Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Setelah selesai menyusui, Moms mungkin sering mendapati bayi Anda tampak gelisah, menggeliat, atau bahkan menangis tanpa alasan yang jelas setelah minum ASI. Kondisi ini sangat umum terjadi dan sering kali disebabkan oleh satu hal sederhana: udara yang terperangkap di dalam perut Si Kecil. Untuk membantunya, Anda perlu tahu cara menyendawakan bayi dengan benar.
Ya, udara bisa dengan mudah tertelan saat bayi menyusu, menangis, atau mengisap dot. Sistem pencernaan Si Kecil yang masih dalam tahap perkembangan membutuhkan sedikit bantuan dari kita untuk mengeluarkan udara tersebut. Menyendawakan bayi penting untuk mendukung kesehatan pencernaan Si Kecil secara keseluruhan.
Apa yang terjadi jika bayi tidak sendawa?
Saat bayi menelan udara bersamaan dengan susu, udara tersebut akan membentuk gelembung gas di dalam perutnya. Jika gas ini tidak dikeluarkan, bayi akan merasa kembung dan perutnya terasa penuh. Rasa tidak nyaman ini sering kali membuat Si Kecil jadi sangat rewel, menangis terus-menerus, dan sulit untuk ditenangkan.
Selain rewel, udara yang terperangkap juga memicu gumoh atau muntah ringan. Saat gelembung udara mencoba naik dan keluar dengan sendirinya, susu yang baru saja diminum kerap ikut terbawa ke atas. Meskipun gumoh adalah hal yang wajar pada bayi, jumlahnya bisa menjadi lebih banyak dan sering jika ia tidak disendawakan secara rutin.
Dalam beberapa kasus, penumpukan gas yang tidak teratasi dapat memperburuk gejala kolik. Bayi akan menarik kakinya ke arah perut sambil menangis keras karena kram usus. Membantu Si Kecil bersendawa dapat mencegah ketidaknyamanan ini, sekaligus menjaga kesehatannya sejak dini.
Baca juga: Bolehkah Menyusui Sambil Tiduran? Ini Manfaat dan Risikonya, Moms
Cara menyendawakan bayi dengan benar
Setiap bayi punya keunikan dan preferensinya masing-masing. Terkadang posisi tertentu bisa berhasil pada satu bayi, tetapi kurang nyaman untuk bayi lainnya. Berikut ini beberapa posisi yang bisa membantu menyendawakan Si Kecil. Pastikan Anda juga selalu menyiapkan kain bersih atau alas dada untuk mengantisipasi gumoh.
1. Bersandar di bahu atau dada
Ini adalah posisi yang sering kali paling nyaman bagi bayi karena ia bisa merasakan detak jantung dan kehangatan tubuh ibunya. Gendong bayi menghadap ke arah tubuh Anda, lalu letakkan dagunya di atas bahu Anda. Gunakan satu tangan untuk menopang area bokong dan punggung bawahnya. Gunakan tangan yang lain untuk menepuk punggungnya secara perlahan. Tepuk dengan ritme lembut atau usap punggungnya dari arah bawah ke atas untuk membantu mendorong gas keluar.
2. Duduk di pangkuan
Jika Moms sedang duduk santai, posisi ini sangat mudah dilakukan. Dudukkan bayi menghadap ke samping atau menghadap ke depan di atas paha Anda. Gunakan satu tangan untuk menopang dada dan kepalanya. Caranya, letakkan telapak tangan Anda di dada bayi dan gunakan jari-jari Anda untuk menopang rahangnya secara lembut (pastikan tidak mencekik atau menekan tenggorokannya). Condongkan tubuh bayi sedikit ke depan, lalu gunakan tangan yang bebas untuk menepuk punggungnya dengan lembut.
3. Tengkurap di pangkuan
Posisi ini sangat cocok jika bayi tampak kesulitan bersendawa dengan dua posisi sebelumnya. Tengkurapkan bayi di atas pangkuan Moms secara menyilang. Pastikan perutnya bertumpu pada salah satu paha Anda, sementara kepalanya bersandar di paha yang lain. Posisikan kepalanya sedikit lebih tinggi dari dadanya agar aliran darah tetap lancar. Pegang tubuhnya dengan aman menggunakan satu tangan, lalu tepuk atau usap punggungnya dengan tangan yang lain. Tekanan lembut pada perut dari paha Moms sering kali membantu mengeluarkan gas yang membandel.
Baca juga: Bayi Sering Tersedak Saat Menyusu? Ini Penyebab, Cara Mengatasi, dan Tanda Bahayanya
Berapa lama durasi menyendawakan bayi?
Umumnya, waktu yang dibutuhkan untuk menyendawakan bayi berkisar antara 1-2 menit. Tepuk punggungnya dengan lembut selama durasi tersebut. Jika setelah beberapa menit Si Kecil belum juga bersendawa, Anda tidak perlu memaksakannya, Moms.
Tidak semua bayi menelan banyak udara saat menyusu. Bayi yang menyusu langsung dari payudara dengan perlekatan yang baik biasanya menelan lebih sedikit udara dibandingkan bayi yang minum dari botol. Jika bayi tampak tenang, rileks, dan tidak menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman setelah 1-2 menit ditepuk punggungnya, Moms bisa langsung membaringkannya atau melanjutkan aktivitas lain. Jika ia tiba-tiba terbangun dan menangis beberapa saat kemudian, Moms bisa mengangkatnya kembali dan mencoba menyendawakannya lagi.
Bayi menyusu langsung tidur, apa perlu disendawakan?
Momen saat bayi tertidur pulas di pelukan setelah menyusu adalah salah satu pemandangan paling menenangkan. Namun, banyak ibu ragu apakah mereka harus membangunkan bayi untuk disendawakan. Jawabannya adalah ya, bayi yang tertidur setelah menyusu sebaiknya tetap disendawakan, terutama di bulan-bulan awal kehidupannya.
Moms tidak perlu membangunkannya secara paksa. Lakukan proses ini dengan gerakan lambat dan sangat lembut. Perlahan angkat tubuhnya ke posisi bersandar di bahu. Kehangatan tubuh Anda biasanya akan membuat Si Kecil tetap terlelap. Tepuk punggungnya dengan sangat pelan selama sekitar satu menit. Jika ia tidak bersendawa namun tetap tertidur dengan tenang, Moms bisa meletakkannya kembali ke tempat tidur secara perlahan.
Itulah cara menyendawakan bayi dengan benar dan aman. Hal ini sangat membantu bayi di bulan-bulan pertamanya, sehingga ia bisa nyaman tidur dan mood-nya pun bagus di sepanjang harinya. Jangan ragu juga untuk terus mencoba mengeksplorasi posisi mana yang paling nyaman untuk Anda dan buah hati ya, Moms. (MB/SW/Foto: Freepik)