlawanan imun.

2. Efek obat penurun panas

Sering kali, panas yang "turun" sebenarnya hanya efek sementara dari obat penurun demam, seperti paracetamol atau ibuprofen. Begitu masa kerja obat habis (biasanya 4-6 jam), suhu tubuh akan kembali naik jika penyebab infeksinya belum teratasi.

3. Gejala penyakit spesifik

Beberapa penyakit tertentu memiliki gejala demam yang fluktuatif. Beberapa penyakit itu, seperti demam berdarah dengue, tifus, dan infeksi saluran kemih. Pada demam berdarah dengue (DBD), demam akan turun di hari ke-3 hingga ke-5.

Meski begitu, turunnya panas ini malah justru menunjukkan bahwa Si Kecil sedang dalam masa ”kritis”, di mana tubuh sebenarnya sedang melemah. Pada tifus, biasanya demam akan lebih tinggi pada sore dan malam hari, tetapi mereda di pagi hari. Sedangkan jika Si Kecil mengalami demam yang naik turun tanpa batuk pilek, maka ini bisa menjadi indikasi adanya infeksi pada saluran kemih anak.

Baca juga:10 Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari

Berapa hari batas normal demam pada anak?

Secara medis, demam pada anak dianggap masih dalam batas "wajar" untuk dirawat di rumah jika berlangsung kurang dari 3 hari, selama anak masih mau minum, aktif bergerak, dan tidak menunjukkan tanda bahaya.

Namun, hari ketiga adalah titik balik penting. Para dokter biasanya menyarankan pemeriksaan darah (seperti cek hemoglobin, leukosit, dan trombosit) jika demam sudah memasuki hari ketiga tanpa perbaikan. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi dini kemungkinan infeksi bakteri atau penyakit berbahaya seperti DBD.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Anak Demam Tapi Tangan dan Kaki Dingin

Yang perlu Moms ingat, segera bawa ke dokter sebelum 3 hari jika Si Kecil mengalami kejang, sesak napas, muncul ruam merah yang tidak hilang saat ditekan, atau menunjukkan gejala dehidrasi (buang air kecil sedikit dan menangis tanpa air mata).

Cara mengatasi demam naik turun selama 3 hari

Sambil memantau kondisi Si Kecil, berikut ini langkah-langkah penanganan demam yang bisa Moms lakukan di rumah.

1. Jaga hidrasi tubuh

Demam meningkatkan risiko dehidrasi karena cairan tubuh menguap lebih cepat melalui kulit. Oleh karena itu, pastikan anak minum lebih banyak air. Jika Si Kecil ogah minum air putih biasa, maka Moms bisa berikan alternatif cairan dengan susu atau kuah sup. Jika anak masih menyusu, berikan ASI sesering mungkin.

2. Berikan kompres air hangat

Alih-alih kompres air dingin, Moms bisa bantu membuat anak merasa lebih nyaman dan membantu menurunkan demam dengan kompres air hangat. Gunakan kain yang dibasahi air hangat dan letakkan di area lipatan seperti ketiak atau selangkangan Si Kecil. Pasalnya, air hangat membantu melebarkan pembuluh darah sehingga panas tubuh lebih cepat keluar.

Baca juga:Anak Demam Tinggi, Begini Cara Mengompres yang Benar

3. Gunakan pakaian tipis

Hindari memakaikan baju tebal atau menyelimuti anak secara berlebihan. Moms bisa kenakan Si Kecil pakaian yang berbahan katun dan tipis, untuk menghindari panas tubuh yang terperangkap dan mendorong sirkulasi udara yang baik.

4. Memberikan obat demam secara teratur

Jangan ragu untuk memberikan obat penurun panas ketika anak demam. Moms bisa berikan paracetamol sesuai dosis berat badan Si Kecil (bukan berdasarkan usia). Selain itu, pastikan jeda waktu pemberian obat sesuai anjuran, biasanya tiap 4-6 jam. Hindari memberikan aspirin kepada Si Kecil, karena dapat meningkatkan risiko Reye sindrom yang berbahaya.

5. Pantau suhu secara berkala

Gunakan termometer yang akurat (digital). Hindari mengukur suhu hanya dengan rabaan tangan, karena persepsi panas setiap orang berbeda-beda. Catat perkembangan suhu tubuh anak untuk dilaporkan kepada dokter nantinya.

Demam naik turun selama 3 hari adalah tanda bahwa tubuh Si Kecil sedang berperang melawan infeksi. Meskipun sebagian besar disebabkan oleh virus ringan, Moms harus tetap jeli memantau kondisi fisik Si Kecil secara keseluruhan. Jika pada hari ketiga kondisi Si Kecil tidak kunjung membaik atau ia justru makin lemas, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat. (MB/AY/GA/Foto: User18526052/Freepik)