BABY

Tekstur MPASI Bayi 9 Bulan yang Ideal dan Cara Pemberiannya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Seiring pertambahan usia bayi, tak hanya perkembangan fisiknya saja yang terlihat berubah, kebutuhan makannya pun ikut berubah. Bukan hanya soal porsi yang bertambah, tetapi tekstur makanannya pun perlu disesuaikan. Lalu, seperti apa tekstur MPASI bayi 9 bulan?

Ketika Si Kecil memasuki fase "naik tekstur" di usia 9 bulan, mungkin beberapa Moms khawatir bayi Anda akan tersedak, melepeh makanan, atau menolak makan sama sekali. Agar hal ini tidak terjadi, yuk, pahami bersama tentang perubahan tekstur MPASI di usia ini serta beberapa resep makanan yang bisa Moms sajikan untuk Si Kecil agar makannya makin lahap.

Mengapa tekstur makanan bayi 9 bulan perlu ditingkatkan?

Meski Si Kecil sudah sangat menyukai bubur halus yang biasa Anda berikan, tekstur ini tak bisa Anda berikan seiring pertambahan usianya, Moms. Pada dasarnya, menaikkan tekstur makanan bayi bukan sekadar mengikuti tren atau panduan buku, tetapi berkaitan erat dengan tumbuh kembang jangka panjang anak.

Pertama, tekstur yang lebih kasar melatih otot-otot di sekitar mulut (oromotor). Bayi perlu belajar menggerakkan lidah ke kanan dan kiri, serta menggunakan rahang untuk mengunyah. Latihan ini sangat krusial, tidak hanya untuk kemampuan makan, tetapi juga kemampuan bicara di kemudian hari. Otot mulut yang terlatih dengan baik membantu Si Kecil melafalkan kata-kata dengan lebih jelas.

Kedua, mengenalkan berbagai tekstur sejak dini mencegah anak menjadi picky eater di masa depan. Bayi yang terbiasa hanya makan makanan lumat cenderung menolak makanan padat saat balita karena merasa asing atau malas mengunyah. Memperkenalkan variasi tekstur mengajarkan Si Kecil bahwa makanan datang dalam berbagai bentuk yang menarik.

Baca juga: 8 Tanda Bayi Tidak Suka MPASI dan Tips Mengatasinya

Tekstur MPASI anak 9 bulan yang ideal

Jika sebelumnya bayi terbiasa dengan bubur saring yang sangat halus, usia 9 bulan adalah masa transisi menuju makanan keluarga. Tekstur yang disarankan adalah dicincang halus (minced) atau dicincang kasar (chopped). Saat membuatnya, makanan ini tidak perlu lagi disaring oleh penyarik kawat, tetapi cukup menekannya dengan punggung sendok atau garpu, atau mencincangnya dengan pisau.

Selain makanan utama, ini waktu yang tepat untuk mengenalkan finger food. Karena kemampuan menjepit (pincer grasp) bayi 9 bulan biasanya sudah mulai berkembang, mereka akan senang mencoba memegang makanannya sendiri. Makanan ini harus cukup lunak agar bisa lumer di mulut atau mudah digigit dengan gusi, tetapi cukup padat untuk digenggam.

Cara naik tekstur MPASI untuk bayi 9 bulan

Masa transisi dari pemberian makanan yang halus ke tekstur yang lebih kasar mungkin tidak selalu mulus. Namun, untuk membantu Si Kecil beradaptasi, coba lakukan beberapa langkah berikut:

1. Lakukan secara bertahap

Jangan mengubah tekstur secara drastis dalam satu malam. Mulailah dengan mencampurkan sedikit makanan bertekstur kasar ke dalam bubur halusnya. Perlahan-lahan, kurangi porsi bubur halus dan perbanyak porsi kasarnya seiring berjalannya waktu. Ini memberi waktu bagi lidah bayi untuk "berkenalan" tanpa merasa terancam.

2. Gunakan garpu, bukan blender

Cobalah melumatkan buah, sayuran kukus, atau nasi tim menggunakan garpu. Hasil lumatannya akan menyisakan sedikit tekstur kasar yang aman untuk bayi belajar mengunyah.

3. Contohkan cara mengunyah

Saat menyuapi, Moms bisa ikut membuka mulut dan memperagakan gerakan mengunyah secara berlebihan. Tunjukkan bagaimana rahang Anda bergerak. Sambil bercanda, ajak Si Kecil menirukan gerakan tersebut.

4. Kenalkan finger food yang aman

Berikan kesempatan bayi memegang kendali. Siapkan potongan buah naga, pepaya matang, atau wortel kukus yang dipotong memanjang seukuran jari telunjuk orang dewasa. Membiarkan anak menyentuh, meremas, dan memasukkan makanan sendiri ke mulut adalah pengalaman sensorik yang luar biasa.

5. Bedakan "gagging" dan "choking"

Banyak orang tua panik saat melihat bayinya seperti mau muntah (gagging). Padahal, ini adalah refleks alami tubuh bayi untuk melindungi jalan napas saat ada makanan yang terlalu besar atau berada terlalu dalam di mulut. Jika bayi gagging, tetap tenang dan awasi. Biasanya bayi akan memuntahkan makanan itu sendiri dan belajar mengontrol makanan di dalam mulut. Ini berbeda dengan tersedak (choking) di mana jalan napas tertutup total dan bayi tidak bisa bersuara, di mana kondisi ini memerlukan pertolongan segera.

6. Variasikan menu makanan

Jangan ragu bereksperimen dengan berbagai bahan makanan. Tekstur daging cincang tentu berbeda dengan tekstur tahu lumat atau butiran nasi tim. Variasi ini memperkaya "database" rasa dan tekstur di otak Si Kecil, membuatnya lebih adaptif terhadap makanan baru.

7. Bersabar dan jangan memaksa

Jika Si Kecil menolak atau melepeh makanan kasarnya, jangan dipaksa ya, Moms. Pemaksaan hanya akan membuat anak trauma makan. Cobalah turunkan sedikit teksturnya di jam makan berikutnya, lalu coba naikkan lagi beberapa hari kemudian. Kunci utamanya adalah konsistensi dan kesabaran.

Baca juga: Tekstur MPASI Bayi 10 Bulan yang Tepat dan Cara Mengenalkannya

Contoh makanan untuk bayi 9 bulan

Anda masih bingung mau masak apa untuk Si Kecil yang baru naik tekstur? Berikut ini MB rekomendasikan inspirasi menu dengan tekstur yang pas untuk bayi usia 9 bulan.

1. Nasi tim ayam cincang

Masak beras hingga menjadi nasi tim lembek. Tumis daging ayam giling dengan sedikit bawang putih dan kaldu, lalu campurkan. Tambahkan wortel parut untuk serat ekstra.

2. Perkedel kentang daging

Kukus kentang dan haluskan (jangan terlalu halus). Campur dengan daging sapi giling yang sudah ditumis matang dan sedikit seledri. Bentuk bulat pipih, lalu panggang atau goreng dengan sedikit minyak. Teksturnya lembut di dalam tetapi padat di luar.

3. Orak-arik telur sayur

Telur adalah sumber protein yang mudah diolah. Buat orak-arik telur dengan campuran bayam cincang atau brokoli kukus yang dicincang halus.

4. Pasta makaroni kukus

Pilih makaroni bentuk kecil atau pasta khusus bayi. Rebus hingga sangat lunak, lalu campur dengan saus tomat buatan sendiri dan daging giling atau keju parut.

5. Stik ubi ungu kukus

Sebagai camilan finger food, ubi ungu atau ubi cilembu yang dikukus matang sangat cocok. Rasanya manis alami dan teksturnya lembut saat digigit.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms pahami seputar naik tekstur MPASI untuk anak 9 bulan. Menaikkan tekstur MPASI memang tantangan tersendiri, tetapi ingatlah bahwa setiap anak memiliki ritme perkembangannya masing-masing. Bersabarlah dan konsisten untuk mendampingi Si Kecil mengeksplorasi makanannya, Moms. (MB/AY/VN/Foto: Freepik)