Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Di tengah ritme hidup yang kian cepat, banyak dari kita menjalani hari dengan tubuh yang terus bergerak, tetapi batin yang jarang benar-benar diberi ruang untuk beristirahat. Notifikasi datang tanpa henti, tuntutan pekerjaan menumpuk, dan ekspektasi sosial terasa semakin tinggi. Tanpa sadar, kelelahan emosional pun menjadi teman sehari-hari.
Berangkat dari kebutuhan akan ruang jeda itulah, Pulih Nan Selaras hadir sebagai Your Calming Podcast in a Chaotic World. Dipandu oleh praktisi mindfulness Adjie Santosoputro, podcast ini dikenal sebagai ruang aman untuk berbicara tentang kesadaran diri, emosi, dan keseimbangan hidup dengan cara yang tenang serta membumi.
Pada 7 Februari 2026, Pulih Nan Selaras menghadirkan edisi spesial bertajuk “Kembali Secara Utuh” dalam format live podcast. Acara yang digelar di The Grove Suites by Grand Aston ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai latar belakang yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan mental dan mindful living.
Edisi ini bukan sekadar rekaman podcast, melainkan pengalaman reflektif secara langsung. Sebuah ruang yang dirancang untuk memperlambat langkah, bernapas lebih dalam, dan mengingat kembali makna hadir sepenuhnya dalam hidup.
Dialog reflektif tentang lelah dan penerimaan diri
Sosok Husein Ja’far Al Hadar atau yang akrab disapa Habib Ja’far menjadi tamu utama dalam sesi ini. Dikenal dengan pendekatan yang hangat, inklusif, dan dekat dengan generasi muda, kehadirannya menghadirkan percakapan yang terasa relevan sekaligus menenangkan.
Dalam dialog bersama Adjie Santosoputro, peserta diajak menyelami makna kelelahan yang sering kali tidak disadari. Bukan hanya lelah secara fisik, tetapi juga lelah secara batin, karena terlalu lama menahan, terlalu sering membandingkan, atau terlalu keras pada diri sendiri.
Percakapan mengalir membahas tentang penerimaan diri, keberanian untuk berhenti, serta proses kembali menemukan keseimbangan hidup. Tidak ada kesan menggurui. Yang terasa justru kedekatan dan empati, bahwa setiap orang pernah merasa rapuh, dan itu adalah bagian dari perjalanan menjadi manusia yang utuh.
Atmosfer yang tercipta terasa intim. Para peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga bagian dari ruang refleksi bersama. Dalam momen-momen hening, banyak yang menyadari bahwa jeda bukanlah kemunduran, melainkan langkah penting untuk melanjutkan perjalanan dengan lebih sadar.
Pengalaman emosional yang menghubungkan
“Kembali Secara Utuh” dirancang lebih dari sekadar acara diskusi. Rangkaian kegiatannya menghadirkan pengalaman yang menyentuh sisi emosional dan personal peserta.
Acara diawali dengan aktivitas mindful yang membantu peserta menyadari napas dan tubuh mereka. Dilanjutkan dengan makan siang intim yang memungkinkan interaksi lebih dekat antarpeserta, menciptakan rasa kebersamaan yang hangat. Ada pula sesi terapi seni yang membuka ruang ekspresi tanpa perlu banyak kata.
Sebagai sentuhan ringan yang menyegarkan, penampilan stand-up comedy dari Boah Sartika menghadirkan tawa yang jujur dan membumi. Humor menjadi pengingat bahwa di tengah refleksi mendalam, tetap ada ruang untuk menikmati hidup dengan ringan.
Seluruh rangkaian kegiatan berpadu menciptakan suasana yang tenang, aman, dan penuh keterhubungan. Tidak ada hiruk pikuk, tidak ada tekanan untuk menjadi sempurna. Yang ada hanyalah ruang untuk bernapas, merasakan, dan menyusun kembali diri.
Melalui kolaborasi antara Pulih Nan Selaras, Adjie Santosoputro, dan Husein Ja’far Al Hadar, edisi “Kembali Secara Utuh” menjadi momen reflektif yang bermakna. Sebuah pengingat lembut bahwa di tengah dunia yang bising, setiap orang berhak berhenti sejenak.
Karena pada akhirnya, kembali secara utuh bukan tentang menjadi sosok baru. Melainkan tentang berani merangkul diri sendiri, dengan segala lelah, luka, dan harapan, lalu melangkah lagi dengan kesadaran yang lebih dalam dan selaras. (MB/TW/Foto: Dok. MRA Media)