FAMILY & LIFESTYLE

5 Tips Memanfaatkan THR Secara Bijak untuk Menata Rumah Menjelang Lebaran


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Tunjangan Hari Raya (THR) sering menjadi momen yang ditunggu banyak keluarga. Selain untuk memenuhi kebutuhan Lebaran, dana tambahan ini juga kerap dimanfaatkan untuk menyegarkan suasana rumah agar terasa lebih nyaman saat menyambut tamu. Namun tanpa perencanaan yang matang, THR bisa cepat habis untuk kebutuhan musiman dan justru menimbulkan tekanan finansial setelah perayaan usai.

Menurut artikel di Media Keuangan Kementerian Keuangan, pengelolaan THR sebaiknya direncanakan sejak awal agar penggunaannya lebih terarah. Secara umum, alokasi THR dapat dibagi ke beberapa kebutuhan, misalnya sekitar 10–15% untuk kewajiban keagamaan, 10–20% untuk melunasi kewajiban jangka pendek, sekitar 40–50% untuk kebutuhan perayaan, serta 10–20% untuk tabungan atau cadangan setelah Lebaran.

Artinya, THR tidak seharusnya hanya habis untuk konsumsi jangka pendek. Jika Moms ingin memperbaiki atau menata ulang rumah sebelum Lebaran, penting untuk tetap menjaga keseimbangan anggaran agar kebutuhan lain tetap terpenuhi.

Agar penggunaan THR tetap bijak, ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu Moms membuat rumah terasa lebih nyaman dan fungsional tanpa membuat pengeluaran membengkak.

Tips mengelola THR untuk kebutuhan rumah

1. Mulai dari mengamati kebutuhan rumah saat ramai

Lebaran biasanya membuat rumah menjadi jauh lebih sibuk dibanding hari biasa. Kehadiran tamu, acara makan bersama, hingga aktivitas keluarga yang meningkat sering kali membuat ruang tamu atau ruang makan terasa lebih padat.

Dalam situasi ini, biasanya akan terlihat bagian rumah mana yang kurang efisien. Misalnya meja yang cepat penuh, ruang tamu yang terasa sempit, atau perlengkapan tambahan yang tidak memiliki tempat penyimpanan yang jelas.

Dengan mengamati kondisi tersebut, Moms bisa mengetahui titik-titik yang perlu diperbaiki. Misalnya menambah meja lipat, kursi tambahan, atau rak penyimpanan portabel yang membantu aktivitas di rumah tetap berjalan lancar. Perubahan sederhana seperti ini tidak hanya bermanfaat saat Lebaran, tetapi juga tetap relevan untuk digunakan sehari-hari setelah perayaan selesai.

2. Buat rencana sebelum membeli

Setelah mengetahui bagian rumah yang membutuhkan perhatian, langkah selanjutnya adalah membuat rencana yang jelas sebelum berbelanja. Mulailah dengan mencatat kebutuhan yang muncul dari pengamatan sehari-hari. Setelah itu, Moms bisa mencari inspirasi solusi rumah tangga yang sesuai, membandingkan ukuran furnitur, fungsi produk, hingga material yang digunakan.

Perencanaan ini membantu menghindari pembelian impulsif yang sering terjadi ketika melihat berbagai produk menarik di toko atau platform belanja daring. Dengan rencana yang matang, THR dapat digunakan secara lebih efisien untuk membeli barang yang benar-benar dibutuhkan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga.

3. Bedakan antara mempercantik dan memperbaiki

Menjelang Lebaran, banyak orang terdorong untuk membuat rumah terlihat lebih rapi dan menarik bagi tamu. Namun penting untuk membedakan antara perubahan yang hanya bersifat dekoratif dan perubahan yang benar-benar meningkatkan fungsi rumah.

Perbaikan yang berfokus pada kenyamanan biasanya memberikan dampak yang lebih bertahan lama. Misalnya menata ulang furnitur agar pergerakan lebih leluasa, menambah pencahayaan di area aktivitas, atau menyediakan ruang penyimpanan tambahan.

Sementara itu, perubahan yang hanya mempercantik tampilan rumah sering kali kehilangan relevansinya setelah momen Lebaran berlalu. Dengan memprioritaskan perbaikan fungsi, Moms bisa memastikan bahwa penggunaan THR benar-benar memberikan manfaat bagi aktivitas keluarga sehari-hari.

4. Tentukan batas anggaran sejak awal

Langkah penting lainnya adalah menetapkan batas anggaran yang akan digunakan untuk kebutuhan rumah. Menentukan batas sejak awal membantu Moms mengontrol pengeluaran serta menjaga keseimbangan dengan kebutuhan Lebaran lainnya, seperti konsumsi, hadiah untuk keluarga, maupun tabungan setelah perayaan.

Anggaran tersebut bisa dibagi berdasarkan prioritas, misalnya sebagian untuk kebutuhan rumah, sebagian untuk kebutuhan perayaan, dan sebagian lagi disimpan sebagai cadangan. Dengan cara ini, setiap keputusan belanja menjadi lebih terukur dan tidak melampaui kemampuan finansial keluarga.

5. Manfaatkan periode promo dengan bijak

Jika kebutuhan rumah sudah direncanakan dan anggaran sudah ditentukan, Moms bisa memanfaatkan periode promo untuk mewujudkan rencana tersebut tanpa menambah beban pengeluaran. Seperti promo SALE Lebaran IKEA yang sedang berlangsung, dapat menjadi alat untuk memperoleh solusi yang sudah direncanakan dengan harga lebih terjangkau. FYI, saat ini IKEA Indonesia tengah menghadirkan SALE hingga 5 April 2026, dengan potongan hingga 80% untuk lebih dari 1.000 produk pilihan, serta tambahan diskon 10% bagi anggota IKEA Family.

Promo dapat menjadi kesempatan untuk mendapatkan barang yang sudah masuk daftar kebutuhan dengan harga lebih terjangkau. Misalnya meja lipat tambahan, rak portabel, atau perlengkapan dapur yang memang diperlukan.

Kuncinya adalah melihat promo sebagai cara untuk mendukung rencana yang sudah dibuat, bukan sebagai alasan untuk membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Dengan pendekatan ini, penyesuaian rumah tetap terasa bermanfaat dalam jangka panjang, sementara THR dapat digunakan secara lebih bijak.

Pada akhirnya, dengan perencanaan yang matang, rumah dapat terasa lebih siap menyambut Lebaran, aktivitas keluarga berjalan lebih lancar, dan kondisi keuangan tetap terjaga setelah perayaan usai. (MB/TW/Foto: Dok. Open AI)