FAMILY & LIFESTYLE

Mimpi Buruk Pertanda Apa? Ini Penjelasannya, Moms


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Terbangun di tengah malam dengan napas tersengal dan keringat dingin adalah pengalaman yang cukup menegangkan ya, Moms. Nah, reaksi seperti itu biasanya muncul saat Anda habis bermimpi buruk. Lalu, apa arti mimpi buruk? Apakah merupakan sinyal akan datangnya musibah atau sekadar respons tubuh terhadap kelelahan?

Banyak orang segera mengaitkan mimpi buruk dengan firasat buruk atau gangguan supranatural. Namun, sebagai manusia, kita juga harus berpikir secara rasional ya, Moms. Memahami mekanisme tidur dan psikologi di balik mimpi buruk yang Anda alami bisa menjadi langkah awal untuk memahami diri Anda, Moms.

Apa itu mimpi buruk?

Secara ilmiah, mimpi buruk adalah mimpi yang mengganggu dan terasa sangat nyata sehingga memicu respons emosional yang kuat dari orang yang sedang tidur, biasanya berupa rasa takut atau cemas.

Fenomena ini umumnya terjadi selama tahap tidur Rapid Eye Movement (REM), yaitu fase ketika aktivitas otak sangat tinggi dan menyerupai keadaan saat kita bangun. Karena periode REM menjadi makin panjang seiring berjalannya malam, mimpi buruk paling sering terjadi pada dini hari.

Penting untuk membedakan antara mimpi buruk biasa dengan night terror (teror tidur). Jika mimpi buruk membuat Anda terbangun dengan ingatan yang jelas tentang apa yang terjadi, night terror sering kali membuat seseorang berteriak atau meronta dalam tidur tanpa mengingat kejadian tersebut saat bangun. Mimpi buruk bukanlah sekadar "bunga tidur", tetapi manifestasi dari aktivitas bawah sadar yang mencoba memproses emosi, memori, dan informasi yang kita terima sepanjang hari.

Penyebab mimpi buruk

Mimpi buruk jarang muncul tanpa sebab. Sering kali ini adalah sinyal dari tubuh atau pikiran bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam gaya hidup atau kondisi mental kita. Berikut ini pemicu utama munculnya mimpi buruk, Moms.

1. Stres dan kecemasan

Ini adalah penyebab paling dominan. Masalah pekerjaan, tekanan finansial, atau konflik interpersonal sering kali terbawa ke alam bawah sadar. Otak kita terus bekerja memproses konflik ini saat tubuh beristirahat, memanifestasikannya dalam bentuk skenario mimpi yang menegangkan.

2. Trauma masa lalu

Individu yang pernah mengalami peristiwa traumatis, seperti kecelakaan atau kekerasan, sering mengalami mimpi buruk berulang. Ini adalah gejala umum dari post-traumatic stress disorder (PTSD), di mana otak terjebak dalam siklus memutar ulang memori menyakitkan tersebut.

Baca juga: Kenapa Mimpi Buruk Tidak Boleh Diceritakan? Ini Alasannya

3. Konsumsi obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat, termasuk antidepresan dan obat tekanan darah, diketahui bisa memengaruhi zat kimia otak yang mengatur tidur REM. Efek samping ini dapat meningkatkan intensitas dan frekuensi mimpi.

4. Kurang tidur dan jadwal tidak teratur

Perubahan jadwal tidur yang drastis atau kurang tidur dapat meningkatkan risiko mimpi buruk. Ketika kita mengalami deprivasi tidur, otak akan mengalami REM rebound saat kita akhirnya tidur, membuat fase bermimpi menjadi lebih intens.

5. Pola makan menjelang tidur

Makan besar tepat sebelum tidur dapat meningkatkan metabolisme dan aktivitas otak. Ini adalah sinyal bagi tubuh untuk tetap "waspada" secara internal, yang sering kali berujung pada tidur yang gelisah dan mimpi yang tidak menyenangkan.

Apa yang harus kita lakukan saat mimpi buruk?

Mengalami mimpi buruk bisa membuat kita merasa tidak berdaya, tetapi respons kita setelah terbangunlah yang menentukan seberapa besar dampaknya terhadap hari kita. Berikut ini langkah-langkah strategis untuk mengembalikan ketenangan setelah mimpi buruk.

1. Lakukan "reality check"

Segera sadarkan diri bahwa apa yang baru saja terjadi hanyalah mimpi. Katakan pada diri sendiri dengan tegas, "Saya aman, saya berada di kamar saya, dan itu tidak nyata." Afirmasi positif ini membantu otak beralih dari mode panik ke mode rasional.

2. Atur pernapasan

Gunakan teknik pernapasan dalam. Tarik napas perlahan melalui hidung, tahan sejenak, dan embuskan melalui mulut. Ini menurunkan detak jantung dan memberi sinyal pada sistem saraf parasimpatis untuk rileks.

3. Jangan memaksakan tidur kembali

Jika rasa takut masih mendominasi, jangan memaksakan diri untuk memejamkan mata. Bangunlah sejenak, minum air putih, atau baca buku yang menenangkan hingga rasa kantuk datang kembali secara alami.

4. Analisis rasional

Jika mimpi tersebut berulang, cobalah mencatatnya di pagi hari. Sering kali dengan menuliskan detailnya kita bisa menemukan pola atau pesan bawah sadar yang berkaitan dengan stres yang sedang kita hadapi di dunia nyata. Ini mengubah ketakutan menjadi data yang bisa kita kelola.

Cara menghilangkan mimpi buruk dalam Islam

Islam memandang mimpi buruk bukan hanya sebagai fenomena psikologis, tetapi juga bisa berasal dari gangguan setan yang bertujuan untuk menyedihkan hati manusia. Karena itu, kita diajarkan untuk bersikap positif dan tidak larut dalam kesedihan.

Berikut ini adab dan cara mengatasi mimpi buruk sesuai sunah yang dapat kita terapkan, Moms.

1. Meludah kecil ke kiri

Saat terbangun karena mimpi buruk, Anda disunahkan untuk meludah kecil (tanpa mengeluarkan air liur) ke arah kiri sebanyak tiga kali. Ini adalah simbolisme menolak gangguan negatif.

2. Membaca taawuz

Memohon perlindungan kepada Allah dengan membaca "A’udzu billahi minasy syaithanir rajim" (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk). Ini memperkuat mental kita bahwa ada kekuatan Yang Maha Pelindung di atas segalanya.

Baca juga: Mimpi Buruk, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Menurut Psikologi

3. Mengubah posisi tidur

Jika Anda tidur miring ke kanan, cobalah berbalik ke kiri, atau sebaliknya. Perubahan posisi fisik ini membantu memutus siklus tidur yang sedang berlangsung.

4. Tidak menceritakan mimpi

Rasulullah SAW melarang kita menceritakan mimpi buruk kepada orang lain. Menceritakannya hanya akan membuat kita terus mengingatnya dan memberikan validasi pada ketakutan tersebut. Anggaplah mimpi itu tidak pernah terjadi.

5. Salat jika diperlukan

Jika perasaan gelisah tidak kunjung hilang, Anda disarankan untuk bangun, mengambil wudu, dan mendirikan salat. Ini adalah cara paling ampuh untuk mengalihkan fokus hati dan pikiran Anda, Moms.

Itulah penjelasan mengenai mimpi buruk pertanda apa. Satu hal yang pasti, kita memiliki kekuatan untuk mengatasinya. Jangan biarkan mimpi buruk mendikte suasana hati dan produktivitas Anda di keesokan harinya, Moms. (MB/AY/GP/Foto: Freepik)