Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Kenapa Mimpi Buruk Tidak Boleh Diceritakan? Ini Alasannya

Kenapa Mimpi Buruk Tidak Boleh Diceritakan? Ini Alasannya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Moms, pernahkah Anda terbangun tengah malam dengan jantung berdebar kencang, keringat dingin mengucur, dan perasaan takut yang luar biasa setelah mengalami mimpi buruk? Atau mungkin, Si Kecil tiba-tiba menangis histeris karena melihat sesuatu yang menyeramkan dalam mimpinya?

Ketika mendapatkan mimpi buruk, biasanya reaksi pertama kita adalah ingin segera menceritakan pengalaman tersebut kepada pasangan atau teman terdekat agar beban ketakutan berkurang. Namun, tahukah Anda bahwa dalam ajaran Islam dan psikologi, kita justru dianjurkan untuk menahan diri dan tidak menceritakan mimpi buruk tersebut? Mengapa demikian? Simak alasannya berikut ini, Moms.

Kenapa mimpi buruk tidak boleh diceritakan dalam Islam? 

Dalam Islam, mimpi memiliki kedudukan tersendiri. Rasulullah SAW membagi mimpi menjadi tiga jenis: mimpi kabar gembira dari Allah SWT, mimpi yang berasal dari pikiran atau keinginan diri sendiri, dan mimpi buruk yang menyedihkan dari setan.

Larangan menceritakan mimpi buruk bukan sekadar mitos, melainkan anjuran yang memiliki dasar kuat untuk menjaga kesehatan mental dan spiritual kita. Berikut ini alasan utamanya.

1. Mencegah kesedihan yang tidak perlu

Tujuan utama setan menghadirkan mimpi buruk adalah untuk membuat manusia merasa sedih, cemas, dan takut. Ketika kita menceritakan mimpi tersebut, kita seolah memberikan "panggung" bagi rasa takut itu untuk hidup kembali.

Rasulullah SAW bersabda: "Mimpi yang baik itu dari Allah, sedangkan mimpi yang buruk itu dari setan. Jika salah seorang dari kalian bermimpi yang tidak ia sukai, maka hendaknya ia meludah (atau meniup) ke samping kirinya tiga kali dan membaca ta’awuz (meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan). Maka sesungguhnya mimpi itu tidak akan membahayakannya, dan janganlah ia menceritakan mimpi itu kepada siapa pun." (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan tidak menceritakannya, kita memutus rantai ketakutan tersebut dan tidak membiarkan setan berhasil membuat kita terus-menerus merasa gelisah sepanjang hari.

Baca juga: 5 Mimpi Buruk yang Biasa Dialami Para Ibu dan Artinya

2. Menghindari tafsir yang buruk

Ada sebuah pemahaman bahwa mimpi itu bagaikan "Kaki burung yang menggantung". Artinya, mimpi bisa terjadi sesuai dengan bagaimana mimpi itu ditafsirkan. Jika kita menceritakan mimpi buruk kepada orang yang salah, dan orang tersebut menafsirkannya dengan hal-hal negatif, dikhawatirkan hal tersebut justru menjadi sugesti kuat yang memengaruhi kehidupan nyata.

Menyimpan mimpi buruk adalah cara kita menutup pintu kemungkinan tafsir negatif yang hanya akan menambah beban pikiran. Kita diajarkan untuk berserah diri kepada Allah SWT dan yakin bahwa segala perlindungan ada di tangan-Nya.

3. Menjaga aib dan kehormatan

Terkadang, mimpi buruk tidak hanya berupa hantu atau bencana, tetapi bisa berupa hal-hal yang memalukan atau membuka aib, baik aib diri sendiri maupun orang lain. Menceritakan mimpi seperti ini sama saja dengan membuka hal yang seharusnya tertutup rapat. Islam sangat menjunjung tinggi etika menjaga kehormatan, bahkan dalam alam bawah sadar sekalipun.

Apa saja mimpi yang tidak boleh diceritakan?

Mungkin Moms bertanya-tanya, apakah semua mimpi yang tidak enak itu dilarang diceritakan? Secara umum, segala mimpi yang menimbulkan rasa takut, jijik, atau sedih sebaiknya disimpan sendiri. Namun, ada beberapa kategori spesifik yang perlu kita waspadai, yakni:

1. Mimpi dipermainkan oleh setan

Ada sebuah kisah tentang seorang sahabat yang datang kepada Nabi Muhammad SAW dan bercerita bahwa ia bermimpi kepalanya putus lalu menggelinding, dan ia mengejarnya. Rasulullah SAW kemudian bersabda: "Janganlah engkau menceritakan dipermainkannya dirimu oleh setan di dalam tidur." (HR. Muslim).

Mimpi-mimpi yang tidak masuk akal, mengerikan, dan membuat kita merasa hina atau dipermainkan adalah trik setan untuk melemahkan mental kita. Jenis mimpi seperti ini mutlak untuk tidak disebarluaskan.

2. Mimpi melakukan maksiat atau kejahatan

Jika bermimpi melakukan hal-hal yang dilarang agama atau norma sosial, jangan ceritakan ini sebagai "bunga tidur" yang lucu. Menceritakannya bisa mengurangi rasa sensitif kita terhadap dosa atau bahkan membuat orang lain berprasangka buruk terhadap kita. Simpanlah sebagai peringatan bagi diri sendiri untuk memperbanyak istigfar.

3. Mimpi buruk tentang orang terdekat

Mimpi melihat pasangan selingkuh, anak sakit parah, atau orang tua meninggal sering kali terasa sangat nyata dan menyakitkan. Menceritakan hal ini kepada orang yang bersangkutan hanya akan menimbulkan kecurigaan, kesedihan, atau kekhawatiran yang tidak berdasar. Ingatlah, mimpi adalah bunga tidur, bukan vonis masa depan.

Baca juga: Mimpi Buruk, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Menurut Psikologi

Cara mengatasi mimpi buruk

Mimpi buruk terkadang sulit dihilangkan dari ingatan, meski terkadang setelah terbangun kita sering lupa keseluruhan ceritanya. Namun, daripada kita terbelenggu dengan rasa takut akan mimpi buruk yang kita alami, lebih baik kita mengatasinya dengan beberapa cara berikut:

1. Tenangkan diri dengan tarik napas secara perlahan, lalu yakinkan diri bahwa mimpi buruk itu tidak nyata dan tidak akan terjadi.

2. Lakukan sunah Nabi SAW, yaitu meniup ke kiri tiga kali, baca A'uzubillah tiga kali, dan coba ganti posisi tidur Anda.

3. Selain mengatur napas, lakukan ritual menenangkan lainnya seperti membaca doa, wudu, atau minum air hangat untuk kembali rileks.

4. Ubah suasana tidur dengan menyalakan lampu tidur atau ganti selimut agar merasa lebih nyaman.

5. Ciptakan rutinitas tidur yang menenangkan seperti membaca buku atau mendengarkan musik lembut.

6. Hindari pemicu timbulnya mimpi buruk seperti menonton tayangan yang menakutkan atau seram.

7. Kelola stres dengan melakukan meditasi, olahraga, atau bicarakan masalah dengan orang tepercaya.

Memilih untuk tidak menceritakan mimpi buruk yang kita alami kepada orang lain mungkin menjadi cara bijak yang bisa kita lakukan untuk tetap memegang kendali atas ketenangan pikiran kita sendiri serta menghindari kita menyimpan rasa cemas yang tidak perlu. Semoga setelah ini Anda dijauhkan dari mimpi buruk ya, Moms. (MB/AY/VN/Foto: Jcomp/Freepik)