BUMP TO BIRTH

Air Ketuban Pecah Tetapi Tidak Mulas, Ini yang Harus Dilakukan


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Salah satu momen di masa kehamilan menjelang persalinan yang sering kali memicu rasa cemas adalah ketika Moms tiba-tiba merasakan ada cairan yang keluar dari jalan lahir. Umumnya, air ketuban yang pecah selalu diikuti dengan rasa mulas atau kontraksi yang hebat. Namun, bagaimana jika Anda mengalami air ketuban pecah tapi tidak mulas sama sekali?

Kebingungan semacam ini sangat wajar dirasakan. Mungkin banyak bumil yang merasa ragu apakah cairan yang keluar benar-benar ketuban atau sekadar urine, dan bertanya-tanya mengapa tidak ada kontraksi yang dialami. Perasaan khawatir akan keselamatan bayi di dalam kandungan tentu langsung menjadi prioritas utama.

Air ketuban merembes tetapi tidak mulas, apakah berbahaya?

Ketuban pecah sebelum waktunya tanpa disertai kontraksi dalam dunia medis sering disebut sebagai ketuban pecah dini (KPD) atau premature rupture of membranes (PROM). Jika hal ini terjadi pada usia kehamilan di bawah 37 minggu, istilahnya menjadi preterm premature rupture of membranes (PPROM).

Kondisi ini memerlukan perhatian medis yang segera. Air ketuban memiliki peran yang sangat krusial, yakni sebagai bantal pelindung bayi dari benturan, menjaga suhu rahim tetap hangat, serta melindungi janin dari risiko infeksi. Ketika selaput ketuban robek atau pecah, benteng pertahanan utama bayi menjadi terbuka.

Risiko paling utama dari air ketuban merembes tapi tidak mulas adalah infeksi. Bakteri dari luar bisa masuk ke dalam rahim dan membahayakan kesehatan bayi maupun Moms. Selain itu, jika cairan ketuban berkurang drastis, ada risiko tali pusat terjepit yang dapat mengganggu aliran oksigen ke janin. Karena itu, meskipun Moms tidak merasakan sakit atau mulas, kondisi ini tidak boleh diabaikan. Penanganan medis yang cepat dan tepat akan sangat meminimalkan semua risiko tersebut, memastikan Moms dan Si Kecil tetap aman.

Baca juga: Waspada Ketuban Pecah Dini! Ini Penyebab dan Risikonya, Moms

Penyebab air ketuban merembes tetapi tidak mulas

Mengapa selaput ketuban bisa robek sebelum tubuh siap untuk bersalin? Setiap kehamilan memiliki keunikannya masing-masing, dan tubuh Anda merespons berbagai faktor dengan cara yang berbeda, Momd. Berikut ini beberapa penyebab umum air ketuban bisa merembes meski belum ada kontraksi.

1. Infeksi pada area kewanitaan

Salah satu penyebab paling sering dari ketuban pecah dini adalah adanya infeksi pada vagina atau leher rahim (serviks). Bakteri dari infeksi ini dapat melemahkan selaput ketuban, membuatnya jadi lebih rentan untuk robek sebelum waktunya.

2. Peregangan rahim yang berlebihan

Terkadang, rahim Anda menampung beban yang sangat besar sehingga selaput ketuban menegang secara maksimal. Hal ini sering terjadi pada kehamilan kembar atau jika Moms mengalami polihidramnion, yaitu kondisi di mana jumlah air ketuban di dalam rahim lebih banyak dari batas normal.

3. Riwayat kehamilan sebelumnya

Jika Moms pernah mengalami ketuban pecah dini pada kehamilan sebelumnya, risiko untuk mengalami hal serupa pada kehamilan saat ini menjadi sedikit lebih tinggi. Untuk itu, memberikan informasi riwayat kesehatan secara transparan kepada dokter kandungan akan sangat membantu dalam merencanakan pemantauan yang lebih intensif.

4. Gaya hidup dan faktor eksternal

Nutrisi yang kurang optimal, kebiasaan merokok, atau paparan zat berbahaya selama kehamilan juga dapat memengaruhi kekuatan selaput ketuban. Selain itu, trauma fisik akibat benturan pada area perut juga bisa memicu robeknya selaput pelindung bayi tersebut.

Baca juga: 7 Ciri-Ciri Air Ketuban Merembes Tanpa Kontraksi

Apa yang harus dilakukan jika air ketuban merembes tetapi tidak mulas?

Menghadapi situasi ini tentu bisa membuat panik, Namun, Anda mesti tetap tenang dan menarik napas panjang. Moms memiliki naluri keibuan yang kuat untuk melindungi Si Kecil. Berikut ini panduan praktis tentang apa yang harus Anda lakukan, Moms.

1. Gunakan pembalut untuk memantau cairan

Segera kenakan pembalut bersalin atau pembalut biasa yang bersih. Hindari menggunakan tampon karena dapat meningkatkan risiko infeksi. Pembalut ini akan membantu Anda membedakan apakah cairan tersebut urine atau air ketuban. Air ketuban umumnya berwarna bening hingga sedikit kekuningan, teksturnya encer, dan memiliki aroma manis atau tidak berbau pesing sama sekali. Jika cairan berwarna kehijauan atau kecokelatan, ini bisa menandakan bayi telah mengeluarkan mekonium (tinja pertama bayi), dan Moms harus segera mendapatkan pertolongan medis.

2. Hubungi dokter kandungan atau bidan

Jangan menunggu hingga mulas datang. Segera hubungi tenaga medis yang menangani kehamilan Anda. Berikan informasi yang jelas mengenai jam berapa cairan mulai keluar, perkiraan jumlahnya, serta warna dan baunya. Dokter akan memberikan instruksi spesifik apakah Moms harus segera ke rumah sakit atau memantau sejenak di rumah.

3. Jaga kebersihan dan hindari aktivitas tertentu

Karena benteng pelindung bayi sudah terbuka, sangat penting untuk menjaga area kewanitaan tetap bersih. Jangan melakukan douching (mencuci vagina bagian dalam), hindari berhubungan intim, dan batasi aktivitas fisik yang berat. Fokuslah pada persiapan menuju fasilitas kesehatan.

4. Segera menuju rumah sakit

Sebaiknya Moms segera berangkat ke rumah sakit atau klinik bersalin. Di sana, dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk melihat sisa volume air ketuban, memeriksa detak jantung janin, dan mengevaluasi apakah ada tanda-tanda infeksi. Tergantung pada usia kehamilan, dokter mungkin akan menyarankan induksi persalinan atau memberikan pengobatan khusus untuk mematangkan paru-paru bayi jika kehamilan masih prematur.

Mengalami air ketuban pecah tetapi tidak mulas memang bukan persalinan yang mungkin Anda bayangkan sebelumnya ya, Moms. Namun, ingatlah bahwa Anda tidak sendirian dalam menghadapi momen ini. Tim medis sudah sangat terlatih untuk menangani situasi seperti ini dan akan memberikan perawatan terbaik untuk Moms dan Si Kecil. (MB/SW/RF/Foto: DC Studio/Freepik)