Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Di tengah dunia yang terus berubah, membekali anak dengan nilai akademis saja rasanya belum cukup. Remaja juga perlu diasah menjadi pribadi yang kreatif, adaptif, berani mengambil peluang, dan mampu menciptakan solusi, karakter yang menjadi fondasi penting dalam entrepreneurship.
Menanamkan jiwa wirausaha sejak usia sekolah bukan semata-mata agar anak kelak menjadi pebisnis, tetapi agar mereka tumbuh sebagai generasi yang percaya diri, mandiri, dan punya daya juang tinggi menghadapi tantangan masa depan.
Semangat inilah yang diusung melalui Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP), sebuah inisiatif kolaboratif antara Prestasi Junior Indonesia (PJI) dan Starbucks Indonesia, dengan dukungan dari The Starbucks Foundation. Program ini dirancang untuk menginspirasi siswa SMA/SMK agar melihat kewirausahaan sebagai pilihan karier yang menjanjikan sekaligus berdampak positif bagi masyarakat.
Lewat SCYEP, para siswa tak hanya belajar teori bisnis di ruang kelas. Mereka juga mendapatkan pengalaman nyata dalam membangun dan mengelola usaha mikro melalui program Junior Achievement Company atau Student Company di sekolah masing-masing. Mulai dari merancang ide, mengembangkan produk atau layanan, mengatur keuangan, hingga memasarkan usaha, semuanya dilakukan langsung oleh para siswa dengan pendampingan mentor profesional.
Sejak diluncurkan pada 2019, program ini telah menjangkau lebih dari 6.000 siswa di Indonesia, dengan dukungan lebih dari 1.800 relawan Starbucks yang berperan sebagai mentor bisnis. Pada tahun ini, program ini dilaksanakan sejak bulan Agustus tahun 2025 secara intens hingga Maret 2026, melibatkan 268 siswa dari 10 SMA/SMK penerima manfaat dari JA Company Program (Student Company) dari SMAN 6 Surabaya, SMAN 3 Denpasar, SMA Kolese Loyola Semarang, SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura, SMA Kolese De Britto Yogyakarta, SMAN 1 Bogor, SMA Pembangunan Jaya Tangerang Selatan, Mentari Intercultural School Grand Surya Jakarta, SMAN 16 Bandung dan SMA Pangudi Luhur Jakarta.
Selain itu program ini juga berdampak bagi 788 siswa dari 5 SMA/SMK penerima manfaat dari JA Be Entrepreneurial meliputi siwa/siswi dari SLBN 02 Jakarta, SMAN 5 Medan, SMA IT Al Madinah Depok, SMK Bina Putra Jakarta dan SMAN 12 Denpasar
Senior General Manager Corporate Public Relation PT Sari Coffee Indonesia, Avolina Raharjanti, menjelaskan bahwa keterlibatan Starbucks dalam program ini merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan melalui Global Month of Good, sebuah gerakan tahunan yang dilakukan setiap April.
“Lebih dari 200 partner Starbucks terlibat sebagai sukarelawan untuk mendampingi siswa merintis dan mengembangkan student company. Kami berharap ini bisa mendorong kewirausahaan menjadi pilihan karier yang menjanjikan bagi generasi muda,” ujarnya.
Tak hanya mengajarkan cara membangun bisnis, SCYEP juga membantu siswa mengasah berbagai life skills penting, seperti kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, problem solving, hingga literasi finansial. Skill set ini sangat relevan untuk masa depan anak, apa pun profesi yang nantinya mereka pilih.
Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menilai pendekatan SCYEP semakin komprehensif karena memadukan pembentukan mindset kewirausahaan dengan pengalaman praktik langsung. “Pendekatan ini memungkinkan siswa bukan hanya memahami konsep entrepreneurship, tetapi juga mengimplementasikan ide menjadi usaha nyata yang inovatif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sebagai puncak rangkaian program, SCYEP juga menggelar Regional Student Company Competition di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kompetisi ini menjadi ruang bagi para siswa untuk mempresentasikan ide bisnis terbaik mereka, mulai dari inovasi produk, strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga potensi pengembangan usaha ke depan.
Lebih dari sekadar kompetisi, program seperti SCYEP menunjukkan bahwa ketika anak muda diberi ruang untuk mencoba, gagal, belajar, lalu bangkit lagi, mereka bisa melahirkan ide-ide besar yang relevan bagi masa depan Indonesia.
Karena pada akhirnya, menumbuhkan jiwa entrepreneurship pada anak sejak remaja adalah tentang menyiapkan generasi pencipta peluang, bukan sekadar pencari peluang. Dan itu adalah investasi karakter yang nilainya jauh melampaui angka di rapor. (MB/TW/Foto: Dok. SCYEP)
- Tag:
- edukasi
- remaja
- pendidikan
