FAMILY & LIFESTYLE

Ciri-Ciri Ejakulasi Dini pada Wanita dan Cara Mengatasinya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Ketika berbicara tentang masalah seksual dalam rumah tangga, topik yang sering kali muncul adalah ejakulasi dini pada pria atau kesulitan wanita mencapai orgasme. Namun, ada satu kondisi yang jarang dibicarakan tetapi cukup nyata dialami sebagian wanita, yaitu ejakulasi dini atau orgasme yang terjadi terlalu cepat.

Moms mungkin pernah merasa bingung atau bahkan bersalah ketika sesi hubungan intim berakhir jauh lebih cepat dari yang diharapkan karena orgasme yang tak tertahankan di awal. Perasaan ini wajar, tetapi mungkin juga menimbulkan pertanyaan di benak Anda, “Apakah saya normal?“

Tak perlu bingung, ejakulasi dini juga bisa terjadi pada wanita. Yuk, pahami bersama penyebab, ciri-ciri, serta cara mengatasinya agar keharmonisan di kamar tidur tetap terjaga.

Apa itu ejakulasi dini pada wanita?

Dalam dunia medis, istilah yang lebih tepat untuk kondisi ini adalah orgasme prematur. Ejakulasi dini yang dialami wanita normal jika terjadi sesekali, terutama karena variasi sensitivitas fisik atau faktor psikologis masing-masing.

Berbeda dengan pria yang memiliki parameter waktu medis tertentu, ejakulasi dini pada wanita lebih bersifat subjektif. Kondisi ini terjadi ketika seorang wanita mencapai klimaks atau orgasme jauh lebih cepat dari yang ia atau pasangannya inginkan, sering kali sebelum hubungan intim yang sesungguhnya (penetrasi) berlangsung lama, atau bahkan baru saja dimulai.

Bagi sebagian pasangan, cepat mencapai orgasme mungkin dianggap sebagai hal positif. Namun, jika Anda mengalaminya, ini bukanlah sebuah "kegagalan" sebagai istri, melainkan sebuah sinyal tubuh yang perlu dipahami.

Ciri-ciri ejakulasi dini pada wanita

Ejakulasi dini pada wanita sering disamakan dengan yang terjadi pada pria. Agar tak salah paham lagi, berikut ini ciri-ciri ejakulasi pada wanita yang perlu Anda ketahui.

1. Orgasme terjadi sebelum atau sesaat setelah penetrasi

Ciri paling umum adalah terjadinya klimaks dalam waktu yang sangat singkat setelah stimulasi seksual dimulai. Dalam beberapa kasus, wanita bisa mengalami orgasme hanya dengan sedikit rangsangan fisik atau foreplay ringan, bahkan sebelum suami sempat melakukan penetrasi.

2. Ketidakmampuan menahan klimaks

Moms mungkin ingin menikmati momen kebersamaan lebih lama, tetapi tubuh bereaksi sangat cepat dan orgasme terjadi di luar kendali, meskipun Anda sudah berusaha menahannya atau mengalihkan pikiran. Hilangnya kontrol ini bisa disebabkan faktor fisik maupun psikologis.

Baca juga: Sakit saat Ejakulasi? 6 Hal ini Bisa Menjadi Penyebabnya

3. Perasaan tidak puas atau bersalah

Secara psikologis, kondisi ini sering ditandai dengan perasaan negatif setelah berhubungan. Anda mungkin merasa "meninggalkan" pasangan karena sudah selesai lebih dulu, atau merasa sesi bercinta menjadi tidak seimbang. Rasa bersalah ini kadang justru memperburuk keadaan karena memicu kecemasan di sesi berikutnya.

4. Kurangnya fase plateau

Dalam siklus respons seksual yang normal, biasanya ada fase gairah yang meningkat, kemudian fase plateau (datar tetapi tinggi) sebelum mencapai orgasme. Pada kasus ejakulasi dini wanita, fase plateau ini sangat singkat atau bahkan terlewatkan sama sekali, sehingga tubuh melonjak dari gairah awal langsung menuju klimaks.

Penyebab ejakulasi dini pada wanita

Penyebab kondisi ejakulasi dini pada wanita bisa bervariasi, mulai dari faktor fisik hingga kondisi emosional. Memahami penyebabnya bisa membantu Anda dan pasangan untuk mengatasinya.

Faktor psikologis dan emosional

1. Kecemasan dan stres:Beban pikiran mengurus rumah tangga, pekerjaan, atau anak-anak bisa membuat tubuh menjadi hipersensitif. Rasa cemas ingin "memberikan yang terbaik" untuk suami justru bisa memicu respons orgasme yang terburu-buru.

2. Masalah dalam hubungan:Jika ada konflik yang belum terselesaikan dengan suami, tubuh bisa bereaksi dengan ingin menyelesaikan sesi intim secepat mungkin secara tidak sadar.

3. Riwayat abstinensi: Jika Anda dan pasangan sudah lama tidak berhubungan intim (misalnya usai melahirkan atau dinas luar kota), sensitivitas tubuh akan meningkat drastis saat kembali bersentuhan, memicu orgasme cepat.

Faktor fisik dan hormonal

1. Hipersensitivitas saraf:Beberapa wanita secara alami memiliki area sensitif yang lebih reaktif terhadap rangsangan.

2. Perubahan hormonal:Masa kehamilan, menyusui, atau mendekati menopause dapat mengubah kadar hormon yang memengaruhi kontrol terhadap gairah seksual.

3. Penggunaan obat-obatan:Beberapa jenis obat, terutama yang memengaruhi serotonin atau obat penenang tertentu, bisa memiliki efek samping yang memengaruhi pola orgasme.

Baca juga: Jenis-Jenis Orgasme yang Bisa Dialami Wanita, Seperti Apa Sensasinya?

Cara mengatasi ejakulasi dini pada wanita

Tak perlu putus asa, Moms. Ejakulasi dini bisa dikelola. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda coba bersama pasangan.

1. Komunikasi terbuka dengan pasangan

Langkah pertama dan terpenting adalah bicara. Sampaikan apa yang Anda rasakan kepada suami tanpa rasa takut dihakimi. Diskusikan bahwa Anda ingin memperpanjang durasi keintiman untuk menikmati momen bersama lebih lama. Dukungan emosional dari suami biasanya sangat ampuh untuk mengurangi kecemasan yang menjadi pemicu utama.

2. Latihan Kegel

Senam Kegel tidak hanya bagus untuk kondisi usai melahirkan, tetapi juga efektif untuk melatih kontrol orgasme. Dengan menguatkan otot panggul bawah, Anda bisa belajar mengontraksikan otot tersebut untuk menunda datangnya klimaks saat gairah sedang memuncak. Lakukan latihan ini secara rutin setiap hari untuk hasil yang maksimal.

3. Teknik "start-stop"

Teknik ini biasa disarankan untuk pria, tetapi juga efektif untuk wanita. Saat berhubungan dan Anda merasa orgasme sudah dekat, mintalah suami untuk berhenti sejenak atau mengubah stimulasi. Biarkan gairah sedikit menurun sebelum memulai kembali. Ini melatih tubuh Anda untuk mengenali sensasi dan memperpanjang fase kenikmatan.

4. Fokus pada foreplay tanpa rangsangan langsung

Cobalah untuk memperpanjang durasi bercumbu tanpa langsung menyentuh area yang paling sensitif (seperti klitoris) secara intens di awal. Nikmati sentuhan di area tubuh lain untuk membangun keintiman emosional tanpa memicu lonjakan fisik yang terlalu cepat.

5. Konsultasi dengan ahli

Jika cara-cara di atas belum memberikan perubahan dan kondisi ini sangat mengganggu keharmonisan rumah tangga, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan seksolog atau konselor pernikahan. Terkadang, ada faktor medis atau psikologis mendalam yang perlu dibantu oleh profesional.

Itulah ciri-ciri ejakulasi dini wanita. Ejakulasi dini atau orgasme prematur pada wanita bukanlah akhir dari kehidupan seksual yang bahagia. Ajak pasangan untuk bersama-sama belajar kembali tentang tubuh masing-masing dan mempererat ikatan emosional. (MB/AY/VN/Foto: Freepik)