Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, memasuki trimester ketiga, terutama saat kehamilan menginjak usia 9 bulan, tubuh Anda telah mengalami banyak perubahan menakjubkan. Perut yang makin membesar, rasa pegal di punggung, hingga kelelahan yang mudah datang sering kali membuat pikiran tentang hubungan intim menjadi nomor dua. Namun, Anda tetap bisa menjaga kedekatan dengan pasangan dengan mengetahui posisi berhubungan yang bagus saat hamil 9 bulan.
Banyak calon ibu merasa ragu dan cemas ketika membicarakan urusan seks di usia kehamilan 9 bulan. Kekhawatiran apakah aktivitas fisik ini bisa membahayakan janin atau memicu persalinan dini adalah hal yang sangat wajar. Berikut ini beberapa posisi berhubungan intim yang aman dan nyaman saat hamil 9 bulan.
Bolehkah berhubungan intim saat hamil 9 bulan?
Bagi sebagian besar wanita dengan kehamilan normal dan sehat, berhubungan intim saat hamil 9 bulan sangatlah aman. Janin Anda terlindungi dengan sangat baik di dalam rahim. Cairan ketuban berfungsi sebagai bantal peredam yang sangat efektif, sementara otot-otot rahim yang kuat menjaga bayi tetap pada tempatnya. Selain itu, sumbat lendir (mucus plug) pada leher rahim menutup rapat jalan masuk, sehingga mencegah bakteri penyebab infeksi mencapai janin.
Meskipun begitu, selalu penting untuk mendengarkan tubuh Anda dan berkonsultasi dengan dokter kandungan. Ada beberapa kondisi medis yang membuat dokter mungkin menyarankan Anda untuk menunda hubungan intim, misalnya jika Anda memiliki riwayat persalinan prematur, mengalami plasenta previa (plasenta menutupi jalan lahir), air ketuban sudah pecah, atau ada perdarahan vagina yang tidak dapat dijelaskan.
Jika dokter Anda sudah memberikan lampu hijau, maka tidak ada alasan medis untuk menghindari keintiman. Faktanya, berhubungan fisik dapat membantu melepaskan hormon endorfin dan oksitosin yang membuat Anda merasa lebih bahagia, rileks, dan mengurangi ketidaknyamanan fisik menjelang hari perkiraan lahir.
Baca juga: 7 Pilihan Posisi Bercinta yang Aman untuk Ibu Hamil
Apakah berhubungan intim di usia 9 bulan bisa memicu persalinan?
Ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh para orang tua. Sperma memang mengandung prostaglandin, yaitu zat yang dapat membantu melunakkan leher rahim. Selain itu, orgasme dapat memicu kontraksi ringan pada rahim. Namun, secara medis, berhubungan intim tidak akan memicu persalinan kecuali tubuh Anda dan janin memang sudah benar-benar siap untuk proses persalinan tersebut.
Baca juga: Kapan Waktu Berhubungan Intim Kembali setelah Kuret?
Posisi berhubungan yang bagus saat hamil 9 bulan
Kunci utama untuk menikmati keintiman di usia kehamilan 9 bulan adalah menghindari tekanan pada perut dan memastikan Anda tidak berbaring telentang terlalu lama. Berbaring telentang dapat membuat berat rahim menekan pembuluh darah utama, yang berisiko mengurangi aliran darah ke janin dan membuat Anda merasa pusing. Berikut ini beberapa posisi berhubungan yang bagus saat hamil 9 bulan dan terbukti nyaman bagi banyak pasangan.
1. Spooning (menyamping)
Posisi ini adalah salah satu yang paling direkomendasikan selama kehamilan lanjut. Moms dan Dads berbaring miring ke arah yang sama (Dads di belakang), sehingga tidak ada tekanan sama sekali pada perut. Penetrasi tidak terlalu dalam, sehingga lebih nyaman dan aman.
Posisi ini juga sangat cocok karena memungkinkan Anda untuk rileks sepenuhnya, tanpa harus menopang berat badan sendiri.
2. Woman on top
Posisi ini memberikan kendali penuh kepada Anda, Moms. Anda bisa mengatur kedalaman dan ritme sesuai kenyamanan. Tidak ada tekanan pada perut, dan Anda bisa berhenti atau menyesuaikan kapan saja tanpa kesulitan.
Pastikan Anda merasa cukup kuat dan tidak mudah pusing saat mencoba posisi ini, karena beberapa bumil mungkin merasa lebih mudah lelah.
3. Side-by-side
Hampir mirip dengan spooning, tetapi kali ini Moms dan Dads berbaring menghadap satu sama lain sejajar. Posisi ini tetap bebas tekanan pada perut dan bisa memberikan variasi yang nyaman.
4. Edge of the bed
Bumil duduk di tepi tempat tidur sementara pasangan berlutut atau berdiri di depan. Posisi ini menghindari tekanan pada perut dan memberikan kenyamanan tersendiri. Anda juga bisa mengontrol sudut dan posisi dengan lebih mudah.
5. Hands and knees
Posisi merangkak dengan tangan dan lutut bisa menjadi pilihan yang nyaman karena perut menggantung bebas tanpa tekanan. Bagi beberapa bumil, posisi ini juga membantu meredakan nyeri punggung bawah yang umum terjadi di trimester ketiga. Namun, pastikan permukaan yang Anda gunakan cukup nyaman dan sangat stabil ya, Moms.
Posisi yang perlu dihindari
1. Posisi misionaris: Menempatkan berat badan langsung pada perut dan dapat menekan vena cava inferior, yang dapat menyebabkan pusing atau gangguan aliran darah.
2. Posisi yang membutuhkan berbaring telentang terlalu lama: Setelah usia kehamilan 20 minggu ke atas, berbaring telentang dalam waktu lama bisa menekan pembuluh darah besar dan mengurangi aliran darah ke plasenta.
3. Posisi dengan penetrasi sangat dalam: Bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan berpotensi memicu kontraksi.
Nah, itulah penjelasan mengenai posisi berhubungan yang bagus saat hamil 9 bulan. Menjaga keintiman melalui posisi berhubungan yang bagus saat hamil 9 bulan bukan cuma untuk kebutuhan fisik, melainkan juga menjadi cara untuk saling menguatkan, meredakan ketegangan, dan menyambut peran baru sebagai orang tua dengan penuh cinta. (MB/SW/RF/Foto: Freepik)