Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Pernikahan bukan hanya soal menyatukan dua hati, tetapi juga menyempurnakan ibadah. Bagi pasangan suami istri, hubungan intim adalah salah satu bentuk komunikasi kasih sayang yang paling mendalam. Lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan biologis, dalam Islam, aktivitas ini dipandang sebagai sedekah dan ibadah yang mendatangkan pahala jika dilakukan dengan adab yang benar.
Mungkin Moms & Dads sering mendengar bahwa memulai segala sesuatu dengan doa adalah kunci keberkahan. Hal ini berlaku juga untuk aktivitas di kamar tidur. Dengan melibatkan Allah SWT dalam setiap momen kemesraan, kita berharap hubungan tersebut tidak hanya mempererat ikatan emosional, tetapi juga melahirkan keturunan yang saleh dan salihah.
Apa doa sebelum melakukan hubungan suami istri?
Islam mengajarkan kita untuk berlindung kepada Allah dari gangguan setan dalam setiap aktivitas, termasuk saat berhubungan intim. Rasulullah SAW telah mengajarkan sebuah doa khusus yang sangat dianjurkan untuk dibaca oleh suami sebelum memulai hubungan.
Tujuannya sangat mulia: memohon perlindungan bagi diri sendiri, pasangan, dan anak yang mungkin ditakdirkan lahir dari hubungan tersebut.
Berikut ini bacaan doanya:
Bismillahi, Allahumma jannibna syaitana wa jannibisy-syaitana ma razaqtana.
Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.
Disunahkan bagi seorang suami untuk membaca doa ini sebelum melakukan jimak (hubungan badan). Jika Allah menakdirkan seorang anak dari hubungan tersebut, Insya Allah setan tidak akan membahayakannya. Ini adalah bentuk ikhtiar spiritual pertama orang tua dalam menjaga kesucian keturunannya.
Baca juga: Doa Meluluhkan Hati Suami agar Rumah Tangga Harmonis
Doa setelah berhubungan
Setelah selesai, jangan lupa untuk bersyukur. Rasa puas dan bahagia setelah berhubungan adalah nikmat yang besar. Moms atau Dads bisa membaca doa syukur sederhana atau doa berikut di dalam hati:
Alhamdu lillaahi alladzii khalaqa minal maa-i basyaraa.
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).
Sebelum berhubungan sebaiknya membaca surah apa?
Banyak pasangan bertanya-tanya, adakah surah khusus dalam Al-Qur’an yang wajib dibaca sebelum berhubungan?
Secara spesifik, tidak ada dalil yang mewajibkan membaca surah tertentu (seperti al-Mulk atau Yasin) tepat sebelum melakukan hubungan suami istri sebagai syarat sahnya. Namun, Islam sangat menyukai hal-hal yang diawali dengan kebaikan.
Sebagai pemanasan rohani sebelum masuk ke momen intim, ada beberapa amalan ringan yang bisa Moms & Dads lakukan, yakni:
Membaca basmalah: Ini adalah yang paling utama dan menyatu dengan doa yang disebutkan di atas. Setiap kebaikan yang tidak diawali bismillah akan terputus keberkahannya.
Membaca surah al-Ikhlas: Sebagian ulama menyarankan membaca al-Ikhlas, karena surat ini memurnikan keesaan Allah. Membacanya menanamkan niat bahwa hubungan ini dilakukan karena Allah semata, bukan nafsu belaka.
Membaca Ayat Kursi: Membaca Ayat Kursi sebelum tidur (yang biasanya beriringan dengan waktu berhubungan) adalah sunah untuk menjaga diri dari gangguan setan sepanjang malam.
Intinya, membaca ayat-ayat suci bertujuan untuk menenangkan hati dan meluruskan niat. Namun, pastikan membaca ayat-ayat suci ini dilakukan sebelum Anda berdua dalam keadaan telanjang bulat atau sebelum memulai aktivitas seksual secara langsung, demi menjaga adab terhadap Al-Qur’an.
Waktu yang tepat dan mitos "malam yang dilarang"
Sering beredar mitos di masyarakat bahwa ada malam-malam tertentu yang "keramat" atau dilarang untuk berhubungan suami istri. Benarkah demikian?
Dalam Islam, pada dasarnya tidak ada hari atau malam tertentu dalam seminggu yang dilarang untuk melakukan hubungan suami istri. Semua hari adalah baik milik Allah. Moms & Dads bebas melakukannya kapan saja—pagi, siang, sore, atau malam—selama dalam kondisi suci dan tempat yang tertutup.
Bahkan, ada waktu yang sangat dianjurkan, yaitu malam Jumat. Rasulullah SAW menyebutkan keutamaan mandi di hari Jumat (yang sering dimaknai mandi junub setelah berhubungan), yang bernilai pahala besar.
Kapan waktu yang benar-benar dilarang?
Larangan dalam Islam tidak berbasis pada hari atau waktu, melainkan pada kondisi fisik dan syariat. Berikut ini waktu atau kondisi di mana suami istri haram berhubungan intim.
1. Saat istri sedang haid: Ini adalah larangan tegas dalam Al-Qur’an (QS al-Baqarah: 222). Suami harus menunggu hingga istri bersih dan mandi wajib.
Baca juga: Doa Hari Pertama Haid Lengkap dengan Bacaan, Arti, dan Amalan Lainnya
2. Saat istri sedang nifas: Masa pemulihan setelah melahirkan (nifas) juga merupakan waktu di mana rahim sedang membersihkan diri, sehingga dilarang berhubungan hingga darah berhenti dan istri bersuci.
3. Siang hari di bulan Ramadan: Bagi pasangan yang sedang berpuasa Ramadan, berhubungan intim di siang hari hukumnya haram dan memiliki konsekuensi denda (kafarat) yang berat. Namun, halal dilakukan di malam harinya (setelah berbuka hingga sebelum fajar).
4. Saat sedang ihram: Ketika sedang melaksanakan ibadah Haji atau Umrah dan masih dalam kondisi berihram, hubungan suami istri dilarang sampai tahalul selesai.
Itulah penjelasan mengenai doa berhubungan suami istri. Dengan mengetahui doa berhubungan suami istri dan memperhatikan adab-adabnya, aktivitas ini bisa berubah menjadi ladang pahala yang luar biasa.
Jangan merasa terbebani untuk menghafal semua doa sekaligus. Mulailah dengan langkah kecil, seperti membiasakan membaca bismillah dan doa perlindungan sebelum bermesraan. Komunikasikan juga dengan pasangan agar Moms & Dads memiliki visi yang sama dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)