Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Kehamilan adalah masa-masa yang penuh keajaiban dan juga penuh rasa penasaran. Salah satu pertanyaan terbesar yang sering muncul di benak calon orang tua adalah, "Kira-kira, Si Kecil laki-laki atau perempuan ya?".
Rasa penasaran ini sering kali memicu Moms untuk mencari tanda-tanda atau petunjuk alami. Mungkin Anda pernah mendengar cerita dari nenek atau tetangga yang bilang, "Wah, perutnya condong ke kanan, pasti anaknya laki-laki!" atau sebaliknya. Lantas benarkah hal tesebut?
Memahami posisi janin dalam kandungan
Sebelum menjawab pertanyaan utama tentang jenis kelamin, Anda perlu memahami bahwa sesungguhnya janin bergerak di dalam rahim. Rahim adalah "rumah" pertama bagi janin. Di dalamnya, janin memiliki ruang untuk berputar, menendang, dan berguling. Posisi janin tidaklah statis, ia terus bergerak seiring dengan pertumbuhannya.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi di mana janin gemar berada, yakni:
1. Bentuk rahim: Setiap wanita memiliki bentuk rahim yang unik, yang bisa memengaruhi posisi ternyaman bagi janin.
2. Letak plasenta: Posisi plasenta juga bisa menentukan di mana janin akan berbaring.
3. Usia kehamilan: Di awal kehamilan, janin masih kecil dan bisa bergerak bebas ke mana saja. Menjelang akhir kehamilan, ruang gerak makin sempit sehingga posisi bayi umumnya lebih menetap.
Jadi, jika Moms merasakan tonjolan atau gerakan yang lebih kuat di sisi kanan, itu hanyalah posisi di mana bayi Anda sedang merasa nyaman saat itu, atau di mana punggung atau bokongnya sedang berada.
Baca juga: Bumil Perlu Tahu, Ini 4 Posisi Janin dalam Kandungan
Mitos vs fakta: posisi janin dan jenis kelamin
Lantas, apakah posisi janin di sebelah kanan menandakan bayi laki-laki atau perempuan? Jawabannya singkatnya adalah: tidak!
Secara medis, tidak ada hubungan ilmiah antara posisi janin di dalam rahim (apakah di kiri atau di kanan) dengan jenis kelamin bayi. Teori yang mengatakan bahwa "kanan artinya laki-laki" dan "kiri artinya perempuan" (atau sebaliknya) hanyalah mitos belaka.
Mengapa mitos ini bisa bertahan begitu lama? Kemungkinan besar karena faktor kebetulan. Karena peluang memiliki anak laki-laki atau perempuan adalah 50:50, maka tebakan berdasarkan mitos ini akan benar separuh waktu. Ketika tebakannya benar, orang akan mengingatnya dan menyebarkannya kembali sebagai "fakta". Ketika salah, orang cenderung melupakannya.
Mengapa janin berada di sisi kanan?
Jika bukan karena jenis kelamin, lalu kenapa Si Kecil suka sekali berada di sisi kanan perut Moms? Ada beberapa alasan logis untuk ini, yaitu:
1. Orientasi rahim: Rahim ibu hamil mungkin sedikit miring ke kanan atau ke kiri secara alami.
2. Letak organ lain: Usus dan organ dalam lainnya berbagi ruang dengan rahim yang membesar, sehingga janin akan mencari ruang kosong yang tersedia.
3. Kenyamanan bayi: Sama seperti orang dewasa yang punya posisi tidur favorit, bayi juga punya posisi favoritnya sendiri di dalam rahim.
Baca juga: 5 Tanda Posisi Janin Belum Optimal Menjelang Kelahiran
Cara akurat mengetahui jenis kelamin bayi
Jika posisi perut atau gerakan janin tidak bisa dijadikan patokan, lantas bagaimana cara mengetahui jenis kelamin Si Kecil dengan pasti? Berikut ini beberapa metode medis yang tepercaya.
1. USG (ultrasonografi)
Ini adalah cara yang paling umum dan aman. Biasanya, jenis kelamin bayi bisa mulai terlihat jelas pada usia kehamilan 18-20 minggu. Dokter akan melihat organ genital bayi melalui layar monitor. Meskipun tingkat akurasinya sangat tinggi, kadang posisi bayi yang "malu-malu" atau menutupi area genital bisa membuat dokter sulit memastikannya.
2. Tes NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing)
Tes ini sebenarnya ditujukan untuk mendeteksi kelainan kromosom seperti Down syndrome, tetapi juga bisa untuk mengetahui jenis kelamin bayi dengan sangat akurat. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah ibu dan bisa dilakukan sejak usia kehamilan 10 minggu.
3. Amniosentesis
Ini adalah tes diagnostik invasif di mana dokter mengambil sedikit cairan ketuban. Tes ini memiliki risiko lebih tinggi dan biasanya hanya dilakukan jika ada indikasi medis tertentu, bukan semata-mata untuk mengetahui jenis kelamin. Namun, hasilnya hampir 100% akurat untuk menentukan jenis kelamin.
Moms, banyak mitos seputar kehamilan dan persalinan yang beredar di masyarakat. Daripada penasaran, lebih baik Anda bertanya dengan ahlinya langsung untuk mengetahui kondisi sesungguhnya, seperti mitos posisi janin sebelah kanan artinya janin laki-laki atau perempuan?
Satu hal yang pasti, bayi perempuan dan laki-laki harus mendapatkan kasih sayang yang sama, karena bagaimana pun, kasih sayang orang tua terhadap anaknya tidak mengenal gender. (MB/AY/WR/Foto: Wavebreakmediamicro/Freepik)