BUMP TO BIRTH

Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Salak? Temukan Fakta dan Nutrisinya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Saat hamil, Moms pastinya ekstra selektif dalam memilih asupan makanan atau minuman. Anda tentu tak ingin mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa memberikan efek negatif terhadap janin. Salah satu makanan yang membuat ibu hamil penasaran adalah buah salak. Apakah ibu hamil boleh makan salak?

Di tengah banyaknya mitos kehamilan yang beredar di masyarakat Indonesia, buah salak sering kali menjadi topik perbincangan yang membingungkan. Buah bersisik cokelat dengan rasa manis asam yang khas ini sangat mudah ditemukan dan disukai banyak orang. Namun, banyak ibu hamil merasa ragu untuk mengonsumsinya setelah mendengar berbagai wejangan dari kerabat atau keluarga yang melarang konsumsi buah ini.

Kenapa ibu hamil tidak boleh makan buah salak?

Sering kali kita mendengar bahwa ibu hamil dilarang makan buah salak. Namun, benarkah demikian? Secara medis, tidak ada larangan mutlak bagi ibu hamil untuk mengonsumsi buah salak. Buah ini pada dasarnya aman dan bahkan memiliki berbagai nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh. Larangan yang beredar di masyarakat sebagian besar berakar dari mitos atau kekhawatiran terhadap efek samping pencernaan.

Ibu hamil memang sangat rentan mengalami gangguan pencernaan, khususnya sembelit atau susah buang air besar. Perubahan hormon progesteron selama kehamilan memperlambat pergerakan usus, sehingga makanan lebih lama berada di saluran cerna. Salak, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau tanpa kulit arinya (selaput tipis transparan yang melapisi daging buah), dipercaya dapat memperparah kondisi sembelit ini karena kandungan tanin di dalamnya.

Oleh karena itu, larangan tersebut lebih bersifat sebagai bentuk kehati-hatian. Jika Moms sangat ingin ngidam makan salak, Anda tetap boleh mencicipinya. Kuncinya adalah porsi yang wajar dan cara mengonsumsinya yang tepat, yaitu dengan tetap memakan kulit ari buahnya yang kaya akan serat.

Baca juga: 10 Buah yang Aman untuk Ibu Hamil Penderita Diabetes

Apakah buah salak mengandung asam folat?

Asam folat adalah "pahlawan super" bagi ibu hamil karena perannya yang sangat krusial dalam mencegah cacat tabung saraf pada janin. Saat membicarakan nutrisi buah-buahan, banyak ibu yang bertanya apakah salak bisa menjadi sumber asam folat yang diandalkan?

Buah salak memang mengandung berbagai vitamin dan mineral yang baik, seperti vitamin C, kalsium, zat besi, dan antioksidan. Namun, kandungan asam folat dalam buah salak tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan buah atau sayuran lainnya. Buah ini lebih unggul dalam memberikan asupan energi berkat kandungan karbohidrat dan gula alaminya, serta vitamin C yang membantu menjaga daya tahan tubuh Moms agar tidak mudah sakit selama kehamilan.

Untuk memenuhi kebutuhan asam folat harian, Moms sebaiknya tidak hanya mengandalkan buah salak. Pastikan piring Anda selalu diisi dengan makanan yang kaya akan folat seperti sayuran berdaun hijau gelap (bayam, brokoli), alpukat, jeruk, kacang-kacangan, serta suplemen kehamilan yang diresepkan oleh dokter kandungan atau bidan terpercaya Moms.

Apa akibat terlalu banyak makan salak?

Segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan tentu tidak baik, termasuk buah salak. Meskipun rasanya yang renyah dan manis sering membuat Moms lupa diri, ada beberapa dampak yang perlu Anda waspadai jika mengonsumsi salak terlalu banyak selama hamil:

1. Sembelit yang lebih parah: Seperti yang telah disinggung sebelumnya, salak mengandung tanin yang tinggi. Konsumsi berlebihan dapat membuat feses menjadi keras dan memperparah sembelit yang sudah sering dialami ibu hamil.

2. Peningkatan asam lambung: Beberapa jenis salak memiliki rasa yang cukup asam. Jika Moms memiliki riwayat maag atau sering mengalami heartburn (sensasi panas di dada) akibat kehamilan, rasa asam dari salak dalam jumlah banyak dapat memicu ketidaknyamanan pada lambung.

3. Lonjakan gula darah: Salak mengandung gula alami (fruktosa) dan karbohidrat yang cukup tinggi. Bagi Moms yang memiliki risiko atau sedang mengalami diabetes gestasional, sangat penting untuk membatasi porsinya agar kadar gula darah tetap stabil dan terkontrol dengan baik.

Baca juga: Manfaat Salak untuk Ibu Menyusui dan Panduan Mengonsumsinya

Buah apa saja yang dilarang untuk ibu hamil?

Sebagai calon ibu yang penuh kasih sayang, wajar jika Anda selalu ingin memastikan daftar makanan yang aman. Selain memperhatikan porsi makan buah salak, ada beberapa buah lain yang memerlukan perhatian ekstra saat Moms sedang mengandung:

1. Nanas muda

Nanas, terutama yang masih sangat muda, mengandung enzim bromelain yang dipercaya dapat melunakkan leher rahim jika dikonsumsi dalam jumlah yang sangat masif. Meskipun memakan satu atau dua potong nanas matang umumnya aman, ada baiknya Moms membatasinya untuk ketenangan hati.

2. Pepaya mentah atau setengah matang

Pepaya yang belum matang sempurna mengandung lateks putih yang dapat memicu kontraksi rahim. Sebaliknya, pepaya yang sudah benar-benar matang sangat baik dikonsumsi karena kaya akan vitamin dan membantu melancarkan pencernaan.

3. Buah yang tidak dicuci bersih

Ini adalah pantangan yang paling mutlak. Buah apa pun yang tidak dicuci dengan air mengalir berisiko membawa bakteri Listeria atau parasit Toxoplasma dari tanah yang sangat berbahaya bagi janin.

Masa kehamilan adalah waktu yang tepat bagi Moms untuk lebih mendengarkan tubuh dan mencukupi segala kebutuhannya dengan penuh cinta. Menjawab pertanyaan tentang apakah ibu hamil boleh makan salak, Moms kini tahu bahwa buah ini tidak sepenuhnya dilarang. Anda tetap bisa memanjakan diri dengan beberapa butir salak sesekali, asalkan kulit arinya tidak dikupas bersih dan porsinya tetap dibatasi.

Teruslah mengeksplorasi berbagai jenis buah-buahan segar lainnya untuk mendapatkan variasi nutrisi yang kaya. Jangan ragu untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan atau ahli gizi jika Anda memiliki kekhawatiran khusus mengenai pola makan. (MB/WR/Foto: Topntp26/Freepik)