Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Bagi orang tua baru, banyak hal pastinya membuat Moms & Dads penasaran. Bukan hanya soal kondisi kesehatan Si Kecil atau cara menyusui, tetapi juga hal-hal di luar itu, seperti ari-ari bayi. Apakah Moms sudah tahu bagaimana bentuk ari-ari bayi dan apa yang harus dilakukan dengan ari-ari tersebut?
Ari-ari bayi atau yang secara medis dikenal sebagai plasenta, merupakan organ yang memainkan peran sangat vital selama kehamilan. Namun, sering kali organ yang satu ini kurang mendapat perhatian dibandingkan Si Kecil yang baru lahir.
Apa isi ari-ari bayi?
Ari-ari atau plasenta adalah organ yang terbentuk di dalam rahim selama kehamilan. Fungsinya sangat penting, ari-ari menjadi penghubung antara ibu dan janin, memastikan bayi mendapatkan semua yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang.
Secara struktural, ari-ari terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu:
1. Jaringan vili korionik
Ini adalah jaringan kecil berbentuk seperti jari-jari yang menembus dinding rahim dan menjadi tempat pertukaran nutrisi serta oksigen antara darah ibu dan darah bayi.
2. Pembuluh darah
Di dalam ari-ari terdapat jaringan pembuluh darah yang kompleks. Darah ibu dan darah bayi tidak pernah bercampur secara langsung, pertukaran terjadi melalui membran tipis yang memisahkan keduanya.
3. Tali pusat
Tali pusat menghubungkan ari-ari dengan perut bayi. Di dalamnya terdapat dua arteri dan satu vena yang bertugas mengalirkan oksigen dan nutrisi ke bayi, serta membawa limbah metabolisme kembali ke tubuh ibu.
4. Membran amnion dan korion
Dua lapisan selaput ini membungkus bayi dan cairan ketuban, memberikan perlindungan ekstra selama masa kehamilan.
Selama sembilan bulan, ari-ari bekerja tanpa henti sebagai "pabrik" sekaligus "penjaga" kehidupan bayi. Ari-ari menyaring zat berbahaya, menghasilkan hormon kehamilan seperti hCG dan progesteron, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi dengan mentransfer antibodi dari ibu.
Baca juga: 10 Fakta Menarik Seputar Plasenta, Penghubung Ibu dan Janin
Bagaimana bentuk ari-ari bayi?
Banyak orang tua yang penasaran, atau mungkin sedikit terkejut, saat pertama kali melihat ari-ari Si Kecil. Bentuknya memang unik dan tidak seperti yang dibayangkan kebanyakan orang.
1. Ukuran dan berat
Ari-ari yang sudah matang (setelah persalinan aterm atau cukup bulan) memiliki ukuran yang cukup besar. Rata-rata, diameternya berkisar antara 15-20 cm, dengan ketebalan sekitar 2-3 cm di bagian tengah. Beratnya pun tidak ringan, biasanya sekitar 500-600 gram, atau kira-kira seperenam dari berat badan bayi.
2. Bentuk keseluruhan
Secara keseluruhan, ari-ari berbentuk bulat atau oval, mirip seperti cakram atau piringan yang pipih di pinggir dan sedikit lebih tebal di bagian tengah. Namun, tidak semua ari-ari berbentuk sempurna bulat, ada juga yang sedikit tidak beraturan, dan itu masih tergolong normal.
3. Sisi ibu vs sisi bayi
Ari-ari memiliki dua sisi yang tampak sangat berbeda:
Sisi ibu (maternal side): Sisi ini menempel pada dinding rahim selama kehamilan. Permukaannya tampak kasar, berlobus-lobus, dan berwarna merah tua kecokelatan karena kaya pembuluh darah. Lobus-lobus kecil ini disebut kotiledon, dan biasanya berjumlah antara 15-20 buah.
Sisi bayi (fetal side): Sisi ini menghadap ke arah bayi dan tampak jauh lebih halus. Permukaannya berwarna abu-abu kebiruan dan dilapisi oleh membran amnion yang mengkilap. Tali pusat biasanya menempel di bagian tengah sisi ini, meski posisinya bisa bervariasi.
4. Warna ari-ari
Warna ari-ari yang baru lahir cenderung merah gelap hingga ungu kecokelatan pada sisi ibu, sementara sisi bayi tampak lebih pucat dengan semburat biru atau abu-abu. Warna ini normal dan mencerminkan banyaknya pembuluh darah di dalamnya.
Kondisi yang perlu diperhatikan
Meskipun variasi bentuk dan ukuran ari-ari bisa terjadi secara alami, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan oleh tim medis, seperti:
- Plasenta previa: Kondisi di mana ari-ari berada di posisi yang menutupi jalan lahir
- Plasenta akreta: Kondisi di mana ari-ari menempel terlalu dalam pada dinding rahim
- Kalsifikasi plasenta: Terdapat bercak-bercak putih pada ari-ari, yang biasanya tidak berbahaya, tetapi perlu dipantau jika terjadi sebelum waktunya.
Jika ada kekhawatiran tentang kondisi ari-ari Anda selama kehamilan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau bidan.
Baca juga: Plasenta Previa, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Apakah ari-ari bayi harus dikubur?
Ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan, terutama oleh keluarga yang masih memegang tradisi dan kepercayaan lokal. Jawabannya: secara medis, tidak ada keharusan. Namun, secara budaya dan tradisi, ini adalah praktik yang sangat umum di Indonesia.
Tradisi dan kepercayaan di Indonesia
Di berbagai daerah di Indonesia, mengubur ari-ari bayi adalah bagian dari tradisi yang telah berlangsung turun-temurun. Dalam kepercayaan Jawa, misalnya, ari-ari dianggap sebagai "saudara" bayi, disebut sedulur papat atau saudara kembar yang menemani bayi sejak dalam kandungan. Karena itu, ari-ari diperlakukan dengan penuh hormat.
Proses penguburannya pun memiliki tata cara tersendiri:
1. Ari-ari dicuci bersih hingga tidak ada darah yang tersisa.
2. Dibungkus dengan kain putih atau dimasukkan ke dalam wadah seperti periuk tanah liat.
3. Dikubur di halaman rumah, biasanya di sisi kanan pintu untuk bayi laki-laki dan sisi kiri untuk bayi perempuan.
4. Di atas kuburan ari-ari biasanya diletakkan lampu atau lilin yang dinyalakan selama beberapa malam. Tradisi serupa juga ditemukan di berbagai daerah lain di Indonesia, meskipun caranya bisa berbeda-beda.
2. Pandangan medis tentang penguburan ari-ari
Dari sudut pandang medis, ari-ari adalah jaringan biologis yang perlu ditangani dengan benar untuk mencegah risiko infeksi atau penyebaran penyakit. Rumah sakit umumnya memiliki prosedur tersendiri untuk membuang plasenta secara aman sebagai limbah medis.
Namun, banyak rumah sakit dan klinik di Indonesia yang memahami kebutuhan budaya ini dan bersedia menyerahkan ari-ari kepada keluarga untuk dikubur. Jika Moms berencana melakukan ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Informasikan sejak awal: Sampaikan kepada dokter atau bidan sejak awal kehamilan atau sebelum persalinan bahwa Moms ingin membawa pulang ari-ari bayi.
2. Pastikan penyimpanan yang tepat: Jika ari-ari tidak langsung dikubur, simpan dalam wadah tertutup di tempat yang bersih dan sejuk.
3. Kubur dengan segera: Makin cepat dikubur, makin baik, untuk mencegah pembusukan dan risiko kontaminasi.
Praktik lain: lotus birth dan konsumsi plasenta
Selain penguburan, ada beberapa praktik lain seputar ari-ari yang mulai dikenal di Indonesia:
Lotus birth: Praktik membiarkan tali pusat tetap terhubung dengan ari-ari hingga lepas secara alami. Praktik ini tidak dianjurkan secara medis karena dapat meningkatkan risiko infeksi pada bayi.
Konsumsi plasenta (placentophagy): Beberapa orang memilih untuk mengolah ari-ari menjadi kapsul atau dikonsumsi langsung. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk mendukung manfaat medis dari praktik ini.
Ari-ari mungkin hanya ada selama sembilan bulan, tetapi perannya dalam kehidupan bayi sungguh tidak ternilai. Mengenali bentuk, isi, dan cara penanganannya merupakan bagian dari perjalanan Moms sebagai ibu yang peduli dan siap. (MB/WR/RF/Foto: Lifeforstock/Freepik)