Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Java Jazz Festival 2026, Jadi Ruang Berkumpul dan Bernostalgia Antar Generasi

Java Jazz Festival 2026, Jadi Ruang Berkumpul dan Bernostalgia Antar Generasi

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Moms, siapa yang punya kenangan datang ke Java Jazz Festival saat masih kuliah atau baru mulai bekerja? Festival musik yang menjadi agenda tahunan banyak orang ini kembali hadir pada 29-31 Mei 2026 dengan sejumlah perubahan yang cukup menarik. 

Tahun ini, myBCA International Java Jazz Festival memasuki penyelenggaraan ke-21 dan untuk pertama kalinya diadakan di NICE PIK 2. Perpindahan lokasi ini membawa pengalaman baru bagi para pengunjung, mulai dari area yang lebih luas hingga tata letak yang membuat mobilitas antar panggung terasa lebih nyaman. Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati penampilan musisi dari dalam dan luar negeri yang tampil di 11 panggung berbeda. 

Suasana baru Java Jazz Festival

Yang menjadi daya tarik dan selalu dinantikan bukan hanya deretan musisi yang tampil, tetapi juga pengalaman yang ditawarkan selama berada di sana, mulai dari bernostalgia dengan lagu-lagu favorit, hingga menikmati suasana festival bersama keluarga di akhir pekan. 

Kehadiran area kuliner yang beragam, ruang terbuka untuk bersantai, serta berbagai aktivitas pendukung membuat pengunjung tidak harus terus berada di depan panggung. Banyak juga yang memilih untuk menikmati festival dengan ritme yang lebih santai, menyesuaikan dengan siapa mereka datang dan bagaimana  mereka ingin menghabiskan waktunya. 

Bagi para orang tua yang datang bersama Si Kecil, festival ini bahkan bisa menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman musik lintas generasi. Selain itu, terdapat banyak arcade area untuk Si Kecil menghabiskan waktunya di sela-sela menunggu penampilan musisi yang mereka gemari. 

Deretan special show yang dinantikan

Menariknya, Java Jazz Festival tahun ini menghadirkan ratusan musisi yang tampil dengan pilihan musik yang begitu  beragam sehingga setiap pengunjung bisa menemukan penampilan yang sesuai dengan selera mereka, mulai dari jazz, R&B, soul, hingga musik alternatif yang sedang digemari generasi muda.

Deretan special show juga menjadi salah satu tawaran yang menarik. Penampilan Jon Batiste di hari pertama sukses menciptakan suasana yang meriah dengan penampilan khasnya. Antusiasme yang sama juga terlihat saat Ella Mai dan Wave to Earth tampil hari kedua. Bahkan di hari kedua terlihat antrian yang mengular pada special show Wave to Earth sedari sore hari. 

Sementara itu, Daniel Caesar menjadi salah satu penampilan yang paling dinantikan di malam penutupan. Special show di hari ketiga ini sukses membuat Java Jazz Festival dipadati pengunjung. Dibuktikan dengan terjual habisnya tiket pertunjukan Daniel Caesar pada malam itu. 

Namun, tak hanya menghadirkan musisi internasional, Java Jazz Festival juga memberikan ruang bagi kolaborasi-kolaborasi spesial yang mempertemukan berbagai generasi musisi dalam satu panggung. Salah satunya adalah Tribute to Natalie Cole yang dibawakan Dira Sugandi bersama Bandung Jazz Orchestra. Ada pula Y2K Rewind yang mengajak penonton bernostalgia dengan lagu-lagu yang pernah populer di era 2000-an. 

Momen-momen seperti inilah yang membuat Java Jazz Festival terasa dekat bagi banyak generasi. Ada yang datang untuk menemukan musisi baru, ada yang kembali untuk bernostalgia lagu-lagu yang pernah menjadi bagian dari masa mudanya, dan ada pula yang menjadikan festival ini sebagai kesempatan untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dan orang-orang terdekat. (MB/RA/RF/Foto: Instagram/javajazzfest)