Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, saat Anda tengah becermin dan menyisir rambut, Anda sadar bahwa rambut Anda sudah mulai panjang dan terlihat kurang rapi. Anda mungkin berniat untuk potong rambut, tetapi Anda mungkin ragu, apakah boleh potong rambut saat puasa? Tenang, Anda tidak sendirian, Moms! Banyak ibu lainnya yang bertanya-tanya hal yang sama setiap tahunnya.
Kabar baiknya, jawabannya cukup jelas dan tidak perlu membuat Anda khawatir. Berikut ini penjelasan tentang hukum potong rambut saat puasa secara lengkap—mulai dari pandangan Islam, perbedaan pendapat ulama, hingga hal-hal yang benar-benar membatalkan puasa.
Baca juga: Apakah Ibu Hamil Boleh Potong Rambut? Ini Faktanya, Moms
Hukum potong rambut saat puasa menurut Islam
Secara umum, memotong rambut saat puasa hukumnya boleh dan tidak membatalkan puasa. Baik itu memotong rambut kepala, mencukur kumis, atau memotong kuku—semua itu tidak termasuk dalam hal-hal yang membatalkan puasa.
Puasa dalam Islam batal karena beberapa hal yang sudah ditetapkan secara syariat, seperti makan, minum, dan hubungan suami istri di siang hari. Memotong rambut tidak termasuk dalam kategori tersebut, sehingga puasa akan tetap sah meskipun pergi ke barbershop atau ke salon sekalipun untuk potong rambut.
Bagaimana pendapat para ulama?
Para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa memotong rambut tidak membatalkan puasa. Pandangan ini berlaku dalam mazhab Syafi'i, Hanafi, Maliki, maupun Hambali. Meski demikian, ada beberapa catatan kecil yang perlu diperhatikan, yakni:
1. Larangan memotong rambut berlaku di waktu yang berbeda
Perlu dibedakan antara larangan yang berkaitan dengan puasa Ramadan dan larangan yang berkaitan dengan ibadah haji atau kurban. Bagi yang berniat berkurban di bulan Zulhijah, misalnya, ada anjuran untuk tidak memotong rambut dan kuku sejak awal bulan hingga hewan kurban disembelih. Namun, ini tidak ada hubungannya dengan puasa Ramadan.
2. Tidak ada dalil yang melarang
Tidak ada satu pun dalil dari Al-Qur'an maupun hadis yang secara khusus melarang potong rambut saat berpuasa. Prinsip dasar dalam fikih Islam menyatakan bahwa segala sesuatu pada dasarnya boleh, kecuali ada dalil yang melarangnya. Karena tidak ada larangan, maka hukumnya tetap boleh.
Hal-hal yang benar-benar membatalkan puasa
Agar lebih jelas, berikut ini beberapa hal yang benar-benar membatalkan puasa menurut kesepakatan ulama:
- Makan dan minum dengan sengaja di siang hari
- Muntah dengan sengaja
- Hubungan suami istri di siang hari
- Keluarnya darah haid atau nifas bagi perempuan
- Murtad (keluar dari Islam)
- Memasukkan sesuatu ke dalam rongga tubuh secara sengaja (seperti obat tetes yang masuk ke tenggorokan).
Dari daftar di atas, jelas bahwa potong rambut sama sekali tidak masuk dalam kategori pembatal puasa.
Apakah ada waktu yang lebih dianjurkan untuk potong rambut?
Meskipun tidak ada larangan potong rambut saat puasa, sebagian ulama menganjurkan untuk menjaga kebersihan dan kerapian diri sebagai bagian dari adab berpuasa. Jadi, memotong rambut justru bisa menjadi bagian dari menjaga kebersihan diri yang dianjurkan dalam Islam.
Rasulullah SAW sangat memperhatikan kebersihan dan penampilan, sehingga merawat rambut—termasuk memotongnya agar rapi—sejalan dengan sunah beliau.
Tips merawat diri selama Ramadan
Sebagai seorang ibu yang aktif, menjaga penampilan di tengah kesibukan berpuasa memang butuh sedikit perencanaan. Berikut ini beberapa tips praktisnya untuk Anda, Moms.
1. Jadwalkan potong rambut di sore hari, mendekati waktu berbuka, agar Anda tidak terlalu lama merasa lelah setelahnya.
2. Pilihlah perawatan rambut yang ringan seperti trimming atau sekadar merapikan ujung rambut agar tetap segar sepanjang Ramadan.
3. Hindari perawatan kimia yang kuat seperti bleaching atau cat rambut jika Anda khawatir dengan efek sampingnya saat berpuasa—bukan karena membatalkan puasa, tapi karena bisa membuat Anda pusing atau lemas.
4. Gunakan produk perawatan rambut yang halal dan aman, terutama jika Anda banyak beraktivitas di bulan Ramadan.
Baca juga: Cara Mengeringkan Rambut Tanpa Hair Dryer, Lebih Alami dan Sehat
Nah, itulah penjelasan mengenai apakah boleh potong rambut saat puasa. Buat Anda yang ingin ke salon sekadar untuk memotong dan merapikan rambut, perlu diketahui bahwa memotong rambut saat puasa adalah hal yang sepenuhnya boleh dilakukan—tidak ada larangan dalam Islam, dan puasa kita tetap sah. Jadi, tidak perlu menunda jadwal ke salon hanya karena kekhawatiran yang tidak berdasar, Moms.
Yang terpenting dalam berpuasa adalah menjaga niat, menghindari hal-hal yang benar-benar membatalkan puasa, dan mengisi hari-hari Ramadan dengan amalan yang bermakna. Merawat diri dengan baik, termasuk menjaga penampilan, justru bisa menjadi salah satu cara untuk merasa lebih segar dan bersemangat dalam beribadah. Semoga Ramadan Anda dan keluarga dipenuhi keberkahan, Moms! (MB/SW/Foto: Freepik)