Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Bagi setiap perempuan, siklus bulanan atau haid adalah bagian dari fitrah yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Kedatangannya menandakan kesehatan sistem reproduksi, tetapi tak jarang juga disertai dengan berbagai ketidaknyamanan, mulai dari kram perut yang melilit, sakit pinggang, hingga perubahan mood.
Sering kali saat haid datang, ada rasa sedih yang terselip di hati karena tidak bisa melaksanakan ibadah wajib seperti salat dan puasa. Namun, perlu dipahami bahwa masa haid bukanlah masa “libur” dari beribadah, melainkan pengalihan bentuk ibadah ke amalan lain yang tetap bernilai pahala.
Islam adalah agama yang sangat memahami kondisi perempuan. Bahkan di hari pertama haid yang mungkin terasa paling berat, ada doa dan amalan yang dianjurkan agar rasa sakit dan lelah tersebut bisa menjadi penggugur dosa. Yuk, kita pelajari bersama bacaan doa hari pertama haid dan amalan apa saja yang bisa Anda lakukan meskipun sedang berhalangan.
Bacaan doa hari pertama haid
Hari pertama haid sering kali menjadi momen yang paling berat secara fisik. Rasa nyeri dan ketidaknyamanan memuncak. Dalam kondisi seperti ini, Islam mengajarkan kita untuk tetap mengingat Allah SWT dan memohon ampunan. Dengan berdoa, kita mengubah rasa sakit fisik menjadi ladang pahala dan ketenangan batin.
Ada sebuah riwayat yang masyhur di masyarakat mengenai doa khusus pada hari pertama haid. Meskipun derajat hadis ini masih diperbincangkan oleh para ulama, isinya sangat baik karena mengandung pujian kepada Allah SWT (tahmid) dan permohonan ampun (istigfar).
Berikut ini bacaan doa yang bisa Moms amalkan saat mendapati darah haid keluar pertama kali:
Alhamdulillahi ‘ala kulli haalin wa astaghfirullaha min kulli dzanbin.
Artinya: Segala puji bagi Allah atas segala perkara, dan aku memohon ampunan kepada-Mu, ya Allah, dari segala dosaku.
Doa ini mengajarkan kita dua hal mendasar yang sangat indah, yakni:
1. Rasa syukur (alhamdulillah): Mengucapkan syukur dalam kondisi sakit atau tidak nyaman adalah tingkatan iman yang tinggi. Kita bersyukur karena masih diberi siklus yang normal, bersyukur atas kesehatan organ tubuh, dan bersyukur atas ketetapan Allah SWT.
2. Istigfar (astaghfirullah): Memohon ampun adalah cara terbaik membersihkan hati. Saat tubuh sedang “dibersihkan” secara biologis melalui darah haid, jiwa kita pun dibersihkan melalui istigfar.
Membaca doa ini diniatkan sebagai bentuk kepasrahan dan penerimaan (rida) atas ketetapan Allah SWT. Dengan begitu, haid tidak lagi menjadi beban yang dikeluhkan, melainkan menjadi momen refleksi diri.
Baca juga: Doa agar Cepat Haid dan Amalan untuk Kelancaran Haid
Mengapa doa dan zikir sangat penting saat haid?
Membaca doa di hari pertama haid memiliki beberapa keutamaan psikologis dan spiritual, seperti:
1. Menenangkan hati yang gelisah: Perubahan hormon sering membuat emosi tidak stabil. Zikir dan doa memiliki efek penenang alami bagi jiwa.
2. Mengalihkan fokus dari rasa sakit: Saat lisan sibuk memuji Allah, fokus otak akan terbagi, sehingga persepsi terhadap rasa nyeri kram perut bisa sedikit berkurang.
3. Menjaga koneksi dengan Allah: Ini yang paling penting. Jangan biarkan haid memutus hubungan Anda dengan Allah. Doa adalah tali penyambung yang membuat kita tetap merasa diawasi dan disayangi oleh-Nya.
Baca juga: Kumpulan Doa Agar Cepat Melahirkan dengan Normal, Mudah, dan Lancar
Amalan lain yang bisa dilakukan perempuan haid
Jangan berkecil hati karena tidak bisa salat, menyentuh mushaf, atau berpuasa. “Pintu” ibadah itu banyak sekali. Ketika satu pintu ditutup sementara (salat/puasa), Allah membuka pintu-pintu amalan lain yang tak kalah luas pahalanya. Moms bisa tetap produktif mendulang pahala dengan melakukan amalan-amalan berikut:
1. Memperbanyak zikir
Ini adalah ibadah yang paling mudah tetapi berat timbangannya di akhirat. Zikir tidak memerlukan wudu dan bisa dilakukan kapan saja—saat sedang memasak, menyusui, atau beristirahat sambil menahan nyeri haid. Moms bisa merutinkan zikir pagi dan petang, bertasbih, bertahmid, bertakbir, atau sekadar mengucapkan La ilaha illallah.
2. Berselawat kepada Rasulullah SAW
Membaca selawat adalah bukti cinta kita kepada Rasulullah SAW. Allah SWT menjanjikan rahmat berlipat ganda bagi siapa saja yang berselawat kepada Nabi. Cobalah untuk membaca Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad. Selain mendatangkan ketenangan, selawat juga menjadi sebab turunnya keberkahan dalam rumah tangga dan mengabulkan hajat-hajat kita.
3. Mendengarkan muratal Al-Qur’an
Walaupun tidak diperkenankan menyentuh mushaf secara langsung, mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an tetap mendatangkan pahala dan ketenangan. Mendengarkan murottal bisa memberikan efek terapi yang luar biasa. Suara ayat suci yang syahdu dapat meredakan stres akibat PMS (premenstrual syndrome).
4. Bersedekah
Rasulullah SAW secara khusus menganjurkan para wanita untuk banyak bersedekah. Sedekah tidak selalu harus berupa uang yang banyak. Memberi makan kucing jalanan, mengirim makanan untuk tetangga, atau bahkan tersenyum tulus kepada suami dan anak-anak pun bernilai sedekah. Ini adalah kesempatan emas bagi Anda untuk menabung pahala di saat ibadah fisik terbatas.
5. Menambah ilmu agama
Anda bisa mendengarkan kajian, membaca buku-buku Islami, atau menonton video ceramah untuk menambah wawasan keagamaan.
Selain amalan hati dan lisan, menjaga kebersihan fisik saat haid juga merupakan bagian dari ajaran Islam yang mencintai kebersihan (taharah). Anda disarankan untuk:
Ganti pembalut secara rutin: Mengganti pembalut sesering mungkin menghindarkan Moms dari penyakit dan bau tidak sedap.
Mandi dan membersihkan diri: Meski belum mandi wajib (mandi besar), Moms tetap dianjurkan mandi biasa untuk menyegarkan tubuh dan mengurangi rasa gerah yang sering muncul saat haid.
Memotong kuku dan mencukur bulu: Kegiatan membersihkan fitrah tubuh ini tetap boleh dilakukan saat haid.
Itulah doa hari pertama haid dan amalan lain yang bisa dilakukan perempuan haid. Haid bukanlah penghalang untuk menjadi hamba yang taat. Justru di saat kondisi fisik kita sedang lemah inilah kita diajarkan untuk makin bergantung dan memohon kekuatan kepada-Nya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan kekuatan kepada Anda dalam menjalani fitrah ini, Moms. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)
